Pendemo di Bombana Segel Kantor Dikbud, Kecewa Guru Dipindah Tugaskan

Daerah, Hukrim740 Dilihat

Potretteekini.id, BOMBANA– Ratusan masa aksi yang menamakan Aliansi Lingkar Marhaenis, Kabupaten Bombana melakukan Aksi unjuk rasa di kantor Bupati Bombana, Senin (10/6/2024), berujung ricuh.

Aksi unjuk yang berunjung bentrok ini terjadi saat pihak kepolisian yang melakukan pengamanan jalannya aksi tersebut menghalangi para pengunjuk rasa yang memaksa masuk di dalam Kantor Bupati Bombana untuk bertemu Pj Bupati dan Sekda Bombana.

Dalam orasinya, Jenderal Lapangan Adesaundry meminta agar Pj Bupati Bombana untuk segera membatalkan nota tugas terhadap Nurbaya, Guru SD 26 Toari Bombana yang dipindahkan ke sekolaha lain di Kasipute, yang begitu jauh dari rumahnya, masa mengganggap tindakan yang di oleh Kepala Dinas Pendidikan Bombana ini sarat dengan kepetingan politik praktiktis.

“Bila pak Pj Bupati dan Sekda tidak mau keluar menemui kami, biar kami yang masuk menemui bapak-bapak,”teriak pengunjuk rasa.

Tidak hanya itu, masa aksi dari Aliansi Lingkar Marhaenis inj menuding jika, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana, Andi Muhammad Arsyad, yang merupakan adik kandung dari calon Bupati Bombana Andi Nirwana, ikut membantu kakaknya mengerahkan para kepala sekolah di Kabupaten Bombana untuk membentuk tim pemenangan terhadap Andi Nurwana yang akan maju sebagai calon Bupati Bombana.

Berdasarkan hal tersebut, para pengunjuk masa ini mendesak Pj Bupati Bombana untuk segerah memberhentikan Andi Muhammad Arsyad Sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana, sebab jika tidak masa aksi kwatir jika Andi Muhammad Arsyad akan terus ikut berpolitik praktis untuk mendukung kakaknya, Andi Nurwana.

“Kami juga mendesak kepada Pj Bupati Bombana untuk segerah menonjobkan Kadis Pendidikan ini, karna jika dibiarkan dia akan terus cawe-cawe dalam politik praktisnya guna memenangkan kakaknya,” ungkapnya.

Setelah berorasi hampir 4 jam, akhirnya Sekda Kabupaten Bombana, Man Arfa keluar menemui para pengunjuk rasa, namun tetap tidak membuahkan hasil, sebab Sekda Kabupaten Bombana ini enggan menandatangani pernyataan yang telah disiapkan oleh masa aksi yang berisikan kesiapan menonjobkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana.

“Maaf kalau itu saya tidak bisa tandatangan, kalau soal ibu guru Nurbaya, hari ini saya batalkan suratnya dan ibu Nurbaya silahkan memilih sekolah yang dia mau,”ucap Sekda Bombana.

Tidak puas dengan pernyataan Sekda Bombana tersebut, para pengunjuk rasa ini akhirnya bertolak menuju Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana, untuk mencari keberadaan Kepala Dinasnya, bahkan sesampainya di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana, para pengunjuk rasa lansung masuk mencari Kadis Pendidikan, namun sayangnya Kadis Pendidikan tersebut lagi-lagi tidak berada di tempat.

“Teman-teman aksi, geleda seluruh ruangan, jangan sampai pak Kadis bersembunyi,”ujar Koordinator Aksi tarsebut.

Tadik hanya itu, para pengunjukrasa juga menyegel Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana serta menyuruh para staf masih berada dalam kantor tersebut untuk keluar sebelum kantor tersebut disegel sebagai bentuk kekesalan mereka.

“Yang masih ada didalam, keluar, keluar semua,”pintahnya. (Redaksi)

Komentar