Penyebar Black Campaign, Endang-Wahyu: Itu Kelicikan Seseorang Demi Memenuhi Syahwat Politik Kemenangan di Pilkada

Politik362 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI- Jelang Pilkada H- 7 tensi politik di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) kian memanas. Salah satunya tindakan kampanye hitam (Black Campaign) yang dialamatkan terhadap pasangan calon bupati dan Wakil bupati, Muh Endang- Wahyu akronim Ewako.

Black campaign selebaran kertas yang dibagikan hampir diseluruh kecamatan di Konsel dan media sosial diduga dilakukan rivalnya atau seseorang demi memenuhi syahwat politik dalam memenangkan Pilkada.

Tercantum foto Muh Endang dan almarhum Imran eks Bupati Konsel tak lain sang ayah Wahyu Ade Pratama itu sebuah kelicikan yang tak bisa dibiarkan. .

Selebaran tersebut tertulis #Menolak Lupa: Endang Anak Emas Tak Berhati Emas. kiasan Kalimat tersebut dinilai dapat menyudutkan pribadi Endang.

“Ini adalah suatu Black sampe yang dibuat oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin menang Pilkada dengan cara-cara yang kotor tidak bermartabat dan berada jauh dari kepatutan dan nilai-nilai serta kebudayaan kita,” ungkap Endang dalam konfers dengan awak media, pada Rabu (2/11/2020) malam di kediamannya.

Katua DPD Demokrat Sultra ini menyampaikan, ia prihatin cara biadab seperti ini, sebab dapat merusak tatanan persatuan dan keamanan daerah. Setelah melakukan kajian pertemuan dan rapat internal tim, kami memutuskan melaporkan kasus inj kepada Kepada Badan Pengawas (Bawaslu) dan kepolisian untuk diproses secara hukum terhadap pelaku.

Pada kesempatan yang baik ini ia (Endang red) mengimbau kepada seluruh Tim Sukses maupun pendukung Endang Wahyu untuk tetap tenang dan menyerahkan hal ini kepada penegak hukum untuk diproses seadil-adilanya.

“Kita harus percaya kepada hukum dan regulasi yang ada dan bahkan kita harus mendukung atau penegakan hukum pemilu karena itu sekali lagi tetap tenang, tahan diri terus bekerja jangan terprovokasi politik adu domba seperti itu,” paparnya.

Endang bilang, selama ini, dirinya bersama Wahyu sudah banyak mendapat, hinaan, cacian, makian bahkan sudah cenderung pada pembunuhan karakter. Penyebaran selembaran ini dapat menimbulkan desintegrasi, kegaduhan, dan merusak keamanan. Selebaran tersebut dibuat oleh oleh orang-orang pengecut.

“Saya juga minta kepada semua pasangan calon mari kita berkompetisi dengan keras tetapi tetap memperhatikan norma kesopanan hukum maupun kebijaksanaan yang sudah diajarkan daripada nenek moyang kita menciptakan hal- hal harmonisasi terhadap rakyat Konsel dengan menjauhi isu-isu provokasi.

“Jangan hanya karena kepentingan politik atau syahwat ingin mempertahankan kekuasaan kemudian kita mengesampingkan nilai-nilai dimasyarakat. Kepada Bawaslu mari kita bersama-sama mengawasi jalannya Pilkada konsel yang demokratis jujur dan adil ,” pungkasnya.(Med)

Komentar