Pertarungan Elit, Suara Vs Ewako Dalam Kacamata Pengamat

Berita1143 Dilihat

Potretterkini.id,KONSEL– Dua Bakal Calon (Balon) bupati dan wakil bupati Konawe Selatan (Konsel), baru saja mendaftarkan diri di KPU sekaligus deklarasi maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

Kedua Balon tersebut, yakni Muhamad Endang SA-Wahyu Ade Pratama Imran, dan Surunuddin Dangga-Rasyid.

Seperti diberitakan sebelumnya, pendaftar pertama yang tiba di KPU Konsel adalah pasangan Endang-Wahyu pada pukul 08.00 Wita, dengan didampingi sejumlah elit politik.

Seperti Bupati Kolaka Utara (Kolut), Nur Rahman, Bupati Konawe, Kery Konggoasa, Bupati Kolaka Ahmad Syafei, dan tokoh lainnya.

Usai mendaftar, Paslon berakronim Ewako ini, melanjutkan deklarasi sebagai bentuk pernyataan kesiapan diri maju di Pilkada Konsel 2020, yang berlokasi di lapangan sepak bola, Kecamatan Andoolo.

Beda halnya dengan Paslon Surunuddin-Rasyid, yang lebih dulu mendeklarasikan diri maju Pilkada 2020, yang bertempat di lapangan sepak bola Kecamatan Palangga.

Setelah menggelar deklarasi, pukul 13.40 Paslon Surunuddin-Rasyid tiba di KPU untuk mendaftarkan diri. Saat itu yang turut mendampingi, diantaranya Ketua DPD II Golkar Konsel, Irham Kalenggo.

Selanjutnya Ketua DPD Partai NasDem Konsel, Tasman Lamuse, Ketua DPC PKS, Konsel, Jamhuri Karim, Ketua DPC Partai PKB Konsel, Bambang Sutejo, dan Ketua DPC PBB Konsel, Andi Achmad serta ribuan masyarakat Konsel

Pengamat Politik Universitas Muhamdyah Kendari (UMK), Awaluddin Ma’aruf mengatakan kedua Paslon yang mendeklarasikan diri dan mendaftar di KPU, merupakan bentuk unjuk kekuatan.

Dimana, Paslon Endang-Wahyu elit politik yang hadir didominasi dari luar Konsel, seperti Bupati Konsel Kerry Kongguasa, Bupati Kolaka Ahmad Safei dan Bupati Kolaka Utara Nur Rahman.

Sementara Paslon Surunuddin-Rasyid tak ada satu pun kepala daerah seperti Paslon Endang-Wahyu yang mendampingi, yang mendampingi saat mendaftar maupun deklarasi. Yang ada hanya elit politik lokal, dan ribuan pendukungnya.

Sehingga dia menilai, kedua Paslon saat mendeklarasikan diri hingga mendaftar ke KPU, tidak hanya acara serimonial belaka, melainkan unjuk kekuatan satu sama lain.

“Kedua-duanya sedang mempertontonkan kekuatan politik mereka. Baik pada saat deklarasi maupun dalam proses pendaftaran di KPU Konsel,” kata dia kepada wartawan, Minggu (6/9/2020).

Lebih lanjut kata dia, dengan hadirnya sejumlah elit politik luar di deklarasi maupun saat pendaftaran, ini membuktikan Paslon Endang-Wahyu mampu mengkonsolidasikan, ketimbang Surunuddin-Rasyid yang tidak menghadirkan satu pun elit politik luar.

Meski demikian, menurut Awaluddin dukungan elit politik luar dalam kontestasi Pilkada, tidak begitu signifikan pengaruhnya dalam rangka menarik simpatik masyarakat Konsel. Karena yang dilihat masyarakat, bukan elit politik luar melainkan politisi lokal.

“Tidak begitu signifikan ya untuk menarik simpatik masyarakat Konsel. Walaupun disisi lain pak Endang-Wahyu telah berhasil mengkonsolidasiakan elit politik luar Konsel untuk hadir di deklarasi maupun pendaftarannya,” ujar dia.

Beda halnya dengan Paslon Surunuddin-Rasyid yang hanya menghadirkan politisi lokal. Walupun begitu, dia menilai pola tersebut lebih efektif. Sebab, politisi lokal lebih jelas basis massanya.

“Pola pak Surunuddin-Rasyid yang hanya melibatkan elit politik lokal itu lebih efektif. Karena dari segi geo politik, tokoh lokal itu lebih berpengaruh dan basisnya jelas,” bebernya.

Bahkan menurut dia, Endang-Wahyu menghadirkan sejumlah elit politik luar saat deklarasi, itu adalah pola untuk mengimbangi kekuatan Surunuddin-Rasyid yang mampu mengauasai tokoh elit lokal.

“Pola ini mungkin digunakan pak Endang-Wahyu untuk mengimbangi kekuatan petahana,” jelasnya.

Namun tambah dia, Kehadiran elit politik di sejumlah calon yang mendaftar maupun deklarasi, itu bisa saja sebagai bentuk sukarela. Apalagi politisi yang partainya mendukung salah satu calon.

“Bisa jadi sukarela, karena secara nasional kader partai selalu diarahkan untuk mendukung setiap calon yang diusung partainya,” imbuhnya.

“Tapi yang lebih penting dari pertarungan ini, yakni bagaimana menciptakan pesta demokrasi dengan suasana yang kondusif aman, dan masing-masing calon mematuhi aturan yang ada,” tukasnya.

Untuk diketahui Paslon Surunuddin-Rasyid diusung oleh Partai Golkar, NasDem, PKB, PBB dan PKS. Sementara Endang-Wahyu diusung oleh Partai Gerindra, PAN dan Demokrat.(/Med)

Komentar