Pemkot Kendari Lakukan Pemetaan Kembali Data Kemiskinan Ekstrim

Berita914 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI- Pemkot Kendari Validasi Kembali Data Kemiskinan Ekstrim di 11 Kecamatan Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu menyerahkan data kemiskinan ekstrim kepada 54 lurah di 11 kecamatan di Kota Kendari untuk diverikasi kembali pada masing-masing wilayah.

Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu menyebut bahwa, sejumlah data tersebut mengalami kekeliruan. Sehingga pemerintah Kota Kendari menginginkan camat dan lurah untuk untuk memastikan kembali data tersebut.

“Saya berfikirnya bahwa data kemiskinan ekstrim jiwa itu salah. Artinya apa kita coba lagi dan verifikasi kembali data. Kita Contoh misalnya Mandonga, Mandonga ini masa masih ada 285 yang masuk kemiskinan ekstrim,” ungkapnya.

Data kemiskinan ekstrim di 54 kelurahan pada 11 kecamatan di kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) di kembalikan untuk dilakukan verifikasi ulang di masing – masing wilayah.

Pejabat Wali kota Kendari Asmawa Tosepu mengatakan dari data yang di keluarkan 54 kelurahan mengalami kekeliruan sehingga dirinya menginginkan agar camat dan lurah dapat memastikan kembali data tersebut.

“saya berfikirnya data kemiskinan ekstrim jiwa, justru itu salah, artinya kita coba lagi dan verifikasi kembali datanya, misalnya kecamatan Mandonga, masa di kecamatan Mandonga masa masih ada 285 warga yang masuk kemiskinan ekstrim,” tutur Asmawa Tosepu di Kendari.

Asmawa menjelaskan seseorang yang dikategorikan miskin ekstrim jika pengeluarannya dibawah Rp10.739 per orang perhari.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Kendari Cornelius Padang mengakui data tersebut memang di serahkan oleh tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan kepemerintah daerah untuk dilakukan validasi kebenarannya, tugas dan tanggungjawab pemerintah daerah saat ini memvalidasi berdasarkan nama dan alamat yang tertera pada data tersebut.

“kita harap dengan data tersebut dapat dilakukan pemetaan, berdasarkan Inpres tahun 2024 tidak ada lagi tercatat data kemiskinan ekstrim di Indonesia termasuk di kota Kendari,” harap Cornelius Padang.

Terkait strategi yang dipersiapkan pemerintah untuk mencapai target Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE). Pemerintah melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan memberikan pengurangan beban pengeluaran masyarakat diantaranya melalui pemberian bantuan sosial, jaminan sosial dan subsidi.

Dirinya menjelaskan, bahwa seseorang dikategorikan miskin ekstrem jika pengeluarannya di bawah Rp10.739/orang/hari.Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Cornelius Padang mengatakan bahwa, data tersebut memang diserahkan olehTim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan ke pemerintah daerah untuk divalidasi kebenarannya.

Kata dia, tugas dan tanggungjawab pemerintah daerah saat ini untuk memvalidasi berdasarkan nama dan alamat yang tertera pada tersebut.

“Harapannya dengan data tersebut dapat dilakukan pemetaan. Berdasarkan Inpres tahun 2024 tidak ada lagi tercatat data kemiskinan ekstrim di Indonesia termasuk di Kota Kendari,” harapnya.

Terkait strategi yang dipersiapkan pemerintah untuk mencapai target Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE). Pemerintah melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan memberikan pengurangan beban pengeluaran masyarakat diantaranya melalui pemberian bantuan sosial, jaminan sosial dan subsidi.

Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu di Kendari, Rabu, mengatakan pihaknya akan menyerahkan data kemiskinan ekstrem tersebut kepada 54 lurah di 11 kecamatan untuk diverifikasi kembali di wilayah masing-masing.

Ia menyampaikan ada sejumlah data mengalami kekeliruan, sehingga Pemkot Kendari menginginkan para camat dan lurah untuk melakukan validasi ulang  terhadap data tersebut.

