PT Tiran Mineral Telah Memiliki Ijin Yang Lengkap, Humas: Yang Hembuskan Isu Negatif Bisa Berurusan dengan Penegak Hukum

Metro Kota698 Dilihat

Potretterkini.id, KONAWE UTARA – Sudah banyak Investasi yang telah dilakukan PT Tiran bersama Groupnya di daerah Sulawesi Tenggara. PT Tiran Group sudah memberi bukti di Sulawesi Tenggara dengan adanya Pendirian Pabrik Gula, perkebunan, Peternakan, dan Pertambangan serta Unilever.

Tiran Group dengan segala unit usahanya tersebut, telah mempekerjakan masyarakat di daerah ini lebih dari 10.000 orang. Kegiatan terbaru Tiran Group melalui PT Tiran Mineral yang sedang dilakukan saat ini adalah Humas PT Tiran Mineral menerangkan bahwa Pembangunan Smellter berlokasi di desa Waturambaha Kecamatan Laosolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara.

“Dalam perencanaan kegiatan membangun Smellter ini diawali dulu dengan kegiatan penataan lokasi, seperti pembukaan jalan penghubung dilokasi, penataan lokasi pelabuhan, juga termasuk meratakan gunung yang ada didalamnya bila diperlukan.

Dan bila didalam aktifitas tersebut ada bahan galian/kandungan mineral yang ditemukan, maka atas perintah Undang-Undang bisa mengambilnya untuk dilakukan penjualan sesuai Izin Usaha Perambangan Untuk Penjualan Hasil Kandungan Mineral yang telah diberikan kepada PT Tiran Mineral, dan pihak Tiran komitmen membayarkan Pajaknya ke negara,” terangnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Sultra lebih lanjut menyampaikan bahwa Berkaitan dengan aktifitas Pembanguan Smellter PT tersebut telah mempunyai legalitas sebagaimana amanah undang undang.

“Semua legalitas seperti IUP, Izin Industri, IPPKH, IUPKI, dan segala izin lainnya semuanya sudah ada dan telah lengkap dipenuhi” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan kepada berbagai pihak untuk tidak lagi mempertanyakan legalitas perusahaan tersebut, sebab itu sudah punya kekuatan hukum.

“Kalau masih ada pihak-pihak yang mempersoalkan atas Izin dan legalitas lainnya maka itu sudah masuk kategori Pidana karena sama dengan menghalang-halangi proses pembangunan yang sedang berjalan. Bila itu terus-terusan dilakukan bahkan mengarah kepada tindakan menghasut maka bisa jadi tidak hanya berurusan dengan Pihak Perusahaan malah nanti juga akan berurusan dengan pihak penegak hukum,” jelasnya.

Mantan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tenggara lebih lanjut menerangkan bahwa PT Tiran dan Groupnya adalah Perusahaan yang sungguh-sungguh mau membangun di daerah Sulawesi Tenggara ini.

“Menjadi tidak adil kiranya kalau ada pihak-pihak yang terus menerus mempersoalkan aktifitas Tiran padahal didukung dengan semua kelengkapan legalitas sementara yang lainnya tidak jelas lagalitasnya seolah didiamkan saja” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan bahwa di daerah Konawe Utara telah memberikan lapangan kerja bagi masyarakat. Terkhususnya PT Tiran Mineral telah mempekerjakan sejumlah 800 orang lebih mayoritas masyarakat lokal disana.

“Insya Allah kalau sudah berdiri Smellter yang dilakukan oleh PT Tiran Mineral di Waturambaha saat ini, maka kedepannya akan dilakukan rekruitmen ribuan karyawan, sehingga bisa menjadi lapangan kerja baru lagi bagi masyarakat lokal kita disana.

Oleh karena itu, tentu pihak Tiran sangat berharap akan dukungan full dari semua pihak atas pembangunan Smellter ini. Tidak benar kalau ada pandangan bahwa Tiran hanya berkedok seolah-olah membangun Smellter padahal dibalik itu hanya mau menambang saja, ini adalah sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak ingin Smellter berdiri di daerah Konawe Utara,” terangnya.

 

Mantan Anggota legislatif dari PKS ini, menyampaikan bahwa Karena segala legalitas yang dikeluarkan kepada Pihak Tiran untuk aktifitas di Waturambaha ini adalah Legalitas yang berkaitan dengan Pemdirian Smellter dan semua itu butuh biaya besar dalam kepengurusannya.

Lagi pula lanjutnya, kalau hanya sekedar menambang, Pihak Tiran sudah punya lahan tambang berlokasi di Lameruru Langgikima Konawe Utara seluas 1.400 Hektar yang diperkirakan di tambang sampai 20 tahun ke depan pun tidak akan habis.

“Jadi kalau Tiran tujuannya hanya sekedar menambamg tentu tidak perlu lagi ke Waturambaha cukup kita maksimalkan saja yang di Lameruru Langgikima tersebut. Tapi karena kita ingin supaya daerah Konawe Utara ini punya Smellter sendiri, sehingga pihak Tiran dengan segala ikhtiar melalui PT Tiran Mineral bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya.

“Maka Insya Allah dengan dukungan penuh dan kerja sama dari semua pihak semoga tahun 2022/2023 nanti di desa Waturambaha wilayah Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara

sudah bisa berdiri Smellter tersebut,” pungkasnya. (Redaksi)

Komentar