Potretterkini.id, KENDARI – Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kembali menunjukkan eksistensinya. Organisasi yang berdiri sejak 20 Mei 1992 ini akan menggelar Southeast Sulawesi Summit Expedition Mapala Unsultra 2025 di Pegunungan Mekongga, Kabupaten Kolaka Utara, pada 11–22 September 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis Unsultra ke-39 sekaligus wujud nyata implementasi program Kampus Berdampak.
Sejak awal berdiri, Mapala Unsultra telah aktif melakukan berbagai kegiatan di bidang Lingkungan Hidup dan Konservasi, Gunung Hutan, Penelusuran Gua, hingga Panjat Tebing.

Ketua Mapala Unsultra Saldin menjelaskan, tim ekspedisi pertama di Pegunungan Mekongga pernah dibentuk pada tahun 1997. Namun, keterbatasan teknologi kala itu membuat pengumpulan data berjalan lambat.
Kini, setelah hampir tiga dekade, Mapala Unsultra kembali menurunkan tim ekspedisi kedua untuk melanjutkan pendataan sekaligus eksplorasi kawasan yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati tinggi itu.
“Mapala Unsultra bertekad menuntaskan misi eksplorasi Mekongga. Kami ingin mengungkap potensi dan keindahan alamnya, sekaligus menjaga kelestariannya,” ungkap Ketua Mapala.

Bukan kali pertama Mapala Unsultra melakukan ekspedisi berskala besar. Mereka pernah menjejak Gunung Kinabalu, Malaysia pada 2010, serta melakukan berbagai ekspedisi di gua, tebing, gunung hutan, dan konservasi lingkungan di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara.

Ketua Panitia, Muhamad Guntur, berharap kegiatan ini memberi kontribusi nyata bagi Bumi Anoa.“Semoga ekspedisi ini sukses, memberi inspirasi, dan mendorong generasi muda untuk terus melestarikan alam,” ujarnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para sponsor, media partner, serta seluruh civitas akademika Unsultra, khususnya Rektor Unsultra, Prof. Dr. Ir. Andi Bahrun, M.Sc., Agric. yang selalu memberikan dukungan penuh.
Dalam acara pelepasan tim ekspedisi, Rektor Unsultra menegaskan apresiasinya terhadap kiprah Mapala Unsultra. Sebelumnya, organisasi ini juga mengharumkan nama kampus dengan meraih peringkat 4 nasional pada ajang Abdi Daya PPK Ormawa 2024 yang digelar Kemendikbudristek RI.

“Ekspedisi ini bukan hanya soal fisik dan mental, tapi juga tentang kekompakan dan semangat juang. Hasilnya diharapkan bisa menginspirasi generasi muda untuk mencintai lingkungan serta mempromosikan kekayaan alam Mekongga ke tingkat nasional dan internasional,” pesan Rektor.
Selain Puncak Mekongga utama yang menjulang di ketinggian 2.620 mdpl, gugusan karst di kawasan ini menyimpan berbagai puncak lain yang jarang terjamah.

Salah satu misi tim kali ini adalah menjajaki titik puncak alternatif untuk membuka perspektif baru keindahan Pegunungan Mekongga.
“Pendakian ini berbeda, kami ingin melihat keindahan Mekongga dari sudut yang lain,” ujar Hasir, anggota muda Mapala Unsultra. (Redaksi)







Komentar