Potretterkini.id, KENDARI-Untuk memaksimalkan kondisi TPA Puuwatu seluas hampir 25 hektar, saat ini Pemerintah Kota Kendari akan membangun TPST lengkap dengan fasilitasnya, pembangunan itu membutuhkan anggaran sekira Rp 80 miliar di tahun 2024.
“Untuk pengembangan TPST TPA Puuwatu telah tersedia kurang lebih 1,6 hektare luasannya dengan sertifikat milik pemerintah kota Kendari,”
Saat ini pemerintah Kota Kendari telah menyediakan sejumlah anggaran untuk study kelayakan (Feasibility Study (FS)) dan Rancang Bangun Rinci (detail engineering design (DED)) di APBD Perubahan tahun 2023.

Rencananya peluncuran rencana pembangunan akan dilakukan akhir Desember 2023 dirangkaikan dengan kegiatan Gerakan Inovasi Langsung Aksi dalam penanganan sampah (GILA Sampah).
Perintahan Daerah ( SUPD) II Bina Pembangunan Daerah (Bina Bangda) Kementerian Dalam Negeri Suprayitno menjelaskan, Program Peningkatan Penyediaan Layanan Lokal atau Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) memiliki banyak peminat. Mereka mencatat, di awal sekira 80 daerah mengusulkan, kemudian disaring menjadi 46 daerah dan terakhir tersisa 6 daerah termasuk Kendari.
“Kendari menjadi salah satu contoh karena kesiapan Kota Kendari, konon kabarnya 5 tahun, 6 tahun lalu, TPA di sini menjadi yang terbaik di Indonesia,” jelasnya.
Program ini ingin membangkitkan kembali pengelolaan persampahan yang pernah ada, sebab program LSDP merupakan upaya untuk meningkatkan manajemen pengelolaan sampah di wilayah perkotaan dari sisi tata kelola pemerintahan, kelembagaan pemerintah daerah dan masyarakat, pemberdayaan masyarakat serta kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
Usai berdiskusi dan mengumpulkan sejumlah informasi, tim Kemendagri dan Bank Dunia melanjutkan kunjungan lapangan di TPA Puuwatu.
Di sana mereka kembali berdiskusi dan menggali banyak informasi tentang TPA Puuwatu. Kemudian dilanjutkan melihat mesin pembangkit listrik gas metan yang kembali difungsikan.
Tim juga melihat kondisi kolam lindi yang masih butuh penanganan agar tidak mengganggu lingkungan. Usai kunjungan itu, tim menyempatkan diri melihat salah satu rumah yang menggunakan gas metan sebagai bahan bakar kompor.
Lalu berdiskusi dengan para pemulung yang tinggal di kawasan perumahan TPA Puuwatu.
Kunjungan tim ditutup dengan melihat salah satu bank sampah yang aktif di Kota Kendari.
Pemerintah Kota Kendari mendapatkan bantuan dari Bank Dunia untuk pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).
Melihat kondisi lapangan di Kota Kendari, Tim Kementerian Dalam Negeri memfasilitasi Bank Dunia mengunjungi Kota Kendari, Senin (28/8/2023). Kunjungan itu diterima langsung Pj. Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu, Sekretaris Daerah Kota Kendari dan sejumlah kepala OPD terkait.
Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu menjelaskan, Pemerintah Kota Kendari ingin mengembalikan kondisi Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Puuwatu seperti 7 atau 8 tahun lalu, dimana TPA Puuwatu menjadi yang terbaik di Indonesia.
Sebelumnya perlu diketahui bahwa Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Puuwatu Kota Kendari telah memanfaatkan gas bio yang dihasilkan dari proses lahan urug terkontrol (control landfill). Gas bio yang memiliki nilai kalor dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif berwujud gas dan telah dikonversi menjadi energi listrik bagi kebutuhan masyarakat sekitar TPA.
