Unsultra & Dr Isran Noor Gaungkan “Hilirisasi” untuk Masa Depan Sultra

Berita Utama2026 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI-Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) menggelar kuliah umum bertajuk “Hilirisasi dalam Paradigma Sustainable Development”, menghadirkan tokoh nasional Dr. Isran Noor, M.Si., mantan Gubernur Kalimantan Timur (2018–2024), sebagai narasumber utama, di Aula WTC Unsultra Pada Rabu (9/7/2025).

Acara ini menjadi panggung intelektual yang mempertemukan pemikiran strategis tentang pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dengan pengalaman lapangan dari daerah yang juga kaya akan tambang, seperti Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara.

Dalam sebuah paparan inspiratif, Dr. Isran Noor M.Si menegaskan pentingnya membangun semangat dan optimisme di kalangan akademisi, khususnya di perguruan tinggi swasta seperti Universitas Sulawesi Tenggara.

“Jangan minder hanya karena status swasta. Kita semua memiliki kapasitas otak yang sama. Justru, kampus seperti Unsultra harus menjadi tempat lahirnya ide-ide segar, inovatif, dan solutif,” tegas Isran.

Lebih lanjut, ia menyoroti potensi besar yang dimiliki Sulawesi Tenggara, terutama dari segi kekayaan alam. Namun, menurutnya, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal karena lemahnya pengelolaan lingkungan.

“Sultra ini kaya, tapi belum banyak dimanfaatkan secara maksimal karena pengelolaan lingkungan yang kurang serius,” ujarnya.

Ia juga mengajak sivitas akademika Unsultra untuk tidak hanya terpaku pada kegiatan akademik di dalam ruangan perkuliahan , tetapi aktif turun ke masyarakat, melakukan riset-riset terapan, serta menggagas program pengabdian yang berfokus pada keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.

“Perguruan tinggi harus menjadi motor perubahan. Jangan hanya jadi menara gading. Kita butuh kampus yang hadir di tengah persoalan masyarakat dan memberikan solusi nyata,” tegasnya.

Isran Noor juga mengapresiasi peran perguruan tinggi swasta dalam mencetak generasi muda yang tangguh dan adaptif di tengah dinamika global.

Ia berharap Unsultra bisa menjadi salah satu pelopor dalam mendorong transformasi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Foto bersama Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun bersama dosen mahasiswa usai kuliah Umum oleh Manatan Gubernur Kaltim Periode

“Unsultra punya potensi besar. Dengan semangat kolektif, saya yakin kampus ini bisa menjadi kekuatan intelektual yang berdampak nyata bagi daerah,” tuturnya.

Rektor Unsultra Prof. Dr.Ir. H Andi Bahrun, M.Sc Agri,, menguraikan indonesia ini kaya sumber daya alam  darat, udara, laut, bahkan sampai bawah tanah. Kita bisa mensuplai kebutuhan dunia dengan komoditas bernilai tambah tinggi dan bahkan menyuplai oksigen dunia.

Syaratnya, perlu komitmen global mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia, salah satunya lewat hilirisasi sumber daya alam,” ungkap Prof. Andi Bahrun.

Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi, baik dari luar negeri maupun internal.

“Negara luar sudah lama memetakan Indonesia sebagai penyuplai bahan baku murah. Sekarang, negara-negara Eropa juga protes bahwa kita dianggap melanggar perdagangan bebas. Padahal, kita berdaulat mengurus sumber daya ini.

Di sisi lain, masih ada pihak di dalam negeri yang belum sepenuhnya memahami urgensi hilirisasi dan masih nyaman mengekspor bahan mentah,” katanya.

Sebagai lembaga pendidikan, Unsultra berkomitmen membuka wawasan mahasiswa agar mampu menjadi agen perubahan.

Peserta Kuliah Umum bersama Mantan Gubernur Kaltim Periode (2018-2024)

“Kami ingin mahasiswa cerdas sekaligus solutif, supaya kampus ini benar-benar berdampak. Unsultra harus menjadi pusat solusi sosial, ekonomi, dan lingkungan untuk kesejahteraan masyarakat.

Kami berharap dengan kehadiran Dr. Isran Noor, yang berpengalaman memimpin daerah kaya tambang, Unsultra dapat meneladani pengalaman tersebut.

Sulawesi Tenggara punya potensi besar untuk maju dan mensejahterakan rakyatnya. Apalagi pendidikan harus diutamakan. Haram hukumnya anak-anak kita tidak sekolah hanya karena keterbatasan biaya, padahal kita kaya sumber daya alam,” pungkasnya.

“Kuliah umum ini diharapkan mampu menjadi pemantik diskusi akademik dan praktik nyata dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal di Bumi Anoa,” pungkasnya Ketua APTISI Sulawesi Tenggara. (Med)

Komentar