Potretterkini.id, KENDARI-Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus digencarkan. Salah satunya melalui Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam melalui Kolaborasi Lintas Mata Pelajaran yang digelar di SMKN 4 Kendari. Kegiatan ini menghadirkan 54 guru normatif, adaptif, dan produktif untuk bersama-sama merancang pembelajaran yang lebih bermakna dan kontekstual.
Workshop ini diketuai oleh Dr. Rahmawati Nusi, yang menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka di SMK 4 Kendari pada Jumat (13/2/2026).

“Workshop ini kami selenggarakan untuk memperkuat kualitas pembelajaran di SMK melalui kolaborasi antara mata pelajaran umum dan kejuruan. Di dunia kerja, kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, dan memecahkan masalah,” jelasnya.
Dihadiri Pimpinan Dinas Pendidikan
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof Aris Badara, yang memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Hadir pula Kepala Seksi Kesiswaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Ishak Pawai, serta Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Abdul Rahman. Para kepala SMK se-Kota Kendari juga turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas menegaskan bahwa kegiatan semacam ini tidak boleh berhenti pada tataran administratif semata. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, workshop ini tidak hanya menghasilkan kelengkapan dokumen, tetapi benar-benar menjadi budaya kolaborasi di SMK yang berkelanjutan,” tegasnya.

Berbasis Riset dan Praktis Diterapkan
Menariknya, model pembelajaran yang digunakan dalam workshop ini berbasis pada hasil penelitian disertasi Ketua Panitia yang telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus. Model tersebut kemudian disederhanakan agar lebih praktis dan mudah diterapkan di sekolah.
Pendekatan yang digunakan mengacu pada pembelajaran mendalam dengan tiga tahapan utama: memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan. Melalui model ini, siswa diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Proses Kolaboratif Selama Dua Hari
Selama dua hari, peserta melalui berbagai tahapan strategis, mulai dari, Penyamaan persepsi tentang konsep pembelajaran mendalam, Penentuan pasangan mata pelajaran lintas bidang, Pemilihan konteks kejuruan yang nyata, Perancangan kegiatan inti berbasis memahami–mengaplikasikan merefleksikan, Penyusunan asesmen terintegrasi
Hasil yang ditargetkan bukan sekadar dokumen RPP kolaboratif, melainkan perubahan paradigma guru dalam merancang pembelajaran.
“Kami ingin pembelajaran di SMK benar-benar membantu siswa memahami konsep, menggunakannya dalam konteks nyata, dan merefleksikan proses belajarnya,” tambah Ketua Panitia.

Menuju Lulusan SMK Berdaya Saing Global
Dengan semangat kolaborasi lintas mata pelajaran, workshop ini diharapkan menjadi titik awal transformasi pembelajaran di SMK. Integrasi antara mata pelajaran umum dan kejuruan diyakini mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif, komunikatif, dan siap bersaing di dunia kerja global.
“Langkah kecil dari ruang workshop ini diharapkan menjadi gerakan besar menuju SMK yang lebih unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman,” pungkasnya. (Rahm)







Komentar