“Saya berpikirnya data kemiskinan ekstrem itu ada yang keliru. Kita coba verifikasi kembali datanya.  Misalnya, di Kecamatan Mandonga yang masih ada 285 warga masuk kategori miskin ekstrem,” kata Asmawa Tosepu.

Dia menjelaskan bahwa dalam kategori miskin ekstrem, warga atau orang tersebut memiliki pengeluaran di bawah Rp10.739 per harinya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kendari Cornelius Padang mengatakan bahwa data tersebut diserahkan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan kemiskinan ke pemerintah daerah untuk divalidasi kebenarannya.

Cornelius menyebutkan bahwa tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah saat ini untuk melakukan validasi berdasarkan nama dan alamat yang tertera pada data tersebut.

“Harapannya dengan data tersebut dapat dilakukan pemetaan. Berdasarkan Inpres (Instruksi Presiden) tahun 2023, tidak ada lagi tercatat data kemiskinan ekstrem di Indonesia, termasuk di Kota Kendari,” tutur Cornelius.

Dia menambahkan bahwa strategi yang disiapkan Pemkot Kendari untuk mencapai target Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE) di Kota Lulo ini dilakukan melalui Dinas Sosial (Dinsos) setempat.

“Di antaranya melalui pemberian bantuan sosial, jaminan sosial, dan subsidi kepada masyarakat yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem,” kata Cornelius.

saya berfikirnya data kemiskinan ekstrim jiwa, justru itu salah, artinya kita coba lagi dan verifikasi kembali datanya, misalnya kecamatan Mandonga, masa di kecamatan Mandonga masa masih ada 285 warga yang masuk kemiskinan ekstrim,” tutur Asmawa Tosepu di Kendari, Kamis (25/5/2023).

Asmawa menjelaskan seseorang yang dikategorikan miskin ekstrim jika pengeluarannya dibawah Rp10.739 per orang perhari.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Kendari Cornelius Padang mengakui data tersebut memang di serahkan oleh tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan kepemerintah daerah untuk dilakukan validasi kebenarannya, tugas dan tanggungjawab pemerintah daerah saat ini memvalidasi berdasarkan nama dan alamat yang tertera pada data tersebut.

“kita harap dengan data tersebut dapat dilakukan pemetaan, berdasarkan Inpres tahun 2024 tidak ada lagi tercatat data kemiskinan ekstrim di Indonesia termasuk di kota Kendari,” harap Cornelius Padang.

Terkait strategi yang dipersiapkan pemerintah untuk mencapai target Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE). Pemerintah melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan memberikan pengurangan beban pengeluaran masyarakat diantaranya melalui pemberian bantuan sosial, jaminan sosial dan subsidi.

 

72 Warga Kendari Terima Bantuan ASistensi Rehabilitasi Sosial 

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari kebagian program bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Total ada 30 kuota yang akan diberikan. Sasarannya para penyandang disabilitas.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari, Susanti mengungkapkan, sebelumnya (pada akhir Agustus 2023) sebanyak 72 warga telah menerima bantuan serupa yang diwakili secara simbolis oleh perwakilan warga di Sentra Meohai Kendari. Penyerahannya pun disaksikan langsung Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu.

“Sebelumnya kita dapat kuota 77 penerima manfaat dan saat ini tahap pencairan. Kita diarahkan lagi cari 30 orang khusus disabilitas baik anak, dewasa maupun lansia,” terang Susanti, Senin (25/09/2023).Pihaknya kini sementara menjalin koordinasi dengan kelurahan terkait warganya yang memenuhi syarat untuk menerima bantuan dari pemerintah pusat tersebut.

Bantuan bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar dan tambahan nutrisi bagi penyandang disabilitas dan lansia.

“Kami sudah koordinasi dengan kelurahan. Setelah datanya sudah ada, selanjutnya akan kita kirim ke Sentra Meohai untuk diverifikasi. Jika datanya sudah cocok kemudian akan di SK kan untuk pencairan,” terang mantan Kepala BPKAD Kota Kendari.

Sementara itu, Kabid Resos Dinsos Kota Kendari, Husni Mubarak menambahkan, program atensi menyasar lima cluster yakni anak, anak korban napza, rawan rentan ekonomi, lansia dan disabilitas.

