Andi Sumangerukka Raih Penghormatan Tertinggi Masyarakat Muna, Sandang Gelar Sangia Mondono Wite Bhalano

Berita3386 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI-Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), resmi menyandang gelar kehormatan adat Muna “Sangia Mondono Wite Bhalano”, gelar tertinggi yang diberikan Lembaga Adat Wuna kepada sosok pemimpin yang dinilai mampu mengayomi masyarakat, menjaga persatuan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya.

Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat dalam rangkaian Silaturahmi Akbar dan Festival Budaya Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara di Lapangan Eks MTQ Kota Kendari, Minggu (19/7/2026). Ribuan masyarakat Muna dari berbagai daerah turut menyaksikan prosesi adat yang sarat makna tersebut.

Penganugerahan gelar adat itu ditetapkan melalui Keputusan Bersama Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sultra, Dewan Sara Wuna, Lembaga Adat Wuna, dan Dewan Adat dan Budaya Muna sebagai bentuk penghormatan kepada Gubernur Sultra.

Keputusan tersebut didasarkan pada sejumlah pertimbangan, di antaranya hubungan historis yang erat antara Kerajaan Muna dengan Kerajaan Bone, Kerajaan Luwu, Kerajaan Gowa, serta dua kerajaan besar di Sulawesi Tenggara, yakni Kesultanan Buton dan Kerajaan Konawe.

Selain itu, Andi Sumangerukka dinilai memiliki komitmen dalam melestarikan budaya lokal, memimpin dengan amanah, serta memperkuat hubungan emosional antara pemerintah daerah dengan lembaga adat dan masyarakat.

Pemberian gelar tersebut juga merupakan tindak lanjut dari usulan Lembaga Adat Wuna dan Dewan Sara Wuna yang dibahas bersama tokoh masyarakat Muna dan Muna Barat pada 30 Mei 2026. Usulan itu kemudian dimantapkan melalui rapat Dewan Adat dan Budaya Muna bersama para tokoh masyarakat pada 8 Juni 2026 di Kendari.

Dengan penyematan gelar Sangia Mondono Wite Bhalano, Andi Sumangerukka secara adat resmi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar masyarakat Muna.

Gelar tersebut memiliki filosofi yang mendalam. Sangia Mondono Wite Bhalano dimaknai sebagai pemimpin agung di negeri yang besar dan luas, yang mampu memimpin masyarakat dengan latar belakang suku, budaya, dan agama yang beragam.

Kata Sangia melambangkan sosok yang dihormati dan dimuliakan, yakni pemimpin yang mengabdikan diri kepada masyarakat dengan penuh kebijaksanaan, menjunjung tinggi nilai moral, adat, dan budaya.

Sementara Mondono Wite Bhalano menggambarkan pemimpin yang mampu menakhodai wilayah yang luas dan heterogen. Filosofi tersebut menjadi simbol pengakuan terhadap kapasitas kepemimpinan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman etnis, budaya, suku bangsa, dan agama di Sulawesi Tenggara.

Usai menerima gelar kehormatan tersebut, Gubernur Andi Sumangerukka mengaku bersyukur dan merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat adat Muna.

Menurutnya, penganugerahan itu bukan hanya memiliki makna bagi dirinya secara pribadi maupun sebagai Gubernur Sultra, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur dan kekayaan budaya masyarakat Muna.

“Gelar kehormatan ini bukan sekadar simbol penghargaan, melainkan amanah dan tanggung jawab moral untuk terus menjaga marwah budaya serta mendukung pelestarian adat dan budaya daerah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan Sulawesi Tenggara,” ujar Andi Sumangerukka.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran Lembaga Adat Wuna beserta tokoh-tokoh masyarakat Muna yang telah memberikan kepercayaan melalui penganugerahan gelar kehormatan tersebut.

Penganugerahan Sangia Mondono Wite Bhalano menjadi simbol eratnya hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga adat, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam menjaga persatuan serta melestarikan nilai-nilai budaya sebagai identitas masyarakat Sulawesi Tenggara. (Med)

Komentar