Pemkot Kendari Bangun Jalan Kembar, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pengurai Kemacetan

Advertorial1154 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI– Semangat Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir dalam membangun daerah pantang surut. Meski di tengah badai pandemi Covid-19, ia tetap menggerakan roda pembangunan berkelanjutan demi mewujudkan impian Kota Kendari menjadi kota metropolitan yang sejajar dengan daerah-daerah lainnnya.

Terbaru, Sulkarnain Kadir melakukan groundbreaking pembangunan Jalan Kembar Kali Kadia dan Jalan Zainal Abidin Sugianto – HEA Mokodompit, Senin (18/10/2021).

Jalan ZA Sugianto ini adalah salah satu ruas jalan akses Jalan Kembar, yang akan tembus di pertigaan kampus, Universitas Halu Oleo, sehingga nantinya akan menjadi perempatan. Kemudian akan berpotongan dengan jalan dari Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari menuju Kendari Park.

Ketgam: Pemerintah Kota Kendari berpose bersama usai melakukan groundbreaking pembangunan Jalan Kembar Kali Kadia, ZA Sugianto dan HEA Mokodompit, (Foto: Ist)

Pembangunan jalan altenatif di rute baru ini dilakukan untuk mendukung percepatan pembangunan dan perkembangan wilayah Kota Kendari. Kemudian, kehadiran jalan kembar ini memiliki multi efek yakni mendorong pertumbuhan, pengurai kemacetan dan penopang pendapatan asli daerah (PAD).

Politikus PKS itu mengatakan, Jalan Kembar Kali Kadia merupakan implementasi visi daerah yakni, mewujudkan Kendari sebagai kota layak huni yang berbasis ekologi, informasi, dan teknologi. Pembangunannya mendapat dukungan langsung Kementerian Keuangan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

“Kita berterima kasih pada SMI yang mensupport dana karena program ini sepenuhnya dibiayai oleh PT SMI karena kita diberikan cukup kelonggaran selama delapan tahun untuk melunasinya,” ujar Sulkarnain.

Pembangunan Inner Riangroad Dimodif Mirip Bundaran HI Jakarta

Ketua Pramuka Kwarcab Kota Kendari ini mengatakan, Pembangunan jalan lingkar dalam Inner Riangroad sebagi jalur penghubung jalan kembar kali Kadia ZA Sugianto HEA Mokodompit di tengah-tengah perempatan jalan tersebut, bakal dibangun bundaran dengan diameter 120 meter.

“Di tengah akan kita bangun bundaran dengan diameter 120 meter, akan dimodif seperti Bundaran HI,” ujarnya.

Sulkarnain berharap, pembangunan jalan tersebut, akan menjadi sentral baru aktivitas masyarakat yang disebut sebagai Inner Ring Road atau jalan tol lingkar. Tentunya, pembangunan Jalan Kembar tersebut dapat memecahkan problematika yang dihadapi masyarakat yaitu kemacetan. Sekaligus diharapkan dapat memberikan dampak lainnya seperti dampak ekonomi.

Pihaknya juga akan menyediakan spot-spot ekonomi dengan menghadirkan UMKM, dari berbagai jenis dan berbagai tema. Misalnya, tema souvenir, kuliner, dan segala macam yang akan didiskusikan lebih lanjut lagi dengan teman-teman UMKM.

Selain itu Kata Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sultra ini, jalan Kembar juga bisa menjadi lokasi rekreasi baru bagi masyarakat Kota Kendari. “Olahraga yang selama ini mungkin terbatas, ini nanti sudah bisa karena luas jalannya sangat lebar. Sehingga insyaallah lebih aman bagi pejalan kaki, penikmat sepeda yang sudah mulai hidup di Kota Kendari,” ujarnya.

Sulkarnain bilang, jalan tersebut sudah dapat digunakan oleh masyarakat Kota Kendari sekiranya bulan Mei-Juni 2022 mendatang. Hal itu disusul dengan selesainya pengurusan penggunaan lahan tersebut dengan melibatkan pihak independen, dalam hal ini KJPP yang menentukan nilai.

Katanya, secara administrasi sudah ada kesepakatan dengan seluruh pemilik tanah. “Alhamdulillah sejauh ini masyarakat kita kooperatif dan berjalan cukup baik. Menunggu proses keuangannya yang memang tidak bisa seketika, harus melewati proses, melengkapi berkas-berkas dan seterusnya,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari,Hj Nahwa Umar, menyampaikan, pembangunan jalan ini dilakukan dengan sistem tahun jamak dengan total anggaran sebesar Rp 220 miliar. Anggaran tersebut merupakan dana program pemulihan ekonomi nasional bersumber dari pemerintah pusat.

“Pembangunan jalan tersebut akan dilaksanakan secara multi years tahun anggaran 2021 sampai dengan 2022,” kata Nahwa Umar.

Rencananya dua ruas jalan ini akan dibangun mengikuti standar jalan nasional dengan lebar 3,5 meter per lajur dengan total ruang milik jalan (Rumija) selebar 30 meter.

Ketgam: Sekda Kota Kendari melakukan peninjauan pembangunan Jalan Kembar Kali Kadia, ZA Sugianto dan HEA Mokodompit, (Foto:Ist)

Total panjang jalan yang akan dibangun sepanjang 4,1 kilo meter (km) terdiri dari jalan dari Kali Kadia ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari sepanjang 1,5 km dan jalan  Z.A. Sugianto ke jalan Mokodompit (simpang tiga kampus Universitas Halu Oleo)  sepanjang 2,6 km.

Selain itu, sambungnya, akan dibangun jembatan bentang 90 meter  dan bentang 25 meter masing-masing dua unit.

Nahwa Umar mengatakan, tujuan Pemkot Kendari melakukan percepatan pembangunan terhadap ruas-ruas jalan Kota Kendari adalah untuk menghidupkan daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi. Khususnya, pada bidang perikanan, perdagangan, dan pariwisata.

Selain itu, dengan membuka ruas jalan baru dapat memudahkan masyarakat untuk mengakses lebih cepat ke wilayah tersebut, berkembangnya lahan-lahan kosong yang dilalui ruas jalan.

Sedangkan, manfaat pembangunan Jalan Kembar tersebut, kata dia, sebagai peningkatan pelayanan masyarakat khususnya infrastruktur.

Ketgam: Pemerintah Kota Kendari melakukan groundbreaking pembangunan Jalan Kembar Kali Kadia, ZA Sugianto dan HEA Mokodompit. (Foto:Ist)

Sehingga, Pemkot Kendari tidak bergantung pada penerimaan pendapatan langsung akibat pembangunan jalan.
“Dengan diadakannya spot-spot untuk lokasi UMKM, terdapat 12 titik dengan ukuran area per titik 2.000 meter. Maka dapat menghasilkan PAD yang bersumber dari UMKM,” bebernya.

Selain itu, untuk memberikan manfaat dalam bentuk peningkatan pertumbuhan ekonomi wilayah, pemerataan pembangunan, dan peningkatan nilai-nilai sosial. (ADV)

Komentar