“Sebelumnya kita diberi kuota 77. Kemudian ada tambahan 30 kuota. Jika hitung tahun ini sudah ada 100 lebih yang menerima bantuan Atensi ini. Lansia dan disabilitas menerima Rp2,4 juta, sedangkan anak, anak korban napza dan rentan ekonomi menerima Rp1,5 juta,” pungkasnya

72 penerima manfaat ini terdiri dari 25 orang lansia, 35 orang disabilitas, 2 orang korban bencana, 5 orang kelompok rentan, dan 5 orang yang terpapar narkotika psikotropika dan zat adiktif lainnya (napza).

Sementara itu, Asmawa Tosepu meminta pada penerima manfaat agar menggunakan bantuan yang diterima untuk kegiatan produktif bukan konsumtif, sehingga para penerima bantuan bisa mengembangkan diri dan usahanya.

“Kepada bapak ibu penerima manfaat dari kegiatan Atensi ini, tadi dilaporkan 72 orang dan anggaran kami kalkulasi masing-masing Rp2,4 juta, mohon dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kegiatan produktif,” ungkapnya.

Selain itu, Kepala Sentra Meohai, Fepi Rubianti menjelaskan, program ini merupakan bantuan sosial dari Kementerian Sosial melalui Sentra Meohai, agar penerima manfaat bisa menjalankan fungsi sosialnya di masyarakat.

Sentra Meohai Kendari Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp168 juta kepada 72 warga pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) di daerah tersebut.

Kepala Sentra Meohai Kendari Fepi Rubianti di Kendari, Kamis mengatakan bahwa pemberian bantuan ATENSI merupakan salah satu program Kemensos dalam rangka membantu penerima manfaat untuk dapat melaksanakan fungsi sosialnya dengan baik di masyarakat.

“Bantuan ini diberikan kapada 72 pemerlu kesejahteraan sosial di Kota Kendari,” kata Fepi

Ia mengatakan bantuan ratusan juta tersebut diserahkan pihaknya kepada Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Aswama Tosepu yang nantinya akan disalurkan dalam bentuk komponen pemenuhan hidup layak atau kebutuhan dasar dan kewiraushaan.

Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu menjelaskan, laporan rutin ini disampaikan pada evaluator yang meliputi semua capaian kinerjanya selama 3 bulan terakhir.

“Evaluator tadi memberikan apresiasi atas kinerja yang sudah dilakukan penjabat wali kota yang mana ditunjukkan dengan data dan angka serta fakta di lapangan,” ungkapnya, usai menyampaikan pesentase.

Menurutnya, masih ada pekerjaan rumah yang akan dia tuntaskan di antaranya mengembalikan kondisi TPA Puwatu seperti 10 tahun lalu,

sehingga menjadi referensi bagi daerah lain. Semangat itu semakin besar, setelah UPTD TPA Puuwatu terbentuk.

Sebelumnya, dalam laporannya periode Januari hingga April 2023, Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu menjelaskan beberapa capaian yang telah dia lakukan, seperti penurunan persentase angka kemiskinan sehingga saat ini persentasenya sebesar 4,57 % atau tersisa warga miskin sebanyak 18.720 jiwa.

Untuk urusan kesehatan, anggaran yang disiapkan pemerintah Kota Kendari dalam APBD sebesar 23, 85 persen atau melebihi mandatory spending sebesar 10 persen. Hal serupa juga terjadi pada sektor pendidikan dengan alokasi anggaran sebesar 22,41 persen, atau lebih besar dari ketentuan yakni 20 persen. Begitu juga alokasi anggaran untuk infrastruktur, dari ketentuan undang-undang sebesar 40 persen, namun Pemerintah Kota Kendari telah melebihi itu yakni sebesar 69,25 persen. Dan untuk urusan pengawasan sebesar 0,75 persen, namun pemerintah Kota Kendari telah menyediakan anggaran sebesar 0,97 persen.