Peningkatan kinerja TPA Puuwatu tersebut berkat bantuan stimulan dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya kepada Pemerintah Kota Kendari pada tahun 2012. “Stimulan yang diberikan mencakup perencanaan teknik dan pembangunan sel yang ketiga di TPA Puuwatu”, kata Direktur Jenderal Cipta Karya Budi Yuwono saat membuka Sosialisasi Revitalisasi TPA Sampah, Selasa (23/10) di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Peningkatan kinerja TPA, selain dapat meningkatkan laju degradasi sampah dan air lindi yang diolah, juga dapat meningkatkan nilai ekonomi sampah, dan mendukung kegiatan perekonomian masyarakat. Ekstraksi energi non fosil berbentuk gas bio ini merupakan salah satu bentuk energi hijau, yang juga mendukung program nasional dalam mereduksi potensi emisi gas rumah kaca dari sampah. Air lindi yang dihasilkan dari proses lahan urug ini juga dapat diresirkulasikan kembali ke dalam lahan urug (untuk meningkatkan laju produksi gas bio) dan juga dapat dimanfaatkan sebagai kompos cair.
“Kami juga sangat mengharapkan peran perguruan tinggi, untuk mendukung riset yang aplikatif, terkait pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam sektor persampahan”, kata Budi yang pada sosialisasi tersebut juga menghadirkan Guru Besar bidang Persampahan dari ITB, Enri Damanhuri.
Dalam sosialisasi ini juga dilakukan kunjungan ke TPA Puuwatu oleh peserta yang terdiri dari unsur pemerintah kabupaten/kota dan jejaring kerjanya. Dari ini diharapkan diperoleh pertukaran informasi, perluasan jejaring kerja antar Pemerintah Kabupaten/Kota, serta lahirnya inovasi-inovasi baru yang kreatif bagi Pemerintah Kabupaten/Kota dalam meningkatkan kinerjanya di sektor persampahan.
Budi Yuwono menegaskan, komitmen Pemerintah Daerah yang tinggi dalam sektor persampahan, akan tercermin dalam besaran alokasi APBD tahunan yang terus meningkat pada sektor ini. Namun harus diikuti pula dengan peningkatan kinerja sistem penanganan sampah yang terukur.
“Hal ini akan menjadi tolok ukur utama bagi Pemerintah Pusat dalam memberikan dukungan teknis kepada Pemerintah Daerah,” ujarnya.
Pemkot Kendari Dapat Bantuan Dana Pengelolaan Sampah dari Bank Dunia
Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi tenggara (Sultra) lakukan evaluasi penyelenggaraan kota sehat tahun 2023 di Media Center Rujab Wali Kota Kendari, Kamis (11/5/2023).
Ketua tim pembina kota sehat Cornelius Padang mengungapkan, saat ini Kota Kendari dalam fase penilaian kota sehat tingkat provinsi, sedangkan untuk penilaian di Kota Kendari, penilai tingkat provinsi menyatakan Kota Kendari lolos tahap verifikasi.
Meski lolos verifikasi di tingkat provinsi, kata Cornelius Padang namun data tersebut masih terdapat kekurangan, sehingga Pemerintah Kota Kendari kembali berupaya agar ketika penilaian di tingkat nasional kekurangan data tersebut telah diperbaiki.
“sebenarnya data yang kita sampaikan masih banyak hal-hal yang perlu kita lakukan pembenahan, kaitan dengan persiapan dilakukannya verifikasi, nah beberapa tatanan yang belum maksimal dan langkah-langkah yang akan kita lakukan terkait verifikasi lapangan yang akan dilakukan oleh tim penilai pusat,” ungkap Conelius Padang.
Sementara itu Ketua Forum Kota Sehat Siti Chomzah Asmawa mengatakan, berdasarkan hasil self assesment terdapat beberapa tatanan yang masih di bawah 91 persen, sementara untuk tatanan pendidikan dan penanggulangan bencana berada di angka capaian 100 persen.
“kita masih berharap dinas-dinas lain yang belum lengkap dokumennya agar melengkapi dokumen tersebut yang nantinya bisa kita jadikan bahan kelengkapan ketika ada penilaian di bulan Juni atau Juli, dimana akan ada verifikasi lapangan yang kemungkinan akan dilaksanakan secara online,” ungkap Siti Chomzah Asmawa.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari drg Rahminingrum berharap agar beberapa tatanan yang masih dibawah 91 persen dapat dioptimalkan Jelang verifikasi lapangan nantinya.
