Potretterkini.id, SOPPENG-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi menetapkan Andi Jumawi sebagai Ketua PWI Kabupaten Soppeng periode 2025–2028. Penetapan tersebut diputuskan dalam Rapat Pleno PWI Pusat via Zoom, Selasa (25/11/2025), setelah melalui sejumlah proses klarifikasi terhadap laporan keberatan salah satu calon.
Pleno PWI Pusat Tegaskan Proses Pemilihan Sah
Rapat yang dihadiri jajaran pengurus PWI Pusat—termasuk Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, Ketua Bidang Organisasi Zulkifli Gani Ottoh, serta Ketua Bidang Pembelaan & Pembinaan Hukum Anrico Pasaribu—menghasilkan keputusan bahwa tidak ditemukan pelanggaran prosedural selama Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Soppeng berlangsung.
Laporan keberatan dari calon ketua Alimuddin beserta timnya dinyatakan tidak didukung bukti kuat, baik terkait PD/PRT maupun Ketentuan Etik Jurnalistik (KEJ).
Deadlock 7–7 Berakhir Lewat Fakta Integritas
Sebelumnya, Konferkab PWI Soppeng pada 24 Juli 2025 menghasilkan suara imbang 7–7 dari 14 pemilih tetap. Untuk mengatasi kebuntuan, kedua calon menyepakati Fakta Integritas sebagai mekanisme penentu.
Hasil penilaian menunjukkan Andi Jumawi memenuhi seluruh poin dalam kesepakatan tersebut.
Pada 27 Agustus 2025, PWI Sulawesi Selatan melalui Rapat Pleno Ketiga telah menetapkan Andi Jumawi sebagai ketua terpilih, namun kemudian muncul keberatan yang berujung pada pemeriksaan di tingkat pusat.
SK PWI Pusat Perkuat Keputusan
PWI Pusat akhirnya mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: 027-PKU/PP-PWI/X/2025 tertanggal 27 November 2025, yang mengesahkan kepengurusan PWI Kabupaten Soppeng periode 2025–2028 di bawah kepemimpinan Andi Jumawi.
Andi Jumawi Siap Rangkul Semua Anggota
Usai menerima SK, Andi Jumawi menyampaikan rasa syukur dan berkomitmen membangun PWI Soppeng secara inklusif.
“Saya akan merangkul semua anggota untuk bersatu dalam satu profesi demi kemajuan organisasi di Kabupaten Soppeng,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Dengan keluarnya SK ini, polemik panjang Konferkab PWI Soppeng resmi berakhir, dan organisasi kini memiliki kepemimpinan baru yang diakui secara sah oleh PWI Pusat. (Redaksi)







Komentar