Bank BRI Penyalur KUR Terbesar, Fokus Pemberdayaan UMKM

Nasional3156 Dilihat

Potretterkini.id,MUNA – Di tengah tantangan ekonomi yang masih membayangi pelaku usaha kecil, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menempatkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai prioritas utama. Tidak hanya melalui pembiayaan, BRI juga memperkuat ekosistem pemberdayaan dengan pendampingan usaha, edukasi, hingga perluasan akses layanan keuangan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Komitmen tersebut tercermin dari konsistensi BRI sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia sejak program itu diluncurkan pemerintah pada 2007. Memasuki 2026, peran tersebut kembali diperkuat melalui percepatan penyaluran kredit produktif yang diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja.

Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Makassar, D. Argo Prabowo, mengatakan dukungan terhadap UMKM merupakan strategi utama perseroan dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.

“Salah satu bentuk komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yakni dengan tetap mendorong penciptaan lapangan pekerjaan, khususnya pada segmen UMKM melalui penyaluran kredit yang berkualitas,” ujarnya.

Hingga Mei 2026, realisasi penyaluran KUR BRI secara nasional telah mencapai Rp84,36 triliun atau setara 46,87 persen dari total alokasi tahun ini sebesar Rp180 triliun. Sebagian besar pembiayaan tersebut disalurkan ke sektor-sektor produktif dengan porsi mencapai 67,18 persen.

Sektor pertanian menjadi penerima pembiayaan terbesar dengan nilai Rp35,91 triliun. Angka tersebut memperlihatkan bahwa KUR tidak hanya menjadi instrumen pembiayaan usaha, tetapi juga menjadi salah satu penggerak produktivitas sektor riil yang menopang ketahanan ekonomi nasional sekaligus mendukung agenda pembangunan pemerintah melalui Asta Cita.

Menurut Argo, keberhasilan UMKM tidak cukup hanya ditopang oleh akses permodalan. Karena itu, BRI menempatkan pemberdayaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan.

“Melalui pemberdayaan UMKM, BRI mengambil peran dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan,” katanya.

Pendampingan tersebut dilakukan melalui berbagai program edukasi yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha. Materi yang diberikan meliputi penguatan jiwa kewirausahaan, peningkatan kemampuan administrasi dan manajerial, perluasan akses terhadap informasi, teknologi, pasar, hingga pembiayaan.

Selain itu, pelaku UMKM juga didorong memahami pentingnya penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagai fondasi pengelolaan usaha yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Dengan peningkatan kapasitas tersebut, UMKM diharapkan semakin layak memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan formal serta mampu berkembang menjadi usaha yang lebih kompetitif.

Komitmen BRI juga diperluas melalui penguatan layanan bagi pelaku usaha ultra mikro (UMi), segmen yang selama ini relatif belum memiliki akses memadai terhadap layanan keuangan formal.

Salah satu langkah strategis yang dijalankan ialah pembentukan Holding Ultra Mikro bersama Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM).

Kolaborasi ketiga entitas tersebut menghadirkan ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi sehingga pelaku usaha ultra mikro dapat berkembang secara bertahap melalui konsep empower, integrate, dan upgrade.

“BRI bersama Pegadaian dan PNM telah menyediakan layanan keuangan yang terintegrasi dan memastikan nasabah ultra mikro dapat naik kelas dalam satu ekosistem utuh,” ujar Argo.

Di sisi lain, perluasan akses layanan perbankan juga terus dilakukan melalui penguatan jaringan layanan konvensional maupun digital. Di wilayah Regional Office Makassar yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, BRI kini didukung lebih dari 433 unit kerja.

Jaringan tersebut terdiri atas 37 kantor cabang, 27 kantor cabang pembantu, 348 BRI Unit, 18 kantor kas, serta tiga Teras BRI. Selain itu, layanan perbankan diperkuat oleh 59.441 Agen BRILink yang tersebar hingga ke berbagai pelosok, didukung mesin EDC, ATM, CRM, merchant QRIS, dan jaringan layanan e-channel.

Ketersediaan infrastruktur tersebut memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus memperkuat peran BRI dalam mendorong inklusi keuangan, mempercepat transaksi ekonomi, serta mendukung pertumbuhan UMKM di berbagai daerah.

Melalui kombinasi pembiayaan yang berkelanjutan, pemberdayaan usaha, serta penguatan jaringan layanan hingga tingkat desa, BRI menegaskan posisinya bukan sekadar sebagai lembaga penyalur kredit terbesar di Indonesia, melainkan sebagai mitra strategis dalam membangun UMKM yang tangguh, berdaya saing, dan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kontributor : Aswin Rudi

Komentar