Dari sisi investasi, Capaian realisasi investasi periode triwulan 1 Tahun 2023 meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu sebesar 122% dengan total investasi sebesar Rp 144 miliar terdiri dari sebanyak 15 Penanaman Modal Asing (PMA) dan 134 Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Diakhir persentasenya Pj Wali Kota Kendari menjelaskan, selama tahun 2023, pemerintah Kota Kendari berhasil menerima sejumlah penghargaan yakni, 1. Penghargaan penilaian penyelenggaraan pelayanan publik, 2. APBD award, 3. Adipura tingkat kota sedang tahun 2022 dan 4. Penghargaan praktik baik dalam pelaksanaan audit kasus stunting.

Dalam penyampaian laporan itu, Pj Wali Kota Kendari didampingi, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas PUPR. Dalam persentase yang dipandu Inspektur II Itjen Kemendagri Dr Ucok A Damenta, hadir juga Kadis Kominfo, Kepala DPM PTSP, Kadis Dukcapil, Kadis Perumahan, Kadis Dalduk dan KB, perwakilan Inspetorat Kota Kendari dan Kabid Egov Dinas Kominfo

Pj Wali Kota Kendari Sampaikan Capaian Kinerja ke Mendagri, Evaluator Itjen Kemendagri beri Apreasiasi.

Jakarta, kendarikota.go.id – Pejabat Wali Kota Kendari didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Kota Kendari menyambangi Kantor Inspektorat Kementerian Dalam Negeri, Rabu (17/5/2023). Kunjungan ini dilakukan untuk menyampaikan laporan Capaian Kinerja Triwulan II Pj Wali Kota Kendari.

Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu menjelaskan, laporan rutin ini disampaikan pada evaluator yang meliputi semua capaian kinerjanya selama 3 bulan terakhir.

“Evaluator tadi memberikan apresiasi atas kinerja yang sudah dilakukan penjabat wali kota yang mana ditunjukkan dengan data dan angka serta fakta di lapangan,” ungkapnya, usai menyampaikan pesentase.

Menurutnya, masih ada pekerjaan rumah yang akan dia tuntaskan di antaranya mengembalikan kondisi TPA Puwatu seperti 10 tahun lalu, sehingga menjadi referensi bagi daerah lain. Semangat itu semakin besar, setelah UPTD TPA Puuwatu terbentuk.

Sebelumnya, dalam laporannya periode Januari hingga April 2023, Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu menjelaskan beberapa capaian yang telah dia lakukan, seperti penurunan persentase angka kemiskinan sehingga saat ini persentasenya sebesar 4,57 % atau tersisa warga miskin sebanyak 18.720 jiwa.

Peringati HUT Kota Kendari, Pemkot Kendari Gelar Penanaman Pohon

Pj Wali Kota Kendari bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara mewakili Gubernur mencanangkan penanaman sejuta pohon di median jalan rumah jabatan gubernur Sulawesi Tenggara.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Asrun Lio, memberikan apresiasi pada Pemerintah Kota Kendari khususnya penanaman pohon, untuk menata wajah kota dan penghijauan wilayah Kota Kendari, pasca bencana hidrometeorologi.

“Ini waktu pak Pj wali kota melakukan penebangan kerapian di seluruh kota ini banyak masyarakat yang protes, kenapa menebang pohon ini masih kita butuhkan pohon yang rindang itu. Baru mereka sadari bahwa pada bencana kemarin. Bayangkan kalau pohon-pohon itu tidak dirapikan pasti seluruh jalan di Kota Kendari ini mengalami kemacetan, karena pohon tumbang,” jelasnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melaunching program penanaman sejuta pohon, kemarin. Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kendari ke-192.

Penjabat (Pj)  Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu menjelaskan, program penanaman sejuta pohon merupakan bagian dari upaya penataan kota Kendari lewat penghijauan.

Lanjut dia, penanaman sejuta pohon juga dilaksanakan untuk mengganti sejumlah pohon yang telah diremajakan oleh Tim Penataan Kawasan Kota Kendari.

”Sebanyak 3 ribu pohon sudah ditebang oleh Satgas ini. Oleh karena itu sebagai komitmen, setelah kita tebang, pangkas, dan rapikan tentu kita harus ganti,” ungkap Asmawa Tosepu usai menanam pohon di depan Rujab Gubernur Sultra.

