Potretterkini.id, MUNA BARAT- Puluhan siswa kelas IX Madrasah Tsanawiah (MTs) Kusambi mengikuti kegiatan Studi Tour Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) ke Barugano Wuna, salah satu situs bersejarah penting di Jazirah Muna, pada Sabtu (02/08/2025).
Kegiatan ini turut didampingi langsung oleh Kepala Madrasah (Kamad), La Samala, S.Pd., M.Pd serta sejumlah guru pendamping. Ini juga merupakan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis cinta sebagai bentuk kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya terkait dengan program kegiatan kokurikuler di MTs Kusambi.
Dalam suasana penuh semangat dan rasa ingin tahu, para siswa menelusuri jejak masuknya Islam di wilayah Muna melalui wawancara langsung dengan narasumber lokal yang kompeten, serta pengamatan terhadap simbol-simbol sejarah yang terdapat di kawasan Barugano Wuna.
Kepala MTs Kusambi, La Samala, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar kontekstual di lapangan kepada para siswa. Dengan mendekatkan peserta didik langsung pada sumber sejarah, diharapkan pemahaman mereka terhadap perkembangan Islam di Jazirah Muna menjadi lebih kuat dan bermakna.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pembelajaran langsung di lapangan tentang masuknya Islam di Muna, melalui wawancara dengan narasumber yang kompeten, serta meningkatkan kecintaan siswa terhadap budaya dan kearifan lokal,” ujar La Samala, Jumat (08/08/2025).
Para guru pendamping aktif membimbing siswa selama kegiatan, memberikan penjelasan mendalam tentang simbol-simbol sejarah Islam yang ditemukan di lokasi, serta masukan edukatif untuk memperkaya perspektif peserta didik.
Salah satu guru pendamping mengungkapkan bahwa metode belajar seperti ini sangat efektif karena membuat siswa tidak hanya menghafal fakta sejarah, tetapi juga merasakan langsung nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Kami menjelaskan tentang makna simbol, peninggalan, serta kaitannya dengan perkembangan dakwah Islam di masa lalu. Siswa menjadi lebih tertarik dan aktif bertanya,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga membawa suasana rekreatif yang sehat dan menyenangkan bagi siswa. Belajar di luar kelas, berinteraksi langsung dengan lingkungan budaya, serta berjalan bersama teman dan guru menjadikan studi tour ini sebagai pengalaman yang tidak terlupakan.
“Seru sekali! Belajarnya lebih menyenangkan karena langsung lihat tempatnya dan bisa tanya-tanya juga,” ujar salah satu siswa dengan antusias.
Dengan kegiatan seperti ini, MTs Kusambi tidak hanya menanamkan pengetahuan sejarah semata, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Islam lokal, serta memperkuat identitas keislaman yang berakar pada kearifan leluhur.
Studi tour ini diakhiri dengan refleksi bersama, dokumentasi kegiatan, dan doa penutup. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari penguatan profil pelajar madrasah yang berilmu, berbudaya, dan berakhlak mulia.
Editor: Kafarun







Komentar