KIA RSUD Kendari Dibedah, RSUP dr. Soetomo Petakan Kesiapan Menuju Level Utama

Berita Utama3062 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI-Penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) di RSUD Kota Kendari memasuki tahap penting. Rumah sakit tersebut mendapat visitasi Program Pengampuan KIA dari RSUP dr. Soetomo Provinsi Jawa Timur, Rabu (23/9/2026).

Visitasi ini menjadi bagian dari program pengampuan untuk memetakan kesiapan RSUD Kota Kendari sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pengembangan pelayanan, mulai dari sarana dan prasarana, sumber daya manusia (SDM), hingga sistem dan alur pelayanan.

Tim RSUP dr. Soetomo dalam kunjungan tersebut terdiri 6 orang yakni  Wahyu Mananda, dr., Sp. An-TI., Subsp., T. I. (K). Selaku Ketua Tim Kerja Pelatihan RSUD Dr. Soetomo), kemudian Tim Pengampuan KIA RSUD Dr. Soetomo, dr. Rizki Pranadyan., Sp.OG., Subsp.Obginsos, Wurry Ayuningtyas, dr., M.Ked.Klin., Sp.A, Bdn. Sulianah, SST., M.Keb, Sakti Rahayu, S.Kep.,Ns., MB dan
Dwi Fadjar Muhardini, S.Keb.Bd, serta didampingi Tim RSUP Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sejumlah unit pelayanan yang berkaitan langsung dengan penanganan ibu dan anak menjadi sasaran peninjauan tim pengampu. Pemeriksaan dilakukan untuk melihat secara langsung kompetensi dan kesiapan fasilitas maupun tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan KIA.

Plt Direktur RSUD Kota Kendari, Dr. dr. Putu Agustin, mengatakan visitasi tersebut penting untuk mengevaluasi pelayanan KIA yang selama ini telah berjalan sekaligus menentukan bagian-bagian yang masih perlu diperkuat.

“Tujuan visitasi pengampuan untuk Kesehatan Ibu dan Anak ini adalah untuk melihat bagaimana kompetensi dan kemampuan rumah sakit dalam penanganan Kesehatan Ibu dan Anak yang sudah kita lakukan selama ini,” kata Putu.

Menurutnya, hasil visitasi akan menjadi pijakan bagi rumah sakit untuk melakukan pembenahan secara bertahap. Aspek yang menjadi perhatian meliputi sarana prasarana, SDM, sistem pelayanan hingga alur penanganan pasien.

Penguatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan level kompetensi pelayanan KIA RSUD Kota Kendari, dari level madya menuju utama hingga paripurna.

Dalam kunjungan itu, tim pengampu meninjau sejumlah fasilitas strategis. Di antaranya ruang operasi ibu dan anak, IGD PONEK, ruang bersalin, perinatologi, Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), ruang rawat inap anak serta poliklinik obstetri dan ginekologi.

Putu mengungkapkan, kesan awal tim pengampu terhadap kesiapan RSUD Kota Kendari cukup baik. Kendati demikian, masih terdapat sejumlah aspek yang harus dilengkapi dan disempurnakan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kompetensi pelayanan.

Salah satu fasilitas yang menjadi kekuatan RSUD Kota Kendari adalah Unit Transfusi Darah (UTD). Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting dalam mendukung penanganan kegawatdaruratan obstetri, terutama ketika terjadi perdarahan saat maupun setelah persalinan.

“Kita mengantisipasi komplikasi pascapersalinan, salah satunya perdarahan,” ujar Putu.

Ia menegaskan, rumah sakit tidak hanya menunggu kebutuhan darah ketika terjadi kondisi darurat. Upaya menjaga ketersediaan stok juga dilakukan secara aktif dengan mencari dan menggerakkan sumber-sumber donor darah.

“Setiap ibu yang melahirkan, baik yang dilakukan operasi maupun melahirkan normal, kita harus siap dengan darah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengampu RSUP dr. Soetomo, dr. Wahyu, menjelaskan bahwa program pengampuan tersebut merupakan penugasan dari Kementerian Kesehatan.

RSUP dr. Soetomo mendapat mandat untuk melakukan pengampuan pelayanan KIA di wilayah Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.

Menurut Wahyu, pengampuan tidak berhenti pada pelaksanaan visitasi. Setelah kunjungan, tim akan melakukan monitoring serta menyusun laporan yang menjadi dasar untuk menentukan langkah pengembangan pelayanan selanjutnya.

Jika ditemukan kebutuhan peningkatan kompetensi melalui pendampingan langsung, tim pengampu juga dapat memberikan proctorship atau pendampingan tindakan medis.

“Proctorship itu pendampingan tindakan medis kalau diperlukan untuk belajar, bukan untuk mengerjakan pasien. Jadi untuk membantu saja,” jelas Wahyu.

Dari pengamatan awal, Wahyu menilai RSUD Kota Kendari memiliki kesiapan yang cukup baik untuk dikembangkan menuju kompetensi pelayanan KIA yang lebih tinggi.

“Sudah bagus, tinggal melengkapi sarana prasarana dan SDM, pelatihan mungkin beberapa,” katanya.

Rekomendasi hasil visitasi nantinya akan dituangkan dalam laporan sebagai dasar pengembangan pelayanan KIA RSUD Kota Kendari.

Penguatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi rumah sakit, tetapi juga memperkuat mutu pelayanan dan kesiapsiagaan dalam menangani kondisi kegawatdaruratan ibu dan anak.

Pada akhirnya, program pengampuan diharapkan mampu memperkuat sistem pelayanan KIA di RSUD Kota Kendari sekaligus mendukung upaya menekan risiko kematian ibu dan anak melalui pelayanan yang semakin siap, terintegrasi dan berstandar. (Med)

Komentar