Peragi Sultra Aksi Peduli Sosial dan Berdialog Soal Kendala Petani di Amohalo

Metro Kota895 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI-Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) Provinsi Sulawesi Tenggara telah menunjukan eksistensi dan kepedulian terhadap sesama. Hal ini dapat dilihat pada aksi peduli sosial yang dilakukan lembaga tersebut dalam bentuk pemberian santunan terhadap anak yatim dan petani yang terkena dampak Covid 19.

PERAGI Sultra melakukan aksi sosial terhadap petani terdampak covid-19 yaitu petani padi sawah di wilayah Amohalo Kelurahan Baruga Kota Kendari, pada Minggu (9/5/2021) Ketua PERAGI Sultra , Prof. Dr. Ir. Andi Bahrun, M.Sc.Agric dalam sambutan menyampaikan kegiatan aksi sosial diberi label PERAGI Peduli diinisiasi oleh PERAGI Pusat dengan mengajak para pengurus dan anggota untuk menyumbang sesuai keikhlasan.

Pengurus PERAGI Sultra berpose bersama diarea persawahan Amohalo kelurahan Baruga Kota Kendari

PERAGI Sultra disamping mendukung inisiatif PERAGI Pusat, juga melakukan penggalangan dana untuk PERAGI Peduli di Sultra. Kata Andi Bahrun, PERAGI Peduli ini sebagai wujud kepedulian terhadap petani dan sekaligus media mempererat silaturahmi dan menyatukan tekad untuk bersama-sama mensukseskan program pembangunan pertanian demi terjaminnya ketahanan pangan daerah dan nasional.

“Kami berdoa dan berharap agar petani harus tetap bersemangat meskipun dalam situasi pandemi covid -19. PERAGI peduli kami kemas menjadi dua kegiatan yaitu aksi berbagi rezki dalam bentuk paket sembako dan aksi berbagi ilmu, pengetahuan dan pengalaman dalam bentuk Bintek dan dialog interaktif tentang Teknik Budidaya Padi Sawah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan,” katanya.

Sambungnya, paket sembako bagi petani cepat habis, tetapi bekal ilmu dan pengetahuan yang disampaikan oleh pakar pertanian khususnya dibidang agronomi (budidaya tanaman),” jelasnya.

Hal ini dialkukan agar PERAGI bisa menyatu serta membangkitkan spirit para petani. Dengan demikian para petani bisa bangkit dan bersemangat serta mampu mengatasi masalah pertanian di wilayahnya.

“Kegiatan ini adalah berbagi dengan anak yatim piatu dengan kaum dhuafa. Ini bukan hanya dilakukan oleh PERAGI Sulawesi Tenggara tetapi juga di lakukan PERAGI Pusat dan daerah. Hal ini merupakan bentuk silaturrahim, kepedulian dengan maksud bahwa PERAGI harus menyatu dengan para petani.

Prof Andi Bahrun berdialog interaktif pada petani serta menjawab kendala yang dihadapi oleh petani

Dengan itu mereka bisa membangkitkan spirit sehingga mampu menjawab masalah-masalah petani didaerahnya. Sehingga petani tidak daun, namun tetap semangat dalam meningkatkan produksinya lebih dari yang sekarang,” terangnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa anggota perhimpunan agronomi ini terdiri dari praktisi dan sebagian besar merupakan akademisi serta pejabat struktural yang ada di fakultasnya. “Sebahagian dari kami adalah praktisi dan lebih banyak akademisi serta pejabat struktural yang ada di fakultas.

Dengan demikian disamping punya ilmu bidang pertanian juga memiliki jaringan. Sehingga potensi itu tetap kita laksanakan melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” terangnya.

“Bahwa dengan jaringan yang dimiliki bisa menyampaikan aspirasi kepada berbagai pihak. “Dengan jaringan yang kami miliki sehingga bisa menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, sehingga aspirasi itu mampu direlaisasikan,” sambungnya.

Rektor Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) menyampaikan berdasarkan hasil dialog dengan PPL bahwa luas lahan persawahan di Aamohalo kalau dikelola bisa mencapai 1.000 haktar namun yang baru dikelola batu 400 hektar. Sawah tersebut akan dikelola dengan baik oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan.

