Teken MoU, UKPM-Polda Sultra Wujudkan Kolaborasi Pendidikan untuk Penguatan SDM Polri

Potretterkini.id, KENDARI- Universitas Karya Persada Muna (UKPM) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pengembangan kemitraan strategis dengan berbagai lembaga, termasuk Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UKPM dan Polda Sultra dalam bidang peningkatan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi.

Kerja sama ini secara khusus diarahkan untuk mendorong dan memfasilitasi akses pendidikan tinggi bagi personel kepolisian di lingkungan Polda Sultra hingga jajaran Kepolisian Resor (Polres) di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

Penandatanganan MoU berlangsung di Hotel Claro Kendari, Senin (7/9/2026), dalam suasana yang menegaskan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan kepolisian dalam membangun kualitas SDM.

Dari pihak UKPM, MoU ditandatangani langsung oleh Rektor UKPM, Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, M.S, didampingi  Wakil Rektor I, Dr. Muh. Suriyadarman Rianse, S.TP., M.M, sementara dari pihak Polda Sultra, penandatanganan diwakili Biro SDM Polda Sultra.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan kapasitas akademik personel Polri sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi anggota kepolisian yang berada di wilayah Sulawesi Tenggara.

Rektor UKPM Prof Usman Rianse mengatakan, kerja sama tersebut merupakan salah satu langkah konkret perguruan tinggi dalam mengambil bagian dalam peningkatan kualitas SDM, khususnya bagi personel Polri.

Menurutnya, perkembangan tuntutan tugas kepolisian saat ini membutuhkan personel yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dan profesional, tetapi juga mempunyai wawasan akademik yang memadai.

Ia menilai, kemampuan akademik menjadi salah satu unsur penting dalam membentuk pola pikir, kemampuan analisis, serta kualitas pengambilan keputusan seorang anggota kepolisian.

“Polri tidak hanya mampu menguasai latihan tempur, tetapi juga harus matang dalam dunia akademik. Sebab, Polri merupakan bagian dari masyarakat sipil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujar Prof. Usman.

Karena itu, pendidikan tinggi dinilai memiliki posisi strategis dalam membantu membentuk personel kepolisian yang semakin profesional, adaptif, dan mampu memahami berbagai persoalan masyarakat dari perspektif yang lebih luas.

Rektor mengungkapkan, sebelum penandatanganan MoU tersebut, sejumlah personel Polri telah melakukan pendaftaran sebagai mahasiswa di UKPM. Para personel tersebut juga mulai mengikuti proses perkuliahan pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027.

Hal itu menjadi bukti awal bahwa kebutuhan terhadap pendidikan tinggi di lingkungan kepolisian cukup besar dan perlu mendapatkan dukungan dari institusi pendidikan.

UKPM pun memberikan dukungan khusus sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan personel Polri. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberian dispensasi berupa potongan sebesar 50 persen dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang berasal dari lingkungan kepolisian.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat meringankan beban pembiayaan pendidikan sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi personel kepolisian untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Semester ganjil tahun ajaran 2026/2027 ini mereka mulai aktif kuliah. Sebagai langkah awal, pada semester ini mereka membayar uang pembangunan, kemudian semester berikutnya baru membayar UKT,” tukasnya.

Eks Rektor UHO dua periode ini menyampaikan, kemudahan tersebut merupakan bentuk dukungan UKPM agar personel Polri dapat menjalani pendidikan tinggi secara berkelanjutan tanpa harus mengesampingkan tugas dan tanggung jawab kedinasan.

Dengan pola pendidikan yang dapat disesuaikan dengan kondisi mahasiswa yang juga menjalankan tugas sebagai anggota Polri, kesempatan untuk meningkatkan kompetensi akademik diharapkan semakin terbuka.

Rektor menegaskan, kolaborasi antara UKPM dan Polda Sultra tidak sekadar berorientasi pada kerja sama kelembagaan. Lebih dari itu, kerja sama tersebut merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya kepada masyarakat, termasuk para personel kepolisian yang ingin meningkatkan kapasitas dirinya.

“Kerja sama antara kampus UKPM dan Polda Sultra merupakan salah satu kontribusi kami kepada masyarakat untuk melanjutkan pendidikan,” katanya.

Eks Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) berharap implementasi MoU tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas SDM kepolisian di Sulawesi Tenggara.

Ke depan, UKPM juga membuka peluang untuk mengembangkan bentuk-bentuk kerja sama lain yang berkaitan dengan pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“kita akan terus membangun kemitraan dengan lembaga-lembaga strategis untuk mendorong masyarakat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,” pungkasnya.

Kolaborasi UKPM dan Polda Sultra tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan SDM yang berkualitas di daerah.

Melalui sinergi antara dunia akademik dan institusi kepolisian, diharapkan lahir personel Polri yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki kemampuan akademik, wawasan luas, serta kepekaan terhadap berbagai dinamika sosial di tengah masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan moto UKPM, “Tumbuh dan Mekar Bersama di Kampus Berkah UKPM,” sebagai wujud komitmen kampus dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang terbuka, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. (Med)

Komentar