Potretterkini.id-Dalam hadis-hadis yang diriwayatkan, terdapat beberapa keterangan mengenai cara Nabi Muhammad SAW berbuka puasa. Salah satunya adalah tradisi berbuka puasa dengan memakan kurma.Salah satu hadis yang menggambarkan hal ini adalah sebagai berikut: “Apabila Nabi SAW berbuka puasa, beliau berbuka dengan beberapa biji kurma basah. Jika tidak ada (kurma basah), beliau berbuka dengan kurma kering.
Jika tidak ada (kurma kering), beliau berbuka dengan beberapa teguk air.”(Hadis riwayat Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa Nabi SAW biasa berbuka puasa dengan cara yang sederhana dan penuh hikmah, yaitu dengan kurma yang merupakan makanan yang bergizi dan memiliki banyak manfaat.
Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW berbuka dengan tiga biji kurma, meskipun jumlah pastinya bisa bervariasi.
Puasa adalah salah satu ibadah yang sangat penting dalam agama Islam, dan cara Nabi Muhammad SAW melaksanakan puasa memberikan banyak pelajaran bagi umat Islam. Salah satu kebiasaan yang menjadi contoh dalam perjalanan puasa Nabi adalah makan kurma saat berbuka puasa, yang sering kali dilaksanakan dengan jumlah yang sangat sederhana, yakni tiga biji kurma.
Praktik ini memiliki makna mendalam yang bisa kita ambil pelajaran, baik dari sisi spiritual, kesehatan, maupun kehidupan sehari-hari. Nabi Muhammad SAW menunjukkan kepada kita bahwa berbuka puasa tidak harus dengan hidangan yang mewah atau berlimpah.
Tiga biji kurma, yang mungkin terdengar sederhana, mengandung makna yang luar biasa. Kurma merupakan buah yang penuh dengan kebaikan dan nutrisi, mengandung karbohidrat alami yang bisa mengembalikan energi tubuh setelah seharian berpuasa.
Memakan tiga biji kurma saat berbuka mengajarkan umat Islam untuk bersyukur dengan apa yang ada, tidak berlebihan, dan lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas.
Selain itu, kebiasaan Nabi SAW ini juga menunjukkan bahwa beribadah tidak selalu harus disertai dengan hal-hal yang mewah. Dengan tiga biji kurma, Nabi SAW menunjukkan kesederhanaan dalam berbuka puasa, sesuatu yang mengingatkan umat Islam untuk tidak terjebak dalam budaya konsumtif atau materialistik.
Sebaliknya, Rasulullah SAW mengajak umat untuk fokus pada inti dari puasa itu sendiri, yaitu meningkatkan ketakwaan kepada Allah, memperbaiki diri, dan memperbanyak amal baik. Secara kesehatan, makan tiga biji kurma juga memberikan manfaat yang sangat positif.
Kurma memiliki kandungan gula alami yang membantu memulihkan energi dengan cepat setelah puasa seharian. Selain itu, kurma kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Nabi SAW dengan kebiasaan tersebut tidak hanya memberi contoh spiritual, tetapi juga memberi kita wawasan tentang bagaimana mengatur pola makan yang sehat dan bergizi.
Di sisi lain, kebiasaan ini juga menunjukkan kedekatan Nabi Muhammad SAW dengan umatnya, dengan memberikan contoh yang sederhana dan mudah untuk ditiru.
Nabi SAW tidak ingin umatnya merasa terbebani dengan hal-hal yang rumit atau sulit, tetapi justru mengajarkan kita untuk bisa memanfaatkan apa yang ada dengan sebaik-baiknya. Hal ini juga menjadi pengingat bagi kita untuk selalu bersyukur dengan rezeki yang diberikan oleh Allah, sekecil apapun itu.
Perjalanan puasa Nabi Muhammad SAW dengan memakan tiga biji kurma memberikan kita pelajaran tentang kesederhanaan, rasa syukur, dan pentingnya kualitas dalam menjalani ibadah.
Kebiasaan tersebut mengajarkan kita untuk tidak hanya fokus pada aspek lahiriah ibadah, tetapi juga pada esensi yang lebih dalam, yakni mendekatkan diri kepada Allah dengan hati yang penuh ketulusan dan pengendalian diri. (Episode-7)
Ustadz :Dr. Anidi, S.Ag., M.Si., M.S.I., M.H
Dekan FKIP Unsultra/Ketua DKM Al-Fattah Unsultra







Komentar