Potretterkini.id, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari membentuk Rumah Dataku Kampung KB di Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (25/10/2021).
Rumah Dataku Kampung KB ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir. Sul mengatakan, Rumah Dataku Kampung KB merupakan tindak lanjut dari seluruh program kegiatan untuk memaksimalkan fungsi dan peran keluarga di tengah masyarakat. Selain itu, bertujuan untuk menghadirkan daerah layak huni di Kota Kendari.

“Rumah Dataku dan Kampung KB ini merupakan salah satu upaya Pemkot Kendari dalam menghadirkan kota layak huni di Kota Kendari dan hal ini merupakan program untuk memaksimalkan fungsi dan peran keluarga di tengah masyarakat,” katanya.
Fungsi keluarga yang ingin dikembangkan melalui Rumah Dataku Kampung KB, di antaranya fungsi keluarga di bidang agama, kasih sayang, perlindungan, sosial budaya, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.
“Rumah data yang insya Allah akan kita resmikan ini akan kita jadikan sebagai pusat untuk komunikasi interaksi dan koordinasi dalam meningkatkan peran keluarga, dan ingin saya tekankan agar menjadi perhatian buat kita semua bahwa khusus kami kita di Kota Kendari visi kota layak huni berbasis teknologi informasi dan teknologi itu tidak bisa lepas dari peran keluarga, rasanya sulit membayangkan kota kita menjadi layak huni tanpa ditopang oleh pilar utama masyarakat.
Dinas Pengendalian Penduduk dan KB sebagai lembaga link sektor yang paling fundamental dalam masyarakat. Oleh karena itu ia berharap delapan fungsi keluarga betul-betul bisa dioptimalkan dengan menghadirkan fasilitator dari berbagai sektor.
“Kami berharap delapan fungsi keluarga itu peranannya benar-benar bisa dioptimalkan dan ini bisa didorong lewat kader-kader kita nanti yang tersebar, paling tidak sekarang sudah ada 27 kampung KB yang ada di Kota Kendari ini yang bisa diperankan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Kendari Jahuddin berharap, Rumah Data Kampung KB bisa menyiapkan data mikro terkait kependudukan yang ada di setiap kecamatan. Kemudian melalui Kampung KB ini juga akan mengedukasi masyarakat dalam pencegahan stunting dalam proses kehamilan.
Selain itu, data yang ada di Rumah Dataku diharapkan bisa terintegrasi dengan Dinas Sosial serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sehingga intervensinya lebih mudah.
“Jadi nanti datanya terupdate sehingga setiap saat dibutuhkan semua akan tersedia walaupun bentuknya sederhana, swadaya tetapi jangan kita lihat bangunannya tapi kita lihat asas manfaatnya. Kedepannya kita berharap intervensi kelembagaan itu tepat sasaran karena banyak kita liat dimedia sosial bantuan-bantuan tidak tepat sasaran karena salah data,” kata Jahuddin.
Pada kesempatan yang sama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara Asmar mengatakan, rumah dataku bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pembangunan ditingkat kelurahan yang berbasis data.

Sambungnya masih kata dia, kedepan memang data yang ada di rumah dataku ini dapat terintegrasi sehingga intervensinya lebih mudah, dari dinas sosial juga dari Dukcapil jadi nanti datanya ter-update sehingga setiap saat dibutuhkan semua akan tersedia walaupun bentuknya sederhana, swadaya tetapi jangan kita lihat bangunannya tapi kita lihat asas manfaatnya.
“Kedepannya kita berharap intervensi kelembagaan itu tepat sasaran karena banyak kita liat dimedia sosaial bantuan-bantuan tidak tepat sasaran karena salah data,” pungkasnya.
Pemkot Kendari Longarkan PPKM untuk PEN
Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melonggarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menyusul angka positif Covid-19 yang mulai melandai.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, dengan kota kendari telah masuk zona hijau penyebaran Covid-19, sehingga pihaknya mulai memberikan relaksasi di beberapa sektor yang tujuannya untuk menggairahkan masyarakat dalam pemulihan ekonomi.

Selain itu, ada beberapa kegiatan yang juga akan dilaksanakan Pemkot Kendari untuk membantu pemulihan ekonomi nasional.
“Ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan. Salah satunya yang sedang berlangsung adalah pembangunan jalan kembar Kali Kadia sampai Jalan H.E.A Mokodompit,” kata Sulkarnain.
Meski begitu, Sulkarnain terus mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah mematuhi protokol kesehatan (prokes), agar kekhawatiran terjadinya lonjakan pandemi tidak terjadi kembali.
“Kalau khawatir akan angka Covid-19 naik, tentu kita khawatir. Kecemasan kita tidak hanya berhenti dan diam, tetapi harus kita wujudkan dengan lebih waspada dan ketat menjaga prokes,” jelasnya.
Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, per Jumat 29 Oktober 2021, kasus Covid-19 di Kota Kendari nol kasus. Kasus sembuh dua orang yakni, satu di Kecamatan Puuwatu dan satu di Kecamatan Kendari Barat. Sehingga total kasus sembuh Covid-19 di Kota Kendari sebanyak 7.619 orang.(ADV)







Komentar