Sampaikan Orasi Ilmiah Wisuda ke 24 STAI Syarif Muhammad Raha Prof. Hamdan Juhannis tegaskan Jadilah Sarjana Sejati

Daerah2118 Dilihat

Potretterkini.id, MUNA– Ketua Koordnator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah VIII sekaligus Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., membawakan orasi ilmiah bertajuk

“Menjadi Sarjana Sejati, Bukan Kawe” dalam acara Wisuda ke 24 STAI Syarif Muhammad Raha, yang digelar di Galampano Kantolalo, Kabupaten Muna, Sabtu (02/08/2025).
Sebagai pimpinan pada kedua lembaga tersebut, beliau tidak hanya dikenal sebagai birokrat kampus, tetapi juga pemikir progresif yang teguh pada nilai-nilai akademik dan keislaman.

Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D bersama dosen2 STAI Syarif Muhammad Raha

Tegas dalam prinsip, ia tak segan mendorong perubahan dan pembaruan sistem, menolak kompromi terhadap kualitas pendidikan. Namun dibalik ketegasannya, ia tetap membumi, mendengarkan, dan membuka ruang dialog. Gaya komunikasinya yang lugas tapi hangat menjadikan ia dihormati bukan karena jabatan, tetapi karena integritas dan ketulusannya dalam membina.

Di hadapan para wisudawan, civitas akademika, serta tokoh masyarakat yang hadir, Prof. Hamdan menyampaikan orasi ilmiah yang inspiratif dan menyentuh nilai-nilai dasar intelektualisme sejati.

“Sarjana sejati itu berebut tapi tidak ribut. Seperti pohon, bila tumbang akan ribut, namun jika tumbuh akan senyap,” ucapnya. Lebih lanjut ia menekankan bahwa seorang sarjana sejati tidak boleh terpesona oleh hasil akhir, melainkan harus menghargai proses perjuangan.

“Terpesonalah pada proses, bukan pada pencapaian. Karena nilai sesungguhnya dari gelar sarjana ada pada perjuangan dan kedewasaan yang kalian bentuk selama menempuh pendidikan,” tuturnya.

Ia juga membagikan prinsip hidup yang ia anut: seorang sarjana harus 70 persen memberi dan hanya 30 persen menerima. Dalam mengejar keberhasilan pun, 70 persen harus melalui kerja keras dan sisanya strategi.

Mengakhiri orasinya, Prof. Hamdan berpesan kepada para sarjana agar tidak terjebak dalam ambisi keberlebihan, tetapi justru mengejar kebermanfaatan dalam hidup. “Kebermanfaatan jauh lebih berharga dibanding keberlebihan. Jadilah manusia yang dibutuhkan, bukan hanya yang diperhatikan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hamdan juga menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap peran STAI Syarif Muhammad Raha sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang terus mencetak generasi intelektual untuk kemajuan daerah.

“STAI Syarif Muhammad Raha adalah aset berharga untuk Kabupaten Muna. Dari kampus ini telah lahir banyak tokoh yang mengelola dan memimpin daerah. Ini harus terus dijaga dan dikembangkan,” tegasnya.

Wisuda ke-24 ini menjadi momentum penuh makna, bukan hanya bagi para lulusan yang resmi menyandang gelar sarjana, tetapi juga sebagai refleksi akan pentingnya mencetak sarjana yang sejati, bukan sekadar pemilik ijazah.

Editor:Kafarun

Komentar