“kami Dinas Kesehatan dan Bappeda sangat yakin bahwa, OPD penanggung jawab tatanan tersebut bisa memaksimalkan sampai kita nanti verifikasi lapangan,” harapnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melaksanakan evaluasi penyelenggaraan kota sehat tahun 2023 yang berlangsung di Media Center Rujab Wali Kota Kendari, Kamis (11/05/2023).
Ketua tim pembina kota sehat Cornelius Padang menyampaikan bahwa, saat ini Kota Kendari dalam fase penilaian kota sehat tingkat provinsi.
Sementara itu untuk penilaian di Kota Kendari, penilai tingkat provinsi menyatakan bahwa Kota Kendari lolos tahap verifikasi.
Kata dia, meski lolos verifikasi di tingkat provinsi, namun data tersebut masih terdapat kekurangan, sehingga Pemerintah Kota Kendari kembali berupaya agar ketika penilaian di tingkat nasional kekurangan data tersebut telah diperbaiki.
“Sebenarnya data yang kita sampaikan masih banyak hal-hal yang perlu kita lakukan pembenahan, kaitan dengan persiapan dilakukannya verifikasi, nah beberapa tatanan yang belum maksimal dan langkah-langkah yang akan kita lakukan terkait verifikasi lapangan yang akan dilakukan oleh tim penilai pusat,” jelasnya.
Selanjutnya Ketua Forum Kota Sehat Siti Chomzah Asmawa mengatakan, berdasarkan hasil self assesment terdapat beberapa tatanan yang masih di bawah 91 persen.
Sementara untuk tatanan pendidikan dan penanggulangan bencana berada di angka capaian 100 persen.
“Kita masih berharap dinas-dinas lain yang belum lengkap dokumennya agar melengkapi dokumen tersebut yang nantinya bisa kita jadikan bahan kelengkapan ketika ada penilaian di bulan Juni atau Juli, dimana akan ada verifikasi lapangan yang kemungkinan akan dilaksanakan secara online,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari drg. Rahminingrum berharap agar beberapa tatanan yang masih dibawah 91 persen dapat dioptimalkan Jelang verifikasi lapangan nantinya.

“Kami Dinas Kesehatan dan Bappeda sangat yakin bahwa, OPD penanggung jawab tatanan tersebut bisa memaksimalkan sampai kita nanti verifikasi lapangan,” harapnya.
Pemkot Kendari Dukung Forum Sultra Damai Lestarikan Teluk Kendari
Kendari, kendarikota.go.id – Pemerintah Kota Kendari mendukung langkah forum Sultra damai melakukan aksi penanaman pohon mangrove atau bakau di kawasan Teluk Kendari.
Bersama Pj Wali Kota Kendari, Forum Sultra Damai menanam bibit mangrove di kawasan Teluk Kendari, Kamis (11/5/2023).
Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu, memberikan apresiasi pada langkah Forum Sultra Damai yang berinisiatif melakukan penanaman mangrove yang dimulai di Kota Kendari.

“Poin yang menjadi konsen, fokus teman-teman Forum Sultra Damai ini adalah bagaimana kita melestarikan kawasan Teluk Kendari ini. Alhamdulillah hari ini kita lihat kita melakukan penanaman mangrove dan ini adalah awal di Kota Kendari,” ujarnya.
Wali Kota Kendari juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama melestarikan lingkungan tempat untuk kita, anak dan cucu kita.
Perwakilan dari Forum Sultra Damai Alex Pangaibali mengatakan, mereka menargetkan akan menanam mangrove disejumlah titik di Teluk Kendari, salah satunya di kawasan masjid Al Alam.

“Mendukung Kendari bergerak, rencananya minggu depan kami akan tanam lebih besar lagi di samping masjid Al Alam, sekalian nanti kita akan buat satu posko untuk Satgas Mangrove,” ujar Alex Pangaibali.
Selain di Kota Kendari, Forum Sultra Damai juga akan melakukan aksi serupa di kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.
Peringati HUT Kota Kendari, Pemkot Kendari Gelar Penanaman Pohon
Pj Wali Kota Kendari bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara mewakili Gubernur mencanangkan penanaman sejuta pohon di median jalan rumah jabatan gubernur Sulawesi Tenggara.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Asrun Lio, memberikan apresiasi pada Pemerintah Kota Kendari khususnya penanaman pohon, untuk menata wajah kota dan penghijauan wilayah Kota Kendari, pasca bencana hidrometeorologi.
