MTs Kusambi Gandeng DP3A Muna Barat: Bangun Sekolah Ramah Anak, Perangi Bullying dan Cegah Perkawinan Dini

Berita Utama2607 Dilihat

Potretterkini.id, MUNA BARAT-Bullying masih menjadi momok dalam dunia pendidikan. Berangkat dari kepedulian terhadap fenomena tersebut, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kusambi mengambil langkah konkret dengan menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Muna Barat dalam sebuah kegiatan sosialisasi bertema “Stop Bullying, Lindungi Anak, Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman.”
Sosialisasi yang berlangsung di aula MTs Kusambi ini diikuti secara aktif oleh seluruh siswa kelas VII hingga IX.

Para siswa menunjukkan antusiasme dan perhatian penuh terhadap materi yang disampaikan, menandakan adanya kesadaran yang mulai tumbuh bahwa bullying bukanlah persoalan sepele.

“Perundungan bisa meninggalkan luka yang tak kasat mata, tetapi dampaknya bisa sangat panjang. Ini bukan hanya soal ejekan, tapi menyangkut martabat dan kesehatan mental anak-anak kita,” ujar Suprihatin selaku pemateri, Sabtu (19/07/2025).

Selain isu bullying, sosialisasi ini juga menyoroti bahaya perkawinan anak yang masih menjadi persoalan sosial di berbagai daerah. Sekretaris DP3A Muna Barat ini menekankan pentingnya peran sekolah dan keluarga dalam memberikan edukasi dan perlindungan terhadap anak agar bisa tumbuh dan berkembang sesuai tahapan usianya.

“Perkawinan anak itu merampas hak anak atas pendidikan dan masa depan. Anak-anak perlu diberdayakan, bukan dinikahkan sebelum waktunya,” tegasnya.

Kepala MTs Kusambi, La Samala, menyambut baik kehadiran DP3A dan menyampaikan apresiasinya atas materi yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya menjadi fasilitator kegiatan ini, tetapi juga memiliki komitmen penuh dalam memerangi bullying dan mencegah terjadinya perkawinan anak.

“Lembaga kami sangat berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Olehnya itu tidak ada toleransi terhadap bullying di sekolah ini,” tegas La Samala.

“Kami juga terus menyuarakan pentingnya mencegah perkawinan anak, karena kami percaya bahwa pendidikan adalah jalan utama menuju masa depan yang lebih baik bagi generasi muda,” tambahnya.

La Samala berharap, kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda rutin, serta melibatkan semua pihak untuk mengambil bagian dalam menciptakan ruang aman dan mendukung bagi tumbuh kembang anak.

Ia pun secara terbuka menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan, sembari berharap kolaborasi antara MTs Kusambi dan DP3A Muna Barat terus berlanjut dan semakin solid ke depannya.

Inisiatif MTs Kusambi menjadi bukti bahwa sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu, tapi juga ruang perlindungan bagi anak-anak dari berbagai ancaman sosial. Dengan dukungan pemerintah daerah melalui DP3A, sekolah dapat bertransformasi menjadi ruang tumbuh yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menyelamatkan.

“Mencegah satu tindakan bullying berarti menyelamatkan satu masa depan. Sekolah ramah anak adalah investasi jangka panjang untuk bangsa.” pungkasnya.

Editor: Kafarun

Komentar