Asmawa bersyukur, program penanaman pohon tahun ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara yang menginginkan pembangunan yang tetap mengutamakan aspek lingkungan dan berkelanjutan.

“Program penanaman sejuta pohon ini merupakan tindak lanjut dari arahan gubernur bahwa wilayah Kota Kendari harus kita tata. Karena Kendari merupakab ibukota provisi. Wajah Sulawesi Tenggara ,” ungkap Asmawa Tosepu.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, Nismawati mengatakan pohon yang ditanam kali ini adalah pohon pelindung dihampir seluruh ruas jalan protokol di Kota Kendari.

Selain pohon pelindung, pihaknya juga mengadakan tanaman produktif yang sasaran penanamannya di Kecamatan dan Kelurahan khususnya di pemukiman masyarakat.

“Kami harap program ini bisa membuat daerah kita menjadi hijau dan tertata juga produktif. Karena buah yang dihasilkan nantinya bisa bermanfaat bagi ekonomi masyarakat Kota Kendari,” katanya.

pada momen ulang tahun ini memilih lokus penanaman di kawasan Kota untuk melakukan penghijauan  karena disamping lokasinya yang cukup luas juga diharapkan nantinya dapat menjadi contoh kawasan pendidikan yang hijau, asri dan menjadi salah satu kawasan hijau penting di kota Kendari.

“Dalam upaya mewujudkan visi kota Kendari Kendari bergerak kegiatan yang dilakukan hari ini sangat relevan. Peran serta seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan kota layak huni yang berbasis kota yang bersih, nyaman, hijau dan berkelanjutan.

PJ Walikota berharap gerakan penghijauan yang dilaksanakan dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari gerakan pendidikan dan kultural bagi masyarakat.

Pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Kendari yang bisa memprediksi potensi terjadinya bencana sehingga bisa mengambil langkah mengantisipasinya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu menjelaskan, aksi penanaman pohon yang dilakukan pemerintah Kota Kendari ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke 192 Kota Kendari.

Aksi penanaman ini lanjut Asmawa, merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Sulawesi Tenggara, pasca penebangan pohon yang dilakukan Satgas penataan kota.

“Kita meremajakan pohon-pohon di Kota Kendari ini, karena audah dianggap membahayakan saat itu, karena umurnya sudah di atas 20 tahun,” ungkapnya.

“Sampai pada saat puting beliung kami laporkan sudah kurang lebih sudah 2.200 pohon sudah ditebang oleh tim Satgas ini, saat itu dan sampai saat ini terus berproses dan sudah di atas 3 ribuan pohon yang kita sudah tebang di Kota Kendari ini,” jelasnya.

Aksi penanaman pohon yang dilakukan pada peringatan HUT Kota Kendari ini, digelar secara serentak di seluruh wilayah Kota Kendari dengan jenis tanaman pelindung dan tanaman produktif. Selain berfungsi melestarikan lingkungan, tanaman produktif seperti buah-buahan hasilnya bisa dinikmati masyarakat, baik untuk konsumsi pribadi maupun dijual.

Pj Wali Kota Kendari Hadiri Panen Raya Kelompok Tani Lapas II A Kota Kendari

Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu didampingi Asisten II Setda Kota Kendari Susanti menghadiri panen raya kelompok tani “idaman” Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kendari, di kebun sarana pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan Lapas II A Kendari, Selasa (09/05/2023)

Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu menuturkan, bertepatan dengan HUT Kota Kendari ke 192 dilakukan panen bersama sebagai kelanjutan dari penanaman jagung yang dilaksanakan oleh warga binaan Lapas II A Kendari.

“Tentu pemerintah kota berikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Lapas Kelas II A Kendari serta Kakanwil Kemenkumham Provinsi Sultra atas pendampingannya kepada warga binaan Lapas II A Kendari, sehingga kita bisa lihat melebihi target produktivitas rata-rata untuk jagung yang ada di Kota Kendari,” tuturnya.

Dia juga mengatakan, ini merupakan bentuk kerja yang cerdas karena bisa langsung mengimplementasikan bagaimana kerja sama antara Pemkot dengan Lapas II A Kendari sehingga bisa langsung dinikmati saat ini.