“Ini waktu pak Pj wali kota melakukan penebangan kerapian di seluruh kota ini banyak masyarakat yang protes, kenapa menebang pohon ini masih kita butuhkan pohon yang rindang itu. Baru mereka sadari bahwa pada bencana kemarin. Bayangkan kalau pohon-pohon itu tidak dirapikan pasti seluruh jalan di Kota Kendari ini mengalami kemacetan, karena pohon tumbang,” jelasnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melaunching program penanaman sejuta pohon, kemarin. Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kendari ke-192.
Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu menjelaskan, program penanaman sejuta pohon merupakan bagian dari upaya penataan kota Kendari lewat penghijauan.
Lanjut dia, penanaman sejuta pohon juga dilaksanakan untuk mengganti sejumlah pohon yang telah diremajakan oleh Tim Penataan Kawasan Kota Kendari.
”Sebanyak 3 ribu pohon sudah ditebang oleh Satgas ini. Oleh karena itu sebagai komitmen, setelah kita tebang, pangkas, dan rapikan tentu kita harus ganti,” ungkap Asmawa Tosepu usai menanam pohon di depan Rujab Gubernur Sultra.
Asmawa bersyukur, program penanaman pohon tahun ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara yang menginginkan pembangunan yang tetap mengutamakan aspek lingkungan dan berkelanjutan.
“Program penanaman sejuta pohon ini merupakan tindak lanjut dari arahan gubernur bahwa wilayah Kota Kendari harus kita tata. Karena Kendari merupakab ibukota provisi. Wajah Sulawesi Tenggara ,” ungkap Asmawa Tosepu.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, Nismawati mengatakan pohon yang ditanam kali ini adalah pohon pelindung dihampir seluruh ruas jalan protokol di Kota Kendari.
Selain pohon pelindung, pihaknya juga mengadakan tanaman produktif yang sasaran penanamannya di Kecamatan dan Kelurahan khususnya di pemukiman masyarakat.
“Kami harap program ini bisa membuat daerah kita menjadi hijau dan tertata juga produktif. Karena buah yang dihasilkan nantinya bisa bermanfaat bagi ekonomi masyarakat Kota Kendari,” katanya.
pada momen ulang tahun ini memilih lokus penanaman di kawasan Kota untuk melakukan penghijauan karena disamping lokasinya yang cukup luas juga diharapkan nantinya dapat menjadi contoh kawasan pendidikan yang hijau, asri dan menjadi salah satu kawasan hijau penting di kota Kendari.
“Dalam upaya mewujudkan visi kota Kendari Kendari bergerak kegiatan yang dilakukan hari ini sangat relevan. Peran serta seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan kota layak huni yang berbasis kota yang bersih, nyaman, hijau dan berkelanjutan.
PJ Walikota berharap gerakan penghijauan yang dilaksanakan dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari gerakan pendidikan dan kultural bagi masyarakat.
Pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Kendari yang bisa memprediksi potensi terjadinya bencana sehingga bisa mengambil langkah mengantisipasinya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu menjelaskan, aksi penanaman pohon yang dilakukan pemerintah Kota Kendari ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke 192 Kota Kendari.

Aksi penanaman ini lanjut Asmawa, merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Sulawesi Tenggara, pasca penebangan pohon yang dilakukan Satgas penataan kota.
“Kita meremajakan pohon-pohon di Kota Kendari ini, karena audah dianggap membahayakan saat itu, karena umurnya sudah di atas 20 tahun,” ungkapnya.
“Sampai pada saat puting beliung kami laporkan sudah kurang lebih sudah 2.200 pohon sudah ditebang oleh tim Satgas ini, saat itu dan sampai saat ini terus berproses dan sudah di atas 3 ribuan pohon yang kita sudah tebang di Kota Kendari ini,” jelasnya.

Aksi penanaman pohon yang dilakukan pada peringatan HUT Kota Kendari ini, digelar secara serentak di seluruh wilayah Kota Kendari dengan jenis tanaman pelindung dan tanaman produktif. Selain berfungsi melestarikan lingkungan, tanaman produktif seperti buah-buahan hasilnya bisa dinikmati masyarakat, baik untuk konsumsi pribadi maupun dijual.
