Potretterkini.id, KENDARI-Pengamat Hukum Tata Negara, Dr. LM Bariun SH, MH, menyoroti pentingnya pembangunan proyek jembatan strategis yang akan menghubungkan dua wilayah penting di Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni Muna dan Buton.
Ia berharap proyek berskala besar ini tidak membebani keuangan daerah, apalagi menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
“Daerah kita sudah terbebani utang cukup besar akibat pinjaman PEN dari pemerintahan sebelumnya. Jangan lagi menggunakan dana tersebut. Gubernur saat ini harus melakukan lobi-lobi kuat ke pemerintah pusat agar pendanaan proyek ini ditanggung oleh APBN,” ujar Bariun, Jumat (25/7/2025).
Menurutnya, kehadiran jembatan tersebut akan menjadi pengungkit besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah terkait. Ia pun meluruskan pernyataan salah satu anggota DPD RI yang menilai bahwa penjabat Gubernur Sultra saat ini, Komjen Pol (Purn) Dr. Andap Budhi Revianto, tidak berperan dalam inisiasi proyek jembatan itu.
“Itu tidak benar. Gagasan pembangunan jembatan ini sudah ada sejak Gubernur Ali Mazi periode pertama, kemudian dilanjutkan oleh Gubernur Nur Alam, dan terakhir mendapat respon konkret dari Menteri PUPR,” jelas Bariun.
Ia juga menegaskan bahwa proyek ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh wakil rakyat dari Sultra di Senayan. Mulai dari Ridwan Bae, Ali Mazi (Anggota DPR RI), hingga Umar Bonte (Anggota DPD RI), semuanya memiliki peran dalam memperjuangkan proyek strategis tersebut.
“Sudahi saling klaim. Sekarang waktunya kita dukung Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) untuk merealisasikan visi dan janji politiknya kepada masyarakat Sultra,” tambahnya.
Bariun menilai kepemimpinan ASR menunjukkan progres positif, khususnya dalam efisiensi anggaran dan penyelesaian beban utang yang ditinggalkan pemerintahan sebelumnya.
“Siapapun pemimpinnya, mari kita beri ruang dan kepercayaan. Yang penting komitmen membangun Sultra tetap dipegang teguh. Dan saya yakin ASR mampu mewujudkannya,” tutupnya.
LM Bariun juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan pusat. Menurutnya, proyek jembatan penghubung ini bukan hanya urusan infrastruktur, tetapi simbol komitmen pemimpin dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jembatan ini bukan proyek biasa. Ia akan membuka akses baru bagi distribusi barang dan jasa, menumbuhkan sentra ekonomi baru, hingga menghubungkan masyarakat antarwilayah yang selama ini terisolasi,” jelasnya.
Harapan untuk Semua Wakil Rakyat Sultra
Dalam pernyataannya, Dr. Bariun juga mengajak seluruh perwakilan Sultra di DPR RI dan DPD RI agar tidak lagi saling mengklaim kepemilikan gagasan atau proyek.
“Yang dibutuhkan masyarakat adalah hasil, bukan perebutan pencitraan. Mari kita semua, dari pusat hingga daerah, bergandengan tangan. Ridwan Bae, Ali Mazi, Umar Bonte, dan para legislator lainnya, harus bersatu dalam memperjuangkan ini,” tegasnya.
Ajak Masyarakat Dukung Kepemimpinan ASR
Bariun mengajak masyarakat Sultra untuk bersikap objektif dan memberi kesempatan kepada Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) merealisasikan program-program prioritas yang menjadi bagian dari janji politiknya.
“Pemimpin itu bukan dewa. Ia butuh waktu, ruang, dan dukungan. Jika saat ini ASR menunjukkan keseriusan dan komitmen membangun Sultra dengan efisien, maka sudah sepatutnya kita dukung, bukan malah mencurigai,” tuturnya.
Dengan visi pembangunan berkelanjutan dan pendekatan yang hati-hati terhadap penggunaan anggaran, Bariun yakin Sultra berada di jalur yang tepat menuju perubahan yang lebih baik. (Med)







Komentar