Potretterkini.id, KENDARI – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara, La Ode Darwin, mengelilingi 1.228 dulang yang disuguhkan masyarakat pada kegiatan Silaturahmi Akbar KKMM yang digelar di kawasan Eks MTQ Kendari, Minggu (19/7/2026). Ribuan dulang yang tersaji menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan masyarakat Muna, sekaligus mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

La Ode Darwin tampak mengenakan pakaian adat Muna didampingi sang istri saat mengelilingi deretan dulang yang telah disiapkan masyarakat. Turut hadir Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, tokoh Kerajaan Nusantara La Ode Riaga, serta sejumlah tokoh masyarakat dan adat.
Puluhan ribu warga memadati kawasan Eks MTQ sejak pagi hari. Suasana semakin semarak ketika rombongan Kerajaan Muna memasuki lokasi acara bersama Ketua Umum KKMM Sultra. Berbagai pertunjukan budaya turut memeriahkan kegiatan, mulai dari atraksi silat Muna sebagai penyambutan tamu kehormatan, alunan gambus Muna, tarian tradisional yang dibawakan anak-anak, hingga penampilan musik Katumbu yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat.
Antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Sejak pagi, masyarakat datang berbondong-bondong untuk menyaksikan rangkaian kegiatan sekaligus mempererat tali silaturahmi. Kehangatan dan kebersamaan yang tercipta mencerminkan kuatnya rasa persaudaraan masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara.
Silaturahmi Akbar ini menjadi momentum yang telah lama dinantikan masyarakat. Selain mempererat hubungan kekeluargaan, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat persatuan dan kejayaan masyarakat Muna sebagaimana pernah terbangun pada masa kepemimpinan Gubernur Kaimuddin.
Pembentukan dan penguatan KKMM dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga persatuan, melestarikan nilai-nilai budaya, serta memperkokoh solidaritas masyarakat Muna. Semangat “Witeno Wuna Barakati” atau Tanah Muna yang penuh keberkahan menjadi pesan yang terus digaungkan sebagai simbol kecintaan terhadap tanah leluhur.
Kegiatan Silaturahmi Akbar KKMM Sultra turut dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Wali Kota Kendari dr. Siska Karina Imran, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat umum yang memadati lokasi acara hingga kegiatan berakhir.
La Ode Darwin, menyampaikan bahwa Silaturahmi Akbar bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan masyarakat Muna yang tersebar di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, nilai gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat melalui penyajian 1.228 dulang merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Keberhasilan acara tersebut, kata Darwin, merupakan hasil kerja sama seluruh pengurus KKMM, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, serta masyarakat yang secara sukarela berpartisipasi menyukseskan kegiatan.
Pencapaian Rekor MURI melalui penyajian 1.300 dulang menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Muna. Rekor tersebut tidak hanya mencerminkan besarnya partisipasi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan tradisi dan budaya Muna kepada masyarakat Indonesia. Dulang yang disajikan berisi beragam makanan khas sebagai simbol penghormatan kepada tamu sekaligus wujud rasa syukur dan persaudaraan.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Silaturahmi Akbar KKMM Sultra juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi masyarakat. Kehadiran puluhan ribu pengunjung turut menggerakkan pelaku usaha mikro, pedagang kuliner, serta pelaku ekonomi kreatif yang memanfaatkan momentum kegiatan untuk memasarkan produk lokal.
Melalui kegiatan ini, KKMM Sultra berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memperkuat persatuan, melestarikan budaya, serta meningkatkan peran masyarakat Muna dalam mendukung pembangunan daerah.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam Silaturahmi Akbar diharapkan menjadi fondasi kuat untuk membangun masyarakat yang semakin maju, harmonis, dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai adat dan budaya leluhur. (Med)







Komentar