Pengurus MUI Muna Siap Dilantik: Perkuat Syiar Umat Islam, Bangun Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Berita2825 Dilihat

Potretterkini.id,MUNA-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Muna tengah melaksanakan rapat Koordinasi Persiapan  pelantikan dan pengukuhan pengurus Personalia Komisi- Komisi masa khidmat 2025–2030. Rakoord persiapan tersebut digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna pada, (22/6/2025). Kegiatan ini diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan dan dilanjutkan dengan penetapan susunan pengurus.

Dalam arahannya, Ketua MUI Kabupaten Muna, Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, MS. yang juga sebagai Rektor Universitas Karya Persada Muna (UKPM) didampingi oleh Sekretaris MUI La Ode Abdul Syukur, S.Ag., M.Pd, menekankan pentingnya peran MUI dalam membangun masyarakat, dalam menyampaikan syiar umat Islam yang cerdas dan beretika.

“MUI ke depan tidak hanya mengawal aspek keagamaan secara normatif, tetapi juga membentuk produsen cerdas, transaksi cerdas, dan konsumen cerdas yang berorientasi maslahat dunia-akhirat,” ujarnya

Ia juga menekankan bahwa MUI di tingkat kabupaten memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing, membina, dan melayani umat Islam, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis dan berkualitas.

“Insya Allah setelah pelantikan, kita akan menyebar sampai keakar rumput dalam rangka kesejahteraan umat yang berbasis islam, kemudian setelah itu, akan dibentuk pengurus tingkat kecamatan guna mencermati dan menelaah  bagian dari pada aspirasi masyarakat melalui peran MUI di 11 Komisi yang dibentuk,” ungkapnya.

Peran Strategis MUI Kabupaten Muna

Sebagai lembaga yang menjadi rumah besar para ulama, zu’ama, dan cendekiawan Muslim, MUI Kabupaten Muna memiliki peran penting antara lain:
Memberikan Fatwa dan Bimbingan Keagamaan

Melayani Umat dan Menyuarakan Aspirasi Keislaman

Menjadi Mitra Pemerintah dalam Pembangunan Keagamaan

Menjaga Akidah dan Menanggulangi Penyimpangan Paham

Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam

Mendamaikan Konflik Keagamaan di Masyarakat

Mengawasi Produk Halal Melalui LPPOM MUI

Mengedukasi Masyarakat melalui Kajian dan Sosialisasi

Dalam konteks lokal, lebih lanjut Prof Usman, menyampaikan, MUI Kabupaten Muna berkomitmen untuk menjawab berbagai isu keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat, memperkuat nilai-nilai moral, serta mendukung program pembangunan keislaman yang digagas pemerintah daerah.

Diperkuat 11 Komisi Khusus

Untuk mendukung kinerjanya, MUI Kabupaten Muna juga dilengkapi dengan 11 komisi yang membidangi berbagai aspek strategis, yaitu:
Komisi Fatwa

Komisi Hukum dan HAM

Komisi Penelitian dan Pengkajian

Komisi Ukhuwah Islamiyah

Komisi Hubungan Antar Umat Beragama

Komisi Dakwah

Komisi Pendidikan dan Kaderisasi

Komisi Budaya Islam

Komisi Informasi dan Komunikasi

Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat

Komisi Anak, Remaja, Perempuan, dan Keluarga

Eks Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) dua periode ini, menuturkan dengan pelantikan kedepan ini, MUI Kabupaten Muna diharapkan ini menjadi titik awal dalam menjalankan amanah, serta menjadi garda terdepan dalam membina umat menuju kehidupan yang religius, sejahtera, dan harmonis.

Ia menjelaskan, MUI akan aktif menjadi mitra dalam pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Menurutnya, sinergi ini adalah kunci untuk memperkuat posisi MUI sebagai pelayan umat sekaligus pemegang otoritas moral dan keagamaan di daerah.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Untuk membangun masyarakat Muna yang berakhlak, damai, dan sejahtera, kita harus membuka ruang dialog dan kerja sama lintas sektor, termasuk antarumat beragama, ” ujarnya.

Termasuk dalam penguatan ekonomi syariah, pendidikan karakter, dan perlindungan terhadap kelompok rentan seperti anak, perempuan, dan remaja.

Lebih detail, Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), menegaskan komitmennya untuk menjadi lembaga yang inklusif dan solutif, bukan hanya sebagai pemberi fatwa, tetapi juga sebagai jembatan antara ajaran agama dan realitas kehidupan masyarakat modern.

“MUI adalah milik umat, bukan milik sekelompok elite. Kita ingin MUI hadir di tengah-tengah masyarakat, memberikan solusi, bukan sekadar wacana,” tegasnya.

Prof Usman menyebut dengan semangat baru dan struktur organisasi yang diperkuat, MUI Kabupaten Muna siap memasuki era baru pengabdian menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur Islam sebagai fondasi utama.

Rapat Pengurus kali ini juga menetapkan kepanitian  pelantikan dan pengukuhan kepengurusan MUI Muna Masa Khidmat 2025–2030 yang akan dilaksanakan pada akhir Juni 2025. Acara pelantikan direncanakan berlangsung khidmat, dengan menghadirkan tokoh-tokoh penting dari unsur ulama, pemerintah daerah, ormas Islam, serta perwakilan dari berbagai kalangan masyarakat. (Med)

Komentar