Sejumlah Figur Digadang-gadang Nahkodai PSSI Sultra

Metro Kota858 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI– Sejumlah Figur Ketua Persatuan Sepak Bola (PSSI) Sulawesi Tenggara bakal bertarung pada Musyawarah Wilayah (Muswil) Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) diagendakan digelar akhir tahun 2021 paling lambat awal tahun 2022 mendatang.

Nama yang layak memimpin Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Sultra, adalah Prof DR Zamrun Firihu (Rektor Universitas Halu Oleo), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (Mantan Pangdam XIV Hasanuddin) DR Ruksamin (Bupati Konawe Utara), Kerry Syaiful Konggoasa (Bupati Konawe) dan DR Arsalim Arifin (Mantan Wabup dan Ketua PSSI Konsel).

Figur yang maju untuk melanjutkan kepemimpinan Sabaruddin Labamba, Pemerhati sepak bola Sultra menyakini bisa memajukan olahraga sepak bola di bumi anoa ldan membawa PSSI berjaya.

“Prestasi dan prestise olahraga sepak bola Sulawesi Tenggara sudah lama tidak menggaung, bahkan untuk lolos di Pra PON sangat sulit. Untuk itu kami sebagai pemerhati dan pegiat sepak bola di Sultta berharap Muswil PSSI dapat melahirkan pemimpin yang visioner dan membawa PSSI Sultra bisa berjaya ditingkat regional dan nasional,” katan Eks pelatih PS Buton Jasman Harun.

Mantan Pemain Gelora Dewata Bali dan PS Unhalu ini mengaku, sejumlah nama yang disebut sebut dinilai sangat tepat dan cocok untuk membawa PSSI Sultra melahirkan pesepak bola yang bisa berkompetisi dan berjaya.

“Muswil yang bakal menentukan Ketua Pengprov PSSI Sultra untuk masa bhakti 2022-2026 mendatang ini jangan dijadikan sebagai ajang untuk mencari popularitas dan dijadikan kendaraan politik jelang hajatan Pemilu dan Pilkada, tetapi bagaimana melahirkan kepengurusan yang serius untuk melahirkan atlit sepak bola Sultra,”ungkapnya.

Begitu juga dengan mantan pelatih PS Konawe Martinus Sapan mengatakan, ajang pemilihan Ketua PSSI Sultra dapat menunjuk pemimpin yang dapat menjadikan PSSI Sultra dapat berkibar dan melahirkan pesepak bola yang mampu bersaing di tingkat regional dan nasional. Selain itu PSSI Sultra hingga kini belum mampu tembus di Liga I Indonesia.

“Nama nama yang disebut sebut tersebut dinilai tepat untuk memimpin PSSI Sultra. Namun demikian kami mempunyai catatan agar PSSI jangan dibawa kerana politik, tetapi dijadikan sebagai organisasi yang memanajemen PSSI untuk melahirkan pesepak bola yang bisa berkompetisi ditingkat regional dan nasional, termasuk dapat meloloskan di PON mendatang,”katanya.

Senada dengan mantan pelatih PS Konsel dan PS Sultra di PON Riau Nurwan mengaku, PSSI Sultra sudah lama vakum dari hingar bingar sepak bola di Sulawesi Tenggara. Untuk itu diharapkan calon calon yang akan maju dibursa pemilihan ketua PSSI Sultra harus memiliki visi dan misi yang konsent dan serius mengurusi dan dapat melahirkan atlit sepak bola yang dapat berkiprah dilevel nasional.

“Kami selaku pemerhati dan mantan pemain sepak bola di Sultra berharap, siapapun yang maju di pencalonan ketua PSSI Sultra agar menjadikan PSSI sebagai organisasi yang mampu melahirkan atlit sepak bola yang dapat membawa nama Sultra di PON mendatang. Selain itu juga PSSI Sultra dapat mengikutkan club sepak bola Sultra untuk berkompetisi di Liga I Indonesia,”pungkasnya. (Med)

Komentar