Tari Harmoni di Leang-Leang: Mahasiswa KKN Ajak Siswa SD Menari di Tengah Pesona Wisata

Pendidikan1966 Dilihat

Potretterkini.id, MAROS-Tarian bukan sekadar gerak, melainkan ekspresi jiwa dan jembatan budaya. Hal inilah yang coba dihadirkan oleh Yuni Stevani, mahasiswa PGPAUD Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), dalam program KKN Kebangsaan XIII Posko Leang-Leang 1.

Melalui kegiatan bertajuk “Langkah Harmoni: Menyatukan Tari Tradisional Modern dan Pesona Wisata,” para siswa SDN Inpres 225 Panaikang dilatih menari selama tiga hari penuh semangat.

Bertempat di Kelurahan Leang-Leang, Kabupaten Maros, pelatihan ini dirancang untuk menyiapkan siswa tampil di Pekan Seni yang digelar di Taman Arkeologi Geopark Leang-Leang, bersama mahasiswa KKN Posko Leang-Leang II. Kolaborasi ini membawa semangat baru dalam mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.

Dalam proses latihan, anak-anak diajak memahami ketukan musik, transisi pola tari, hingga penghayatan ekspresi wajah. Meski waktu terbatas, antusiasme mereka melampaui ekspektasi. Kepala SDN Inpres 225 Panaikang mengungkapkan kekagumannya, “Tiga hari latihan, saya sempat ragu.

Tapi ternyata penampilan mereka luar biasa. Terima kasih kepada adik-adik KKN.”
Ibu Ni’ma, wali kelas 2, pun turut memberi apresiasi. “Kami senang dan terbantu, anak-anak jadi lebih percaya diri dan semangat menunjukkan kemampuan mereka.”

Kebahagiaan juga terpancar dari para siswa. Akila, siswi kelas 3, dengan wajah berbinar berkata, “Mamaku nonton saya menari, senang sekali!” Sementara Navisa, kelas 2, mengaku awalnya takut, “Tapi karena kakak-kakak KKN, jadi berani tampil.”

Kegiatan ini membuktikan bahwa seni bisa menjadi alat pendidikan yang kuat dan sarana memperkenalkan wisata lokal secara kreatif. Anak-anak tak hanya menari, mereka juga membawa misi budaya ke ruang publik.

Sejalan dengan tema KKN Kebangsaan XIII: “Wisata Budaya, Warisan Dunia sebagai Aksi Kebangsaan: Kampus Berdampak dan Mengabdi untuk Negeri,” kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata daerah.

“Langkah Harmoni” bukan hanya tarian, tetapi juga simbol harapan: bahwa masa depan budaya Indonesia ada di tangan generasi yang berani tampil dan bersuara.

Penulis: Yuni Stevani

Komentar