Sultra Butuh Stadion! Ketua PBSI Dukung ASR Selesaikan Warisan yang Terbengkalai

Berita2705 Dilihat

Potretterkini id, KENDARI-Ketua PBSI Sulawesi Tenggara, Dr. LM Bariun SH MH, menegaskan bahwa pembangunan stadion Lakidende harus dilihat sebagai proyek jangka panjang yang tidak boleh hanya dinilai dari kondisi saat ini.

Menurutnya, proyek tersebut merupakan lanjutan dari program gubernur-gubernur sebelumnya dimulai pada era Nur Alam, kemudian diteruskan Ali Mazi, meski sempat tersandung persoalan hukum.

Kini, di tangan Gubernur Andi Sumangerukka (ASR), Bariun menilai ada upaya serius untuk menuntaskan sengketa lahan agar pembangunan stadion bisa kembali berjalan.

“Daripada dibiarkan mangkrak, Gubernur ASR menganggarkan kembali pembangunan agar stadion itu menjadi lapangan yang representatif,” ujarnya, kepada media Potretterkini.id, dalam menanggapi berita yang beredar media massa pembangunan Stadion Lakidende, Sabtu (6/12/2025)

Bariun menekankan bahwa pembangunan tersebut telah melalui kajian matang, mengingat Sulawesi Tenggara hingga kini belum memiliki stadion sepak bola yang memadai. Padahal, antusiasme masyarakat terhadap olahraga ini sangat tinggi. Selama ini, pertandingan sepak bola hanya mengandalkan Lapangan Benu-Benua yang notabene merupakan fasilitas milik Pemerintah Kota Kendari.

Ia juga menyebut bahwa keberadaan stadion baru nantinya dapat menjadi aset industri olahraga, membuka peluang ekonomi, bahkan menjadikan Sultra sebagai salah satu “home base” liga sepak bola nasional.

“Stadion itu nanti bukan hanya tempat main bola, tapi sumber pendapatan daerah. Ini visi besar gubernur agar Sultra punya ikon olahraga,” jelas Bariun.

Karena itu, ia menilai seharusnya Ketua PSSI Sultra ikut memberikan apresiasi dan dukungan, bukan sebaliknya.

“Langkah gubernur untuk melanjutkan pembangunan yang mangkrak itu murni untuk kepentingan masyarakat Sulawesi Tenggara. Kita harus beri dukungan penuh,” tegasnya.

Bariun menuturkan dengan menekankan bahwa setiap gubernur akan meninggalkan legacy, dan pembangunan stadion monumental ini adalah salah satu yang layak diwujudkan di era ASR.

Bariun menambahkan bahwa kehadiran stadion bertaraf modern akan memberikan dampak jangka panjang, bukan hanya bagi atlet sepak bola, tetapi juga untuk berbagai cabang olahraga dan kegiatan masyarakat.

Menurutnya, stadion tersebut kelak bisa menjadi pusat penyelenggaraan event skala regional hingga nasional, yang tentu akan menghidupkan sektor ekonomi kreatif, UMKM, transportasi, hingga pariwisata.

“Sultra punya banyak talenta sepak bola, tetapi minim fasilitas. Kalau stadion ini selesai, kita bisa lahirkan pemain-pemain hebat dari bumi anoa,” ungkapnya.

Selain itu, Bariun berharap agar pembangunan stadion Lakidende tidak dipolitisasi, mengingat proyek tersebut telah melewati era beberapa gubernur.

“Ini pembangunan lintas pemerintahan. Jangan dijadikan bahan polemik politik. Yang masyarakat butuhkan adalah fasilitas dan kemajuan olahraga,” tegasnya.

Ia juga mengimbau seluruh elemen, mulai dari pemerhati olahraga, pengurus cabang, hingga komunitas supporter sepak bola untuk bersatu mendukung pembangunan ini.

“Mari kita kawal bersama. Ini bukan hanya proyek fisik, tapi simbol kemajuan Sulawesi Tenggara,” tutup Bariun.

Dengan momentum dukungan berbagai pihak, masyarakat kini menantikan langkah konkret pemerintah provinsi dalam menyelesaikan pembangunan stadion yang telah lama dinantikan tersebut. (Med)

Komentar