STAIS Syarif Muhammad Raha, Mampu Cetuskan Alumni Yang Handal dan Kompeten 

Muna, Pendidikan1768 Dilihat

Potretterkini.id, MUNA- Sekolah Tinggi Agama Islam Swasta (STAIS) Syarif Muhammad Raha, satu-satunya perguruan tinggi agama di Kabupaten Muna. Kampus ini berdiri tahun 1997, dulunya hanya menyelenggarakan satu program Studi yakni pendidikan Agama Islam.

Namun demikian hingga saat ini, telah menamatkan mahasiswa sampai angkatan ke 20 sejak berdirinya. Dalam kondisi gedung dan bangunan yang belum terlalu mewah tetapi telah banyak menghasilkan alumni, dan telah memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan utamanya di Kabupaten Muna.

Hal ini disampaikan oleh Al Azhar, S.Pd.I., M.Pd.I selaku ketua Program Studi Pendidikan Agama islam STAIS Syarif Muhammad Raha (18/01/2021).

Foto bersama Drs. Mustafa, S.HI., MH selaku Kepala Pengadilan Agama Raha saat pelantikan Pengurus MUI Kab. Muna

Alumni magister Pendidikan Islam Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang menyampaikan bahwa saat ini STAIS Syarif Muhammad Raha terus meningkatkan kualitas. Saat ini tenaga pengajar yang ada yang telah memenuhi standar dengan kualifikasi dosen magister dan doktor.

Rata-rata menamatkan alumninya, alumi yang handal dan kompeten dari semua bidang yang dilakoni oleh mahasiswa. Tak hanya itu didukung Tenaga pengajar yang ada, juga berasal dari kampus-kampus ternama. Olehnya itu ia yakni bahwa STAIS Syarif Muhammad Raha tidak kalah bersaing dengan kampus-kampus lain di Sulawesi Tenggara.

“Kami yakin bahwa kampus kami tidak akan kalah bersaing dengan kampus-kampus yang lain. Sebab tenaga pengajar kami berasal dari kampus-kampus ternama misalnya UGM, UNISSULA, UIN Alaudin Makasar dan sebagainya,” terangnya.

Sebagai salah satu alumni, Al Azhar menyampaikan bahwa alumni STAIS Syarif Muhammad Raha telah bekerja dan mengabdi kepada bangsa. Selain mereka sebagai Guru Agama Islam di berbagai tingkatan sekolah baik SD, SMP maupun SMA, mereka juga bekerja di beberapa KUA bahkan di pertambangan.

Untuk diketahui bahwa salah satu komisioner BAWASLU yang ada di Muna maupun Muna Barat merupakan alumni STAIS Syarif Muhammad Raha. “alumni STAIS selain sebagai guru juga ada yang kerja di DEPAG, KUA, bahkan ada yang kerja di tambang, itu tergantung rejeki dan nasib masing-masing. Bahkan komisioner Bawaslu misalnya Aksar, S.Pd.I dan La Rudi, S.Pd.I adalah alumni STAIS.

Al Azhar mengajak kepada masyarakat bagi yang bercita-cita untuk jadi Guru Agama Islam di STAIS Syarif Muhammad Raha untuk segera mendaftarkan diri.

Kontributor : Kafarun

Komentar