“Mudah-mudahan itu cepat direalisasikan sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan, baik tingkat lokal maupun dunia,” katanya.

Selain itu ia mengharapkan kepada pemerintah untuk memperbaiki bendungan, dengan tujuan untuk menaikkan produktifitas petani. “ Selain itu kami juga berharap kepada pemerintah untuk memperbaiki bendungan, sehingga nantinya mampu menaikkan produktivitas masyarakat yang ada di Kecamatan Baruga,” jelasnya.

Faktor lain untuk peningkatan hasil pertanian adalah pemupukan, olehnya itu perlu juga adanya distribusi pupuk yang baik. Pihak kampus akan terus membantu masyarakat dalam memberikan bimbingan sebagai hilirisasi dari penelitian dan pengabdian.

“Dalam peningkatan hasil pertanian pemupukan itu suatu hal yang penting, dalam hal jumlah dan waktu yang tepat dalam memberikan pupuk. Selain itu pemerintah harus hadir melakukan pendampingan dan bimbingan pada petani,” jelasnya.

Andi Bahrun lebih detail lagi menjelaskan Pemerintah terus berusaha menggenjot daya beli masyarakat untuk menggerakkan perekonomian terutama melalui sektor pertanian. Pemerintah memaksimalkan bantuan pada petani sebagai salah satu yang ‘paling terdampak’ pada masa pandemi Covid-19.

Meskipun, ketika sejumlah sektor perekonomian mengalami kontraksi atau penurunan pertumbuhan di masa pandemi, hal berbeda justru dicatatkan oleh sektor pertanian, karena Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sektor pertanian justru mampu tumbuh di tengah pandemi Covid-19.

“Petani kita harus tetap tangguh dan produktif serta berperan penting sebagai mesin perekonomian bangsa meskipun ditengah pandemic covid-19 mendera bangsa Indonesia, karena petani berperan sebagai produsen dan konsumen sekaligus.

Prof Andi Bahrun menyerahkan bantuan sembako PERAGI Peduli terhadap petani di Amohalo

Andi Bahrun, meyakini akan mendapatkan solusi dari permasalahan pertanian yang dialami dan akan menjadi bekal berharga dalam mengelola lahan sawah mereka agar tetap produktif dan menguntungkan.

Dialog interaksi berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan dengan jaringan yang dimiliki oleh pengurus dan anggota PERAGI akan membantu mengkomunikasikan permasalahan yang dialami petani sawah Amohalo terutama terkait bendungan untuk mendukung pengairan dan juga terkait ketersediaan pupuk.

Mengingat pengurus dan anggota PERAGI terdiri dari unsur akademisi, lembaga riset, birokrat serta swasta maka kegiatan hari ini akan menjadi awal kegiatan selanjutnya bagi akademisi khususnya melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta akan bisa menjadi desa binaan terlebih sebagai bentuk implementasi Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar.

Perwakilan tokoh masyarakat Amohalo, Pasrin, SP, sangat bersyukur kepada Allah SWT dan sangat berterima kasih atas kedatangan para pakar yang tergabung dalam PERAGI Peduli karena warga tani mendapatkan ilmu dan pengetahuan untuk memperbaiki teknik budidaya padi sehingga produktivitasnya meningkat.

Tentu katanya, warga tani sungguh mendapat anugrah dari Allah SWT dalam suasana bulan suci Ramadhan mendapat paket sembako dari Peragi, sehingga dapat membantu kecukupan pangan mereka dan lebih dari itu warga tani merasa mendapat energi dan semangat dalam mengelola usaha taninya dengan adanya kehadiran dan perhatian para pakar bahkan sebagian guru besar dan doktor di lahan persawahan.

Ia berharap kegiatan seperti ini tetap ditingkatkan sehingga petani produktif dan sejahtera.

Peragi Peduli dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan Peragi Peduli ini terlaksana berkat dukungan dan kontribusi Peragi Pusat dan juga pertisipasi dan kontribusi pengurus Peragi Sultra serta dukungan mahasiswa. (Ismed)

Komentar