Potretterkini.id, KENDARI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Kendari menargetkan mendapat kursi terbanyak dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang.
Ketua DPC PDI Perjuangan, Ishak Ismail dalam rilisnya mengatakan dirinya menargetkan 7 kursi dalam Pileg 2024 mendatang. Untuk mencapai target tersebut, PDI Perjuangan terus melakukan konsolidasi internal mulai dari DPC, PAC, Rantin dan anak ranting.
“Kita target 7 kursi di Kota,” ujar Ishak Ismail dalam keterangan persnya, Senin (10/10/2022).
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Anak Loong ini menginstruksikan kepada seluruh kader PDI perjuangan agar terus membangun komunimakasi dan mendekatkan partai di masyarakat.
“Dengan harapan mendekatkan Partai ke masyarakat melalui Program-program Kerakyatan PDI Perjuangan agar dapat terus dirasakan oleh masyarakat kota Kendari yang ada di 64 kelurahan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ishak Ismail mengatakan DPC PDI Perjuangan hingga saat ini masih membuka pendaftatan bakal calon legislatif (bacaleg) baik itu DPRD Kota Kendari, DPRD Provinsi dan DPR RI.
“PDI Perjuangan Kota Kendari sampai saat ini masih membuka peluang untuk masyarakat umum, baik tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan yang berkeinginan masuk sebagai calon Anggota DPRD Kota Kendari,” tutupnya.
Sambung Ishak Ismain memasuki tahun politik 2024, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Kendari mengajak kepada seluruh masyakat agar bersama-sama menjaga situasi politik di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) khususnya di Kota Kendari agar tetap aman dan kondusif.
Politik 2024 Jangan Digiring Politik Identitas
Ia bilang kontestasi politik di 2024 ini jangan digiring ke politik identitas sebab dapat merusak semangat kebersamaan dan persatuan kita sebagai bangsa.
“Memasuki tahun politik PDI Perjuangan Kota Kendari menghimbau agar kontestasi politik menuju 2024 jangan di
giring pada politik identitas,” imbaunya, Senin (10/10/2022) saat dihubungi anoatimes.com.
Menurutnya, merupakan kewajiban semua pihak dalam menciptakan politik yang kondusif dan aman di daerah, sehingga masyarakat dapat menentukan pilihan berdasarkan visi misi yang dibawa peserta politik, baik itu para bakal calon legislatif (bacaleg), para akal calon presiden, para calon kepala daerah di 2024.
“Biarkan masyarakat menentukan pilihan mereka dengan melihat program yang dibawa oleh partai, bacaleg, dan bacapres dan bacakada,” pungkasnya. (Med)







Komentar