Pj Wali Kota Kendari Hadiri Panen Raya Kelompok Tani Lapas II A Kota Kendari
Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu didampingi Asisten II Setda Kota Kendari Susanti menghadiri panen raya kelompok tani “idaman” Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kendari, di kebun sarana pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan Lapas II A Kendari, Selasa (09/05/2023)
Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu menuturkan, bertepatan dengan HUT Kota Kendari ke 192 dilakukan panen bersama sebagai kelanjutan dari penanaman jagung yang dilaksanakan oleh warga binaan Lapas II A Kendari.
“Tentu pemerintah kota berikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Lapas Kelas II A Kendari serta Kakanwil Kemenkumham Provinsi Sultra atas pendampingannya kepada warga binaan Lapas II A Kendari, sehingga kita bisa lihat melebihi target produktivitas rata-rata untuk jagung yang ada di Kota Kendari,” tuturnya.
Dia juga mengatakan, ini merupakan bentuk kerja yang cerdas karena bisa langsung mengimplementasikan bagaimana kerja sama antara Pemkot dengan Lapas II A Kendari sehingga bisa langsung dinikmati saat ini.

“Selain bentuk kerja yang cerdas, ini juga merupakan sebagai bentuk pengendalian inflasi karena inflasi di Kota Kendari ini memang sekarang lagi tinggi, cara untuk menjaga itu, kita harus ada langkah-langkah salah satunya adalah gerakan menanam, menanam apapun yang sifatnya untuk bisa dimanfaatkan sebagai bagian untuk warga masyarakat di Kota Kendari,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini dihadiri Kakanwil Kemenkumham Provinsi Sultra, Kepala Lapas Kelas II A Kendari dan Kadis Pertanian Kota Kendari.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara, Silvester Sili Laba bersama Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu gelar panen raya pertanian jagung dari Kelompok Tani Indah, Damai dan Aman (Idaman) Lapas Kelas IIA Kendari di Kebun Sarana Pembinaan Kemandirian Lapas Kelas IIA Kendari.
Turut Hadir juga Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) H Muslim, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Hidayat Yasin, Ka Lapas Kelas IIA Kendari Tapianus Antonio Barus, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Sahuriyanto Meronda, perwakilan Forkompinda Kota Kendari, Perwakilan Kadin Sultra, Seluruh Ka Unit Pelaksana Teknis Se-Kota Kendari, serta Penyuluh Pertanian dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Kelompok Tani Idaman
Kegiatan panen raya ini juga bertepatan dengan tanggal Ulang Tahun Kota Kendari yang ke 192th dan menjadi hadiah ulang tahun yang sepadan dari kemenkumham Sultra kepada kota kendari. Kakanwil juga mengatakan ini adalah bentuk dan hasil dari pembinaan WBP yang telah dilaksanakan oleh petugas Pemasyarakatan untuk memberikan peningkatan kemampuan dan kualitas individu
Kota Kendari Jadi Tuan Rumah Kompetisi Sains Madrasah Nasional
Kota Kendari menjadi tuan rumah pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional yang bakal berlangsung pada 3 September 2023 mendatang.
Pembukaan Kompetisi Sains Madrasah ini bakal berlangsung di Lapangan Upacara Balai Kota Kendari pada malam hari dan bakal dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Yaqut Cholil Qoumas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari Ridwansyah Taridala mengatakan, Pemerintah Kota Kendari siap menjadi tuan rumah yang baik, untuk itu semua persiapan dibahas dalam rapat bersama Kantor Kementerian Agama Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).
Ridwansyah Taridala mengatakan, Pemerintah Kota Kendari siap menjadi tuan rumah yang baik, untuk itu semua persiapan dibahas dalam rapat bersama Kantor Kementerian Agama Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Sehingga teman-teman di jajaran sekretariat, OPD, kecamatan dan kelurahan diminta untuk memberikan dukungan dengan pelaksanaan KSM Nasional ini,” tuturnya.
Dalam pembukaan KSM Nasional ini, peserta yang akan menghadiri kegiatan ini diprediksi mencapai sekitar 1.500 orang.
