Prof Usman Rianse Dilantik Jadi Ketua MUI Muna, Simpul Pemersatu Umat dan Intelektual Daerah

Berita Utama1819 Dilihat

Potretterkini.id, MUNA-Cendekiawan Muslim sekaligus Rektor Universitas Karya Persada Muna, Prof. Dr. Ir. H Usman Rianse M.S, resmi dilantik sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Muna Masa Khidmat 2025-2030 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat. Pelantikan tersebut menuai sambutan luas dari berbagai kalangan, menandai harapan baru atas peran strategis MUI dalam membina umat di daerah ini.

Acara pelantikan yang digelar di Galampano Kantolalo turut dihadiri jajaran tokoh agama, pimpinan lembaga pendidikan, pemerintah daerah, serta organisasi keislaman lintas generasi. Pengukuhan dilakukan oleh perwakilan MUI Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan disaksikan langsung oleh Bupati Muna dan unsur Forkopimda.

Salah satu dukungan menguat datang dari Ketua Dewan Pembina Yayasan Karya Mitra Persada Dr Albert, lembaga yang menaungi Universitas Karya Persada Muna, tempat Prof Usman Rianse kini menjabat sebagai rektor.

Menurut Albert, Prof. Usman sebagai Ketua MUI adalah langkah tepat dalam merajut kembali kohesi sosial dan keagamaan di Muna.
“Beliau bukan hanya seorang guru besar, tetapi juga simbol persatuan yang mampu merangkul berbagai kelompok baik tokoh agama, intelektual, maupun generasi muda,” tegas Albert, Senin (30/06/2025).

Ia menambahkan, pengalaman Prof. Usman mantan Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) tentu geliat tingkat nasional dan kapasitas akademiknya yang mumpuni menjadikannya tokoh yang sangat relevan memimpin MUI di era yang penuh tantangan.

“Kami di Yayasan Mitra Karya Persada melihat langsung bagaimana beliau membangun kampus ini bukan hanya sebagai institusi akademik, tapi juga sebagai pusat nilai dan integritas. Semangat itu yang kini dibawa ke MUI,” ujar Albert lebih lanjut.

Sebagai mantan Rektor Universitas Halu Oleo  dan guru besar yang dihormati, Prof Usman dikenal luas sebagai figur moderat dan visioner. Selama ini, ia aktif dalam forum-forum keislaman dan kebangsaan, serta terlibat dalam berbagai upaya penguatan nilai keagamaan yang inklusif.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Muna Prof Usman Rianse  menegaskan bahwa MUI harus menjadi rumah besar umat Islam yang tidak hanya hadir dalam aspek fatwa, tetapi juga dalam pendidikan, dialog, dan pelayanan sosial.

“MUI Muna harus tumbuh menjadi mitra umat, bukan sekadar menara pengawas. Kita akan hadir lebih dekat dengan masyarakat, menjawab persoalan mereka dengan hikmah dan pendekatan yang solutif,” ungkapnya.

Pelantikan ini pun direspons positif oleh pemerintah daerah Bupati Muna Bachrun Labuta menyatakan bahwa kolaborasi antara ulama dan umara akan diperkuat demi menciptakan masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing.

Di bawah kepemimpinan Prof Usman Rianse, MUI Muna diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial yang berbasis nilai-nilai keislaman yang damai, toleran, dan kontekstual. Sosoknya yang kuat di dunia pendidikan sekaligus keumatan menjadikannya jembatan strategis antara tradisi dan masa depan.

Pewarta : Kafarun

Komentar