Rektor Unsultra: Era Disrupsi, Peluang dan Tantangan Pendidikan

Berita1094 Dilihat

Potretterkini.id- PERUBAHAN besar dan mendasar terjadi hampir di setiap lini kehidupan. Kini, gaya manusia menikmati hidup dan serba mengalami perubahan berbeda dengan era-era sebelumnya. Tentu adanya perubahan itu, memberi peluang sekaligus tantangan kepada setiap institusi pemerintah, termasuk perguruan tinggi dan masyarakat pada umumnya.

Perubahan besar dan mendasar itu adalah disebut era disrupsi. Dalam era disrupsi, perubahan tidak terjadi secara bertahap seperti orang meniti tangga. Perubahan pada era itu lebih menyerupai ledakan gunung berapi yang meluluhlantakkan ekosistem lama dan menggantinya dengan eksosistem baru yang sama sekali berbeda.

Rektor Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) Prof Dr.Ir.H Andi Bahrun, M.Sc Agric, memandang perlu perubahan sistem digitalisasi yang sedang berkembang saat ini.

Andi bilang era revolusi industri dan era disrupsi sudah membawa perubahan, hal itu dintandai adanya inovasi dan perubahan yang fundamental akibat hadirnya teknologi digital.

Salah satu dampak utamanya adalah semua sektor kehidupan khususnya sektor pendidikan. Mau tidak semua sektor khususnya pendidikan baik level sekolah dasar sampai perguruan tinggi harus mempersiapkan diri, memahami kecenderungan-kecenderungan masa depan.

“Sebab kalau tidak mampu dan memahami masa depan boleh jadi kita terjebak pada explayer Generasion. Artinya akan tertinggal oleh zaman dan boleh jadi kita akan tergilas akan kebelakang,” terangnya.

Maka salah satu solusinya adalah mempersiapkan diri dan mampu beradaptasi dengan kemampuan teknologi digital ini.

Dunia pendidikan sekarang ini tentu masalahnya adalah kita berpikir lebih cemerlang lebih berinovasi menciptakan hal yang baru, dunia pembelajaran era pandemik ini, kata dia, justru mempercepat pembelajar berbasis digital.

Lebih detail tokoh pendidikan sultra ini menuturkan, adanya pembelajaran dari rumah dan pembelajaran daring. Kita sadari banyak tantanganya, kesiapan keberagaman infranstruktur mulai dari pusat jakarta hingga wilayah kota dan pedesaan dalam melakukan transformasi digital.

Seyogianya ada kesiapan SDM dan masyarakat kesiapan anak didik termaksuk kesiapan infranstruktur instasi sektor pendidikan.

Tetapi Alhamdulilah hikmah era pandemik mampu melakukan lompatan didalam pembelajaran daring. Sudah menjadi tanggungjawab pemerintah bersama masyarakat perlu saling bahu membahu dan bersinergi mencari solusi. Hal ini ditandai tren global ditandai dengan kemajuan pusat teknologi, perubahan sosio kultural, perubahan lingkungan hidup dan perubahan lapangan kerja.

Kurikulum disamping pembelajaran menggunakan daring dan juga luring yang terbaik kedepan kombinasi, meskipun ada juga kekurangan ada nilai yang belum tertransfer. Tatap muka itu tidak hanya berbicara transfer ilmumya tetapi ada nilai hubungan manusia itu juga.

Oleh karena itu kedepan blanding learning atau hibrid model kombinasi yang dan luring, bahkan akan dominan daring nantinya. Suatu saat dinding-dinding itu tidak ada lagi dinding pemisa suatu pembelajaran ada kajian era disrupsi ini.

Kemudian tenaga pendidik tampil sebagai garda terdepan dalam mewujudkan pendidikan seutuhnya. Untuk itu dosen yang baik adalah dosen yang mampu memvasilitasi mahasiswa atau siswa dimana saja, belajar kapan saja dan belajar dengan siapa saja.

Tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya dan spritual yang telah mengakar dengan budaya kita sebagi bangsa. Perguruan tinggi termaksuk Unsultra sekarang ini membangun bagaimana ekosistem merdeka belajar dan kampus merdeka.

Dream To Become A Future University mimpi tentang menjadi perguruan tinggi terdepan dimasa depan.

Lulusan perguruan tinggi termaksuk unsultra mampu beradaptasi bersinergi menyesuaikan diri dengan tren-tren dinamika global nasional dan regional,” tuturnya.

Bagaimana kita bisa mengawinkan dunia pendidikan dan industri. Kita juga banyak melibatkan mahasiswa untuk belajar diluar prodinya, diluar perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri.

Dosen banyak kita dorong keluar mengabdi industri mengabdi dalam sektor diluar sehingga merasa pengalaman dan mengetahui apa kebutuhan masyarakat.

Demikian pula hasil riset dan pengabdian harus bisa ada manfaatnya bagi masyarakat. Bisa berkolaborasi dengan pihak industri baik dalam maupun lua negeri NJO harus kita lakukan. Unsultra itu eksis dan salah satu kita harus berpikir mengikuti perubahan digital global.

“Kita menyiapkan SDM infranstruktur sarana dan prasaran kita perbaiki termaksuk laboratorium pembelajara kita tingkatkan,” ucapnya.

Dalam esensi pendidikan itu kan aspek ada pembelajaran aspek pembinaan dan penumbuhan karakter. Sehingga mahasiswa Unsultra sejak kuliah sudah mulai bekerja.

“Kita siapkan mahasiswa bisa beradaptasi pada pekerjaan,” pungkasnya.

Penulis: La Ismeid

Komentar