Potretterkini.id, KONAWE – Potensi pesisir Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, mulai diarahkan menjadi kekuatan baru bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menghadirkan program pemberdayaan berbasis ekowisata maritim melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Terintegrasi KKN Tematik Tahun 2026.
Program yang dilaksanakan mulai 20 Juli 2026 tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekowisata Maritim sebagai Strategi Peningkatan Ekonomi di Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.”
Adapun tim PKM terdiri Prof. Dr. Akhmad Marhadi, S.Sos., M.Si., selaku Koordinator Arman, S.Pd., M.Hum, Nurmin Suryati, S.S., M.Hum, Alias, S.Pd., M.Hum,La Ode Marhini, S.Pd., M.Sos,Ahmat keke,S.Sos. M.Sos (Selaku anggota) dan mahasiswa.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi UHO dalam mendorong pembangunan desa dengan mengedepankan potensi lokal, khususnya kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat pesisir.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UHO, Prof. Dr. Akhmad Marhadi, S.Sos., M.Si., turut menjadi bagian dari penguatan program pengabdian yang diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Desa Bajo Indah memiliki potensi bahari yang cukup besar. Hamparan pantai, ekosistem laut, kehidupan masyarakat pesisir, serta kekayaan budaya masyarakat Bajo menjadi modal penting dalam pengembangan ekowisata maritim.
Potensi tersebut tidak hanya dipandang sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai sumber penghidupan yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat apabila dikelola secara terencana dan berkelanjutan.
Melalui PKM Terintegrasi KKN Tematik, mahasiswa UHO bersama Dosen Pendamping Lapangan (DPL) akan berinteraksi langsung dengan masyarakat selama masa pengabdian.
Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diarahkan untuk menggali potensi desa sekaligus membantu menyusun berbagai langkah pengembangan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Sejumlah program kerja disiapkan, mulai dari pendampingan pengelolaan kawasan wisata berbasis masyarakat, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pelatihan kewirausahaan hingga penguatan kapasitas kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Promosi destinasi wisata melalui platform digital juga menjadi salah satu perhatian. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi Desa Bajo Indah sehingga potensi wisata yang dimiliki dapat dikenal lebih luas.
Tidak kalah penting, program tersebut juga menyentuh aspek lingkungan. Mahasiswa bersama masyarakat akan didorong untuk meningkatkan kesadaran mengenai kebersihan kawasan pesisir, pengelolaan sampah, serta pentingnya menjaga ekosistem laut.
Pelestarian terumbu karang dan pemanfaatan sumber daya pesisir secara bijaksana menjadi bagian dari upaya memastikan aktivitas wisata tidak mengorbankan keberlanjutan lingkungan.
Konsep ekowisata yang dikembangkan tidak sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan. Lebih dari itu, masyarakat ditempatkan sebagai bagian penting dalam pengelolaan dan penerima manfaat dari aktivitas ekonomi yang tumbuh di kawasan tersebut.
Dari sisi ekonomi, masyarakat dapat didorong mengembangkan berbagai produk yang memiliki keterkaitan langsung dengan potensi desa.
Kuliner khas pesisir, kerajinan berbahan baku lokal, produk UMKM hingga atraksi budaya masyarakat Bajo dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata di Desa Bajo Indah.
Pengembangan tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Kekuatan budaya masyarakat Bajo juga menjadi modal sosial yang tidak kalah penting. Tradisi dan kehidupan masyarakat pesisir dapat dikemas secara edukatif tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Karena itu, pemberdayaan masyarakat menjadi fondasi utama dalam program ini. Masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi didorong menjadi pelaku utama dalam mengembangkan potensi desanya.
Keberhasilan pengembangan ekowisata maritim juga membutuhkan dukungan lintas pihak. Pemerintah desa, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaku usaha, kelompok wisata, perguruan tinggi, dan masyarakat perlu membangun sinergi.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar pengembangan wisata tidak berjalan secara parsial, tetapi menjadi bagian dari perencanaan pembangunan desa yang terintegrasi.
Di sisi lain, PKM Terintegrasi KKN Tematik memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama berada di bangku kuliah.
Mahasiswa dituntut mampu membaca persoalan yang dihadapi masyarakat, menggali potensi lokal, kemudian menghadirkan solusi melalui pendekatan ilmiah, teknologi tepat guna, dan pemberdayaan yang partisipatif.
Dengan pola tersebut, kegiatan KKN tidak berhenti pada aktivitas seremonial, tetapi diarahkan untuk menghasilkan program yang dapat diteruskan masyarakat setelah masa pengabdian berakhir.
LPPM UHO berharap program tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat Desa Bajo Indah.
Optimalisasi potensi ekowisata maritim diharapkan mampu menciptakan sumber-sumber ekonomi baru sekaligus memperkuat identitas Desa Bajo Indah sebagai kawasan pesisir yang memiliki daya tarik wisata.
Pengembangan ekonomi juga diharapkan tetap berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan pelestarian budaya masyarakat.
Jika dikelola secara konsisten, Desa Bajo Indah memiliki peluang untuk berkembang sebagai salah satu kawasan wisata berbasis masyarakat di Kabupaten Konawe.
Model pemberdayaan tersebut juga dapat menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat bersinergi dalam mengembangkan desa berdasarkan potensi yang dimiliki.
Melalui PKM Terintegrasi KKN Tematik Tahun 2026, UHO kembali memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat.
Program ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga dapat hadir secara langsung dalam menjawab kebutuhan pembangunan masyarakat.
Bagi Desa Bajo Indah, ekowisata maritim bukan sekadar tentang mendatangkan wisatawan. Di dalamnya terdapat peluang untuk menggerakkan UMKM, membuka ruang usaha, menjaga lingkungan, serta mempertahankan identitas budaya masyarakat pesisir.
Dengan pemberdayaan yang tepat dan kolaborasi yang berkelanjutan, potensi laut dan budaya Desa Bajo Indah diharapkan dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru tanpa kehilangan jati dirinya. (Red)







Komentar