“Sehingga teman-teman di jajaran sekretariat, OPD, kecamatan dan kelurahan diminta untuk memberikan dukungan dengan pelaksanaan KSM Nasional ini. Dalam pembukaan KSM Nasional ini, peserta yang akan menghadiri kegiatan ini diprediksi mencapai sekira 1500 orang.

Sementara itu, Kepala Kanwil (Kakanwil) Kementarian Agama (Kemenag) Sultra Muhammad Saleh menambahkan, selain Menteri Agama RI, yang bakal hadir bakal hadir juga Gubernur Sulawesi Tenggara.
Selanjutnya, Kakanwil Kemenag Sultra menyampaikan susunan acara yang bakal dimulai pada Minggu, 3 September 2023 malam.
Usai pembukaan, kegiatan kemudian dilanjutkan pada 4-5 September 2023 dengan agenda pelaksanaan KSM dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES) serta Talkshow yang akan berlangsung di Modern Library Sultra dan GOR Apriyani Kendari.
Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2023 Tingkat Nasional yang akan digelar 3 – 7 September 2023 telah dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki, di Lapangan Balai Kota Kendari. Turut hadir pada pembukaan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai, Jamaris beserta jajaran.
Dalam sambutannya sebelum membuka gelaran secara resmi, Wamen menyampaikan arahan dan pesan dari Menteri Agama untuk seluruh peserta dan hadirin KSM Nasional 2023. Bahwa, KSM, MYRES dan kompetisi sejenisnya merupakan sarana untuk memfasilitasi, menemukan dan membina serta mengembangkan bakat, minat dan prestasi peserta bukan merupakan tujuan. Tujuan utamanya adalah bagaimana prestasi yang dicapai benar-benar memberi manfaat kepada orang lain dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemajuan bangsa negara dan agama.
ia juga berharap agar KSM dan MYRES benar-benar dapat memfasilitasi munculnya talenta-telenta berprestasi yang hebat, dan melalui proses yang lebih baik, yaitu proses yang menjamin semua murid madrasah terlayani dengan baik akan bakat, minat, prestasinya secara berkeadilan, nyaman, menyenagkan dan membahagiakan.
“Karena itu kita semua harus menciptakan kondisi madrasah bebas dari perundungan, bullying, bebas dari kekerasan seksual dan jauh dari tindakan intoleran,” urai Saiful membacakan pesan Gus Yaqut.
Di samping itu, Kakankemenag Sinjai, Jamaris didampingin Ketua DWP, Kasubag TU, Kasi Penmad, Kamad MAN 1 Sinjai, MAN 2 Sinjai, MTsN 1 Sinjai, MTsN 4 Sinjai, MIN 3 serta MIN 4 Sinjai baik dari Madrasah Swasta yang turut hadir pada pembukaan KSM Nasional, Kakankemenag Sinjai memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya pada tuan rumah atas terselenggaranya pembukaan KSM Nasional tersebut.
Jamaris mengungkapkan bahwa KSM adalah bagian menjadi ajang untuk mewujudkan dan memberikan bukti kepada dunia, bahwa memang madrasah hebat dan bermartabat dan tercipatanya generasi emas untuk bangsa indonesi yang memiliki bakat.
“KSM nasional diikuti oleh siswa terbaik pada setiap bidang studi yang dilakukan berjenjang dari mulai kabupaten/kota hingga provinsi sehingga siswa-siswi yang hadir pada KSM tingkat nasional ini adalah insan-insan yang terbaik dari Madrasah,” tuturnya.
Mantan Kasi Penmad Gowa tersebut juga telah menyampaikan selamat bagi para siswa madrasah yang mengikuti KSM ini dan penuh harapan khusus untuk kontingen KSM Sulsel bisa meraih prestasi terbaik dalam ajang KSM tingkat nasional ini.
Meneruskan pesan Gusmen, Orang nomor satu di jajaran Kemenag Sinjai tersebut menyampaikan, “Selamat berkompetisi untuk menjadi yang terbaik, yang bermanfaat bagi kemanusiaan, agama, bangsa dan negara
Selanjutnya pada Rabu, 6 September 2023 merupakan penutupan kegiatan KSM Nasional yang dirangkaikan dengan Malam Anugrah KSM dan MYRES.







Komentar