Muna Cup I Resmi Digelar, PBSI Muna Bidik Lahirkan Bibit Atlet untuk Porda 2026

Olahraga3203 Dilihat

Potretterkini.id,MUNA– Pengurus Kabupaten Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Muna resmi membuka Open Tournament Badminton Muna Cup I di GOR Komando, Kontu Barat, Kelurahan Laiworu, Kecamatan Batalaiworu, Selasa (21/7/2026) pukul 15.30 Wita. Turnamen tersebut menjadi panggung adu kemampuan atlet bulutangkis dari berbagai daerah sekaligus bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sulawesi Tenggara 2026.

Pembukaan turnamen berlangsung di hadapan sejumlah pejabat daerah. Hadir Bupati Muna, Wakil Bupati Muna yang juga Ketua KONI Muna terpilih, Sekretaris Daerah Kabupaten Muna, serta Ketua PBSI Provinsi Sulawesi Tenggara. Kehadiran para pemangku kepentingan olahraga itu dinilai menjadi sinyal dukungan terhadap pembinaan bulutangkis di Kabupaten Muna.

Ketua Panitia, Tajudin, mengatakan penyelenggaraan Muna Cup I bukan sekadar kompetisi memperebutkan gelar juara. Menurut dia, turnamen ini dirancang sebagai ruang kompetitif bagi atlet untuk menguji kemampuan, meningkatkan jam terbang, sekaligus memperkuat mental bertanding.

“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk memfasilitasi para atlet bulutangkis agar terus mengasah kemampuan dan melahirkan atlet-atlet unggulan yang mampu bersaing pada level yang lebih tinggi,” ujar Tajudin.

Ketua PBSI Sulawesi Tenggara, Bariun, juga menilai penyelenggaraan Muna Cup I menjadi langkah penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan atlet di daerah. Menurut dia, Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar dalam cabang olahraga bulutangkis, namun potensi tersebut harus ditopang dengan kompetisi yang berlangsung secara rutin.

“Sulawesi Tenggara memiliki banyak bibit atlet berbakat. Karena itu, kultur kompetisi harus terus kita hidupkan. Semakin sering atlet bertanding, semakin tinggi jam terbang mereka, dan itu akan membentuk mental serta kualitas permainan,” kata Bariun.

Ia mengatakan, lahirnya atlet berprestasi tidak dapat dilepaskan dari pembinaan yang berjenjang dan kesempatan bertanding yang memadai. Karena itu, ia mengapresiasi PBSI Kabupaten Muna yang konsisten menghadirkan turnamen terbuka sebagai wadah pembinaan atlet.

“Bukan tidak mungkin dari turnamen seperti ini akan lahir Apriyani Rahayu yang baru. Yang terpenting adalah pembinaan terus berjalan, kompetisi terus ada, dan seluruh pihak memberikan dukungan terhadap perkembangan atlet-atlet muda kita,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PBSI Kabupaten Muna, La Ode Muhram Naadu, menegaskan turnamen tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Ia menyebut PBSI Muna tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kejuaraan, tetapi juga membangun fondasi prestasi jangka panjang.

Menurut Muhram, hasil dari kompetisi ini akan menjadi salah satu bahan evaluasi dalam menyiapkan atlet menghadapi Porda Sulawesi Tenggara 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah melahirkan bibit-bibit atlet bulutangkis yang berprestasi. Selain itu, turnamen ini menjadi bagian dari persiapan kami menghadapi Porda 2026,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah pendaftar. Panitia mencatat sebanyak 170 atlet ambil bagian dalam turnamen yang mempertandingkan 12 kategori. Para peserta berasal dari enam kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara, yakni Kabupaten Muna, Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Buton Tengah, Kota Baubau, Kota Kendari, dan Kabupaten Konawe.

Partisipasi lintas daerah tersebut menunjukkan Muna Cup I tidak hanya menjadi agenda olahraga tingkat lokal, tetapi mulai berkembang sebagai ajang kompetisi regional yang mempertemukan atlet-atlet potensial Sulawesi Tenggara.

Melalui turnamen ini, PBSI Muna berharap budaya kompetisi yang sehat terus tumbuh, sehingga regenerasi atlet berlangsung secara berkesinambungan dan mampu mengangkat prestasi bulutangkis Kabupaten Muna di tingkat provinsi maupun nasional.

Kontributor : Aswin Rudi

Komentar