Strategi Kaprodi IPS Pascasarjana UHO, Terapkan Pembelajaran Daring Tengah Pandemi

Pendidikan1763 Dilihat

Potretterkini.id– Genap lebih setahun Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) menghantam masyarakat Indonesia. Kondisi demikian mempengaruhi sistim Pendidikan Indonesia hingga perguruan tinggi, utamanya dalam pelaksanaann perkuliahan.

Namun hal ini tidak menyurutkan semangat Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Dr. Hj. Darnawati, S.Pd., M.Pd untuk berkreaktif dan berinovasi melahirkan solusi terhadap dunia pendidikan.

Foto bersama Kaprodi IPS Dr. Hj. Darnawati, S.Pd., M.Pd, dan Wisudawan Alumni Prodi IPS Pada 5 Agustus 2021 (Foto: Dok Alumni Prodi IPS)

Menurut Darnawati, bahwa dalam situasi Pandemi Covid 19 perlu melakukan upaya solutif demi berlangsungnya proses perkuliahan. Sejak tahun 2020 yang lalu program Pasca Sarjana Pendidikan IPS UHO melaksanakan pembelajaran dengan metode daring. Yakni dengan menggunakan aplikasi zoom, google map, google clasroom, Sipada .

“Tergantung dosen yang bersangkutan, aplikasi apa yang mudah untuk digunakan” terang Darnawati diwawancarai Jurnalis Potretterkini.id, usai mendampingi wisudawan alumni Prodi IPS berjumlah 19 orang (Kamis 5 Agustus 2021) di Aula Pascasarjana UHO.

Lanjut dia, pembelajaran daring atau online pasti ada dampak positif dan negatif . Sebab dalam menjamin efektifitas pembelajaran daring sangat bergantung kepada jaringan internet. Untuk itu, butuh kreativitas dosen sebagai pengampu mata kuliah dalam memainkan peran dalam pembelajaran.

“Mahasiswa kami tersebar diberbagai daerah wilayah Sulawesi Tenggara, terkadang ada beberapa daerah yang sulit jaringan. Dalam situasi seperti ini terkadang efektivitas terganggu,” terangnya.

Mengatasi hal itu, dirinya menjelaskan bahwa institusi yang dipimpinnya menjamin kemudahan bagi mahasiswanya. Tentunya dengan melakukan kolaborasi media pembelajaran, yang diatur secara optimal oleh dosen pengampu.

“Misalkan dalam perkuliahan tiba-tiba mahasiswa kehilangan jaringan, ketika mahasiswa mendapatkan kembali jaringan maka diterima lagi di admin. Bila dalam kondisi demikian sambungnya, masih mengalami kesulitan, maka dapat menggunakan media lain utamanya dalam mengirim tugas, misalnya dengan google clasroom,” tambahnya.

Mengenai Penerimaan mahasiswa sosok yang akrab disapa ibu Hj Darnawati ini, menjelaskan, pada program studi yang dipimpinnya telah melakukan berbagai upaya. Tentunya dengan menggunakan berbagai media yang ada, tergantung calon mahasiswa dengan cara apa untuk memudahkannya.

Foto bersama Kaprodi IPS Dr. Hj Darnawati, S.Pd., M.Pd, dan Wisudawan Alumni Prodi IPS Pada 18 Desember 2020 (Foto: Dok Alumni Prodi IPS)

“Dalam penerimaan atau pendaftaran mahasiswa baru kami menggunakan website resmi UHO. Selain itu sosialisasinya menggunakan brosur, kemudian disebar melalui grup Watshap forum komunikasi alumni.

“Pada intinya kami melakukan berbagai upaya dalam memudahkam akses bagi mahasiswa dan membawa mitra kepada seluruh stakeholder,” katanya.

Prodi IPS Terakreditasi Unggul 

Prodi IPS terus melakukan lompatan lebih jauh dalam meningkatkan kuantitas dan kualitasnya. Pada bulan Juni 7-8 2021, Prodi ini melalui visitasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan tinggi. Alhasil mendapat akreditasi “Unggul” tentu setelah memperoleh akreditasi seperti itu, kita tak lantas puas diri, tetapi semakin berusaha dan berjuang lebih terbaik.

“Prestasi ini menjadi tantangan buat kami prodi IPS untuk bekerja keras supaya apa yang kita dapatkan hari ini, kita pertahankan dan belum bagus dibenahi lebih bagus lagi,” katanya.

Peminatan Prodi IPS

Jumlah Peminatan Prodi IPS terdiri 6 Peminatan diantarannya pendidikan sejarah, pendidikan ekonomi, pendidikan sosiologi, pendidikan kewargnegaraan, pendidikan dasar, dan administrasi pendidikan.

Harapan saya kepada masyarakat secara umum memiliki motivasi untuk meningkatkan keilmuan karena ilmu itu, tidak berhenti setelah memperoleh sarjana (S-1), tetapi ilmu itu, akan berkembang terus baik melalui pendidikan formal maupun nonformal.

“Kita diperguruam Tinggi UHO khususnya prodi IPS pascasarjana, apa yang kita miliki itu bisa diterapkan terhadap masyarakat. misalnya alumni kita ada yang bekerja, sebagai pengawas, kepala sekolah dan seterusnya.

“Tidak hanya itu, alumni kita banyak bekerja diinstasi seperti perpustakaan dan ada mahasiswa kita menduduki jabatan dalam instasi tertentu,” tulasnya.

Kembangkan Prodi IPS Jalin Kerjasama Stakeholder 

Ketua Darma Wanita FKIP UHO, menyatakan, untuk mengembangkan Prodi IPS pihaknya menjali kerja sama dengan berbagai stakeholder, sehingga informasi tentang kegiatan pendidikan IPS bisa tersebar luas kemasyarakat.

Misi Prodi Angkat Kearifan Lokal Daerah

Selaku Kaprodi IPS UHO, ia memiliki misi dan tekad dari beberapa peminatan yang ada, bagi alumni bisa berkontribusi besar dalam mengembangkan penelitian studi, bukan hanya berkontribusi bagi daerah tetapi dapat berkontribusi pada negeri.

Seperti berkaitan peminatan pendidikan Sejarah, sediannya para peneliti dapat menggali lebih dalam potensi kearifan lokal daerah,

“Karena daerah kita ini banyak peninggalan sejarah atau kearifan lokal yang belum dikenal dari luar sana, dari situlah kita tekankan pada mahasiswa untuk melakukan penelitian didaerah, kemudian memunculkan kearifan lokal  tersebut,” jelasnya.

Penelitian mahasiswa itu, jelasnya, tidak hanya sebagai sumber belajar disekolahnya tetapi bisa membuatnya youtobe kearifan lokal tersebut, bisa diakses, dan bisa dibuka seluruh dunia dan tersosialisasikan secara luas pada masyarakat sehingga bisa dikenal daerah kita.

Reporter: La Ismeid

Komentar