Potretterkini.id, KONUT-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari sukses melaksanakan dua program unggulan di Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Wawolesea, Kabupaten Konawe Utara, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat desa.
Memasuki minggu ketiga pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang berlangsung sejak 12 September hingga 15 Oktober 2025, terus menggulirkan program kerja inovatif.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal dengan mengidentifikasi dan mengembangkan potensi unggulan wilayah pesisir dengan sumber daya perikanan,tumbuhnya usaha mikro di kalangan masyarakat, implementasi program peningkatan keterampilan dan manajemen usaha.
Sebanyak 15 orang Peserta KKN Tematik ini berasal dari jurusan Agrobisnis Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, mahasiswa telah berhasil menyelenggarakan dua program utama yang dirancang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga, yakni sosialisasi pembukuan sederhana dan inovasi produk olahan perikanan.

Fokus utama kegiatan KKN Tematik adalah Sosialisasi Literasi Keuangan dan Pembukuan Sederhana bagi pelaku usaha serta Inovasi Produk Olahan Perikanan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa banyak pelaku usaha di desa tersebut kesulitan dalam mengelola keuangan secara terstruktur.
“Kami melihat antusiasme yang tinggi dari ibu-ibu rumah tangga dan pelaku UMKM untuk belajar cara mencatat pemasukan dan pengeluaran harian. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dalam mengelola keuangan rumah tangga maupun usaha secara teratur dan bertanggung jawab melalui pencatatan keuangan sederhana,”tukasnya.
Selain itu kegiatan sosialisasi dan praktik ini juga bertujuan agar mereka dapat mengetahui kondisi finansial usaha mereka, sehingga lebih mudah dalam mengambil keputusan bisnis dan mengakses permodalan”, ujar salah seorang mahasiswa peserta KKN Tematik di desa tersebut.
Melalui sosialisasi dan kegiatan praktik pembukuan sederhana ini, peserta diajarkan teknik- teknik pembukuan kas masuk dan kas keluar dengan format yang mudah dipahami dan aplikatif. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja utama KKNT FPIK UHO 2025 dalam rangka mendukung pemberdayaan masyarakat desa melalui peningkatan literasi keuangan sebagai fondasi kemandirian ekonomi lokal.
Di hari yang berbeda, tim KKN Tematik FPIK UHO juga melaksanakan kegiatan inovasi produk perikanan olahan yaitu Pelatihan Pembuatan Sambal Udang Crispy. Mengingat potensi perikanan yang melimpah di wilayah pesisir Konawe Utara, program ini dirancang untuk menciptakan produk bernilai jual tinggi dan berdaya saing. Pelatihan ini mencakup proses pengolahan, pengemasan yang higienis, hingga strategi pemasaran digital sederhana
“Inovasi produk ini diharapkan tidak hanya menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai upaya diversifikasi produk perikanan, dengan pengemasan yang baik dan rasa yang unik, produk ini siap bersaing di pasar,” tambah salah seorang mahasiswa selaku peserta KKN tematik.
Keberhasilan dua program unggulan ini didukung penuh oleh kehadiran dan bimbingan Tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang turut hadir mendampingi seluruh rangkaian kegiatan. Tim DPL KKN Tematik FPIK UHO ini diketuai oleh Bapak Dr. Sjamsu Alam Lawelle, S.Pi., MM., dengan anggota tim yang terdiri dari Prof. La Ode Muhammad Yasir Haya, ST., M.Si., Ph.D., Dr. Sarini Yusuf, S.Pi., M.Si., Dr. Roslindah Daeng Siang, S.Pi., M.Si., Akhmad Mansyur, S.P., MP., serta Haeruddin, S.Pi., M.Si.
Para DPL secara aktif memberikan masukan teknis dan strategis, memastikan bahwa materi yang disampaikan relevan dan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi kemajuan ekonomi dan peningkatan keterampilan masyarakat Desa Tanjung Bunga.

Rajudin, S.Pd selaku Kepala Desa Tanjung Bunga menyambut baik inisiatif dan kolaborasi yang terjalin serta berharap kegiatan KKN Tematik ini dapat menjadi momentum awal untuk pengembangan potensi lokal desa.
“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan warga dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari guna meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendