Tokoh Kapontori Anidi Angkat Bicara: Kisruh Lahan Tambang Nikel Ancam Ketenteraman Warga

Berita Utama736 Dilihat

Potretterkini.id, BUTON– Kisruh perebutan lahan tambang nikel di Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara, kini kian meresahkan masyarakat. Pertikaian antara dua perusahaan tambang yang beroperasi di Desa Lambusango dan Desa Wakalambe telah menimbulkan ketegangan sosial serta mengganggu aktivitas warga setempat.

Tokoh Kapontori sekaligus Tokoh Buton, Dr. Anidi, M.Si., M.S.I., M.H, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa konflik berkepanjangan di area tambang bukan hanya persoalan bisnis, tetapi juga menyangkut ketenteraman dan hak-hak masyarakat lokal.

“Banyak warga kini kesulitan bekerja dan mencari nafkah akibat situasi yang tidak kondusif. Pertambangan seharusnya membawa manfaat, bukan malah menciptakan keresahan,” ujar Anidi.

Menurutnya, setiap kegiatan usaha, khususnya pertambangan, wajib berlandaskan hukum dan mengedepankan kepentingan masyarakat. Ia meminta agar seluruh pihak yang bertikai menghentikan segala tindakan yang dapat memicu konflik lebih besar.

Anidi mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum turun tangan secara tegas untuk memastikan keamanan dan kenyamanan warga.

“Jangan sampai perebutan lahan mengorbankan hak-hak masyarakat. Pemerintah dan aparat harus hadir memberikan solusi,” tegasnya.

Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ini mengajak para pemilik perusahaan, pemerintah, serta elemen masyarakat untuk duduk bersama mencari jalan damai.

Menurutnya, hanya dengan dialog dan kebersamaan, situasi kondusif bisa kembali tercipta sehingga roda perekonomian masyarakat tidak terganggu. (Red)

Komentar