Peringatan HARGANAS, Gubernur Sultra: Keluarga Kuat adalah Kunci Indonesia Emas 2045

Metro Kota1984 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-32 tingkat provinsi, yang dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Sultra, Senin (30/6/2025).

Bertindak sebagai inspektur upacara, Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya peran keluarga dalam pembangunan bangsa.
Gubernur Andi Sumangerukka membacakan amanat dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sekaligus Kepala BKKBN, yang mengangkat tema “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju”.

“Keluarga adalah fondasi utama dalam pembangunan bangsa. Keluarga yang kuat, harmonis, dan sehat akan melahirkan generasi penerus yang berkualitas, berakhlak mulia, serta mampu bersaing dalam menghadapi tantangan global,” ungkapnya.

“Oleh karena itu, pembangunan keluarga menjadi pilar penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Gubernur Andi Sumangerukka juga menekankan bahwa pembangunan keluarga bukan hanya sekadar program sosial, tetapi merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan arah masa depan bangsa.

Menurutnya, upaya pembangunan keluarga harus terintegrasi dengan peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, penguatan ekonomi keluarga, dan program pencegahan stunting sejak dini.

“Kita harus memberikan perhatian serius pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai masa emas dalam pembentukan fondasi tumbuh kembang anak. Melalui intervensi gizi, pengasuhan, dan akses layanan kesehatan, kita bisa mencetak generasi yang sehat dan unggul,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan pentingnya keterlibatan seluruh unsur masyarakat dan pemangku kepentingan dalam membangun keluarga yang berkualitas, terutama di wilayah-wilayah yang masih menghadapi tantangan kesejahteraan dan kesehatan.

“Saya mengajak semua elemen, baik pemerintah daerah, sektor swasta, lembaga masyarakat, hingga komunitas lokal untuk bersinergi membangun keluarga Sultra yang tangguh, sejahtera, dan berdaya saing. Kolaborasi adalah kunci,” paparnya.

Tak hanya itu, dia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis kearifan lokal dalam menjaga keharmonisan keluarga. Menurutnya, nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun dapat menjadi modal sosial dalam memperkuat ketahanan keluarga.

“Kita harus menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai lokal yang menekankan kebersamaan, gotong royong, dan rasa hormat antaranggota keluarga. Ini adalah kekuatan budaya kita yang perlu terus dilestarikan di tengah derasnya arus globalisasi,” urainya.

Dengan demikian, ia berharap, melalui peringatan HARGANAS ini, seluruh pihak semakin menyadari pentingnya fungsi keluarga sebagai unit terkecil yang memiliki pengaruh besar terhadap arah pembangunan daerah maupun nasional.

“Mari jadikan momentum HARGANAS ke-32 ini sebagai pengingat bahwa pembangunan berawal dari keluarga. Tanpa keluarga yang tangguh dan berkualitas, kita sulit berbicara tentang pembangunan berkelanjutan. Keluarga adalah titik tolak menuju Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya. (Red)

Komentar