Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Kapolda Sultra Tekankan Bahaya Misinformasi

Berita3133 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat kemitraan dengan insan pers sebagai bagian penting dalam membangun komunikasi publik yang sehat, transparan dan berimbang.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Coffee Morning Silaturahmi dan Penguatan Sinergi Kehumasan Polda Sultra bersama pimpinan organisasi media, organisasi wartawan, pimpinan media dan jurnalis yang digelar di Mapolda Sultra, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., Irwasda, Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol. Iis Kristian, S.I.K., para Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra serta sejumlah pimpinan organisasi media dan wartawan.

Dalam forum tersebut, Kapolda Sultra menegaskan bahwa hubungan antara kepolisian dan pers bukan sekadar hubungan kemitraan dalam penyebaran informasi, tetapi merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Menurutnya, silaturahmi menjadi momentum untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara jajaran Polda Sultra dengan insan pers. Dengan komunikasi yang baik, berbagai informasi terkait kepolisian dapat disampaikan kepada masyarakat secara lebih akurat dan proporsional.

Kapolda menilai media memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi. Selain menjadi sarana penyampaian informasi, pers juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Terlebih di tengah perkembangan teknologi digital yang membuat arus informasi bergerak begitu cepat, masyarakat dihadapkan pada berbagai informasi yang belum tentu memiliki tingkat akurasi yang sama.

Karena itu, Irjen Himawan mengingatkan seluruh pihak, termasuk insan pers, agar mengedepankan ketelitian dan verifikasi sebelum menyampaikan informasi kepada publik.

“Informasi yang dipublikasikan begitu cepat. Karena itu, perlu kita cerna dan analisis, apakah informasi tersebut akurat atau justru merupakan misinformasi,” ujarnya.

Kapolda mengakui, jajaran kepolisian memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara langsung. Kondisi tersebut membuat media menjadi jembatan penting antara institusi kepolisian dengan masyarakat.

“Kami menyadari tidak memiliki tangan yang cukup panjang untuk menjangkau seluruh masyarakat. Oleh karena itu, kami tidak dapat dipisahkan dari teman-teman media untuk menyampaikan informasi yang baik, akurat dan memberikan edukasi,” katanya.

Tak hanya mengharapkan dukungan dalam penyebaran informasi, Kapolda Sultra juga menegaskan keterbukaan institusinya terhadap kritik dan masukan dari insan pers.

Bagi Irjen Himawan, kritik yang disampaikan secara konstruktif justru dapat menjadi cermin bagi kepolisian untuk mengetahui kekurangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kita tidak bisa melihat diri kita sendiri secara utuh. Karena itu, teman-teman media bisa memberikan masukan kepada kami sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan bersama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyinggung sejumlah persoalan yang menjadi perhatian kepolisian di Sultra. Di antaranya kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), peredaran narkotika, persoalan pertambangan hingga berbagai tindak kekerasan.

Ia menekankan bahwa penanganan terhadap berbagai persoalan tersebut harus dilakukan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Ke depan, apa yang kita lakukan harus bisa selaras dengan apa yang diinginkan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, kepolisian tidak hanya dituntut mampu menangani persoalan keamanan, tetapi juga harus mampu memastikan setiap langkah yang dilakukan dapat memberikan rasa aman dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, sinergi dengan media dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam membangun komunikasi publik yang efektif. Media diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi kepolisian sekaligus menjadi ruang kontrol sosial terhadap kinerja institusi.

Melalui hubungan yang semakin erat antara Polda Sultra dan insan pers, Irjen Himawan berharap stabilitas kamtibmas di Sulawesi Tenggara dapat terus terjaga.

Ia juga berharap kolaborasi tersebut mampu memperkuat edukasi publik, menangkal penyebaran misinformasi serta membantu masyarakat memahami berbagai kebijakan dan program kepolisian secara utuh.

“Ke depan kita harus terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas kamtibmas, memberikan edukasi kepada masyarakat serta mendukung pelayanan yang optimal,” pungkas jenderal bintang dua yang pernah menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tersebut. (Med)

Komentar