Potretterkini.id, KENDARI – Memasuki 100 hari masa kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), bersama Wakil Gubernur Hugua, sejumlah gebrakan strategis mulai tampak nyata. Hal ini menjadi perhatian Pengamat Publik, Dr. LM Bariun, SH MH, yang menilai duet kepemimpinan ini menunjukkan kombinasi antara kedisiplinan militer dan pendekatan humanis yang merakyat.
Dalam refleksinya, Dr. Bariun melihat berbagai pencapaian awal ASR-Hugua, mulai dari pembenahan infrastruktur fisik dan suprastruktur birokrasi, hingga tata kelola pemerintahan yang lebih disiplin dan transparan.
“Wajah Kantor Gubernur mulai berubah, disiplin ASN makin terlihat. Bahkan sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) mulai digenjot, terutama lewat optimalisasi kinerja Bapenda,” ujarnya, kepada Waratwan, Sabtu (16/8/2025).
Selain aspek teknokratis, ASR juga dikenal aktif di kegiatan sosial masyarakat dengan menggunakan dana pribadi. Menurut Dr. Bariun, kepekaan sosial ASR menjadi kekuatan tersendiri yang memperlihatkan jiwa besar dan kepeduliannya terhadap rakyat.
Peningkatan SDM dan Penertiban Pertambangan
Gebrakan besar lainnya adalah fokus pembangunan di sektor sumber daya manusia (SDM). Gubernur ASR dinilai menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasional. Tak hanya itu, penertiban sektor pertambangan juga menjadi perhatian utama dengan pendekatan hukum dan regulasi yang lebih tertib dan adil.

ASR juga sukses membawa Sultra menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Produk Hukum Daerah yang menurut Dr. Bariun merupakan langkah strategis dalam memperkenalkan Sultra di mata nasional, sekaligus memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah.
Menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia, ASR menunjukkan komitmen pada nilai-nilai kebangsaan, salah satunya dengan seleksi Paskibraka dari kalangan pelajar terbaik daerah. Ini dianggap sebagai bentuk edukasi karakter sekaligus kebanggaan bagi pelajar membawa nama daerah di ajang nasional.
Di sisi lain, sektor olahraga juga tidak luput dari perhatian. ASR meninjau langsung kondisi venue olahraga yang selama ini terbengkalai, dan mendorong revitalisasi sarana olahraga demi peningkatan prestasi atlet Sultra di tingkat nasional.
Kepemimpinan Tegas Berbasis Integritas
Sebagai mantan perwira tinggi TNI, ASR mengedepankan nilai-nilai disiplin dan integritas tinggi di lingkungan pemerintahan. Ia tidak memandang latar belakang, melainkan lebih fokus pada kualitas, loyalitas, dan kemampuan membangun daerah.
“ASR ingin kepala OPD dan pejabat daerah tidak hanya cakap secara teknis, tapi juga memiliki semangat perjuangan demi Sultra,” tambah Dr. Bariun.
Direktur Pascasarjana Unsultra ini juga menyebut bahwa stabilitas politik dan keamanan di bawah kepemimpinan ASR-Hugua sangat kondusif. Gubernur aktif turun langsung ke kabupaten/kota untuk memberikan semangat percepatan pembangunan secara merata.
Dalam konteks peringatan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Dr. LM Bariun menilai kepemimpinan ASR-Hugua mencerminkan semangat kemerdekaan yang sejati yakni membebaskan rakyat dari keterbelakangan, kesenjangan, dan ketidakadilan.
“Kepemimpinan ini bukan hanya administratif, tapi visioner. Mereka tidak sekadar melanjutkan program lama, tapi hadir dengan energi baru dan gebrakan nyata,” ujarnya.
Menurutnya, semangat Proklamasi 17 Agustus tidak hanya diperingati lewat upacara, tapi lebih dalam lagi diwujudkan melalui kerja nyata dan keberpihakan pada rakyat.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meski banyak capaian positif, tantangan ke depan tidak ringan. Dr. Bariun mengingatkan bahwa konsistensi dan keberlanjutan adalah kunci. Perbaikan tata kelola sumber daya alam, pemberantasan praktik ilegal, serta peningkatan indeks pembangunan manusia harus terus dijaga dengan kerja kolektif dan pengawasan publik.
Ia juga berharap sinergi antara Gubernur ASR dan Wagub Hugua terus terjaga, karena duet ini telah menunjukkan keseimbangan antara ketegasan dan empati, antara visi besar dan langkah konkret.
“ASR dengan latar belakang TNI membawa ketegasan dan disiplin, sementara Hugua sebagai tokoh sipil dan eks kepala daerah membawa sentuhan humanis dan inklusif. Ini duet yang saling melengkapi,” kata Bariun.
Dr Bariun menekankan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang tidak membeda-bedakan rakyatnya, dan mampu menjadi teladan baik secara moral maupun etos kerja.
“ASR-Hugua telah memberikan contoh bagaimana pemimpin bisa bijaksana, bersih, dan tetap membumi di tengah rakyatnya,” pungkasnya.
Refleksi ini menjadi catatan penting bagi masyarakat Sultra di tengah momen besar peringatan 80 tahun Indonesia merdeka bahwa pembangunan bukan sekadar angka, tapi tentang menghadirkan harapan nyata bagi masa depan generasi berikutnya. (Med)







Komentar