“Selain bentuk kerja yang cerdas, ini juga merupakan sebagai bentuk pengendalian inflasi karena inflasi di Kota Kendari ini memang sekarang lagi tinggi, cara untuk menjaga itu, kita harus ada langkah-langkah salah satunya adalah gerakan menanam, menanam apapun yang sifatnya untuk bisa dimanfaatkan sebagai bagian untuk warga masyarakat di Kota Kendari,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini dihadiri Kakanwil Kemenkumham Provinsi Sultra, Kepala Lapas Kelas II A Kendari dan Kadis Pertanian Kota Kendari.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara, Silvester Sili Laba bersama Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu gelar panen raya pertanian jagung dari Kelompok Tani Indah, Damai dan Aman (Idaman) Lapas Kelas IIA Kendari di Kebun Sarana Pembinaan Kemandirian Lapas Kelas IIA Kendari.

Turut Hadir juga Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) H Muslim, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Hidayat Yasin, Ka Lapas Kelas IIA Kendari Tapianus Antonio Barus, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Sahuriyanto Meronda, perwakilan Forkompinda Kota Kendari, Perwakilan Kadin Sultra, Seluruh Ka Unit Pelaksana Teknis Se-Kota Kendari, serta Penyuluh Pertanian dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Kelompok Tani Idaman

Kegiatan panen raya ini juga bertepatan dengan tanggal Ulang Tahun Kota Kendari yang ke 192th dan menjadi hadiah ulang tahun yang sepadan dari kemenkumham Sultra kepada kota kendari. Kakanwil juga mengatakan ini adalah bentuk dan hasil dari pembinaan WBP yang telah dilaksanakan oleh petugas Pemasyarakatan untuk memberikan peningkatan kemampuan dan kualitas individu

Pemkot Kendari Optimis Raih Predikat KLA Kategori Utama

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia bersama tim verifikasi Kabupaten/Kota Layak Anak melakukan verifikasi lapangan online pada Kota Kendari.

Berdasarkan usulan Pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara maka itu Kota Kendari terpilih untuk melanjutkan ke tahap Verifikasi Lapangan secara Hybrid (VLH). Kegiatan VLH dilaksanakan secara daring (online) di Command Center Balai Kota Kendari.

Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dan Kekerasan, Ciput Eka Purwianti mengatakan Kota Kendari sudah berturut-turut selama beberapa tahun mendapatkan predikat utama untuk pelaksanaan Kota Layak Anak.

“Kami melihat bahwa kepala daerah telah bertanggung jawab atas komitmen untuk penyelenggaraan KLA di Kota Kendari dengan penuh dedikasi dan hubungan yang luar biasa melalui program-program maupun evaluasi berkala yang dilakukan seluruh penyelenggara KLA,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa, evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penyelenggaraan KLA dan memberikan rekomendasi catatan untuk perbaikan.

“Semoga program pembinaan dan evaluasi KLA ini dapat berkontribusi besar untuk terwujudnya Provinsi Layak Anak dan semoga juga dengan semangat wujudkan KLA kita harapkan anak-anak di Kota Kendari menjadi anak yang sehat, ceria dan berahlak mulia,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu mengucapkan banyak terima kasih terhadap tim Verifikasi Lapangan Hybrid Kementrian PPPA terkait dengan evaluasi KLA tahun 2023.

Menurutnya, hasil evaluasi terakhir KLA yang dilakukan oleh tim verifikasi pada tahun 2022, Kota Kendari meraih penghargaan KLA dengan kategori Nindya secara berturut-turut pada tahun 2021 dan 2022.

“Tentu kita jangan berpuas diri dengan hasil yang telah kita capai, mari kita bekerja bersama-sama untuk senantiasa meningkatkan kinerja dan karya nyata karena kita harus terus berjuang untuk memberikan kepentingan terbaik bagi anak-anak di Kota Kendari,” ujarnya.

Asmawa juga mengharapkan, Kota Kendari dapat meraih penghargaan KLA dengan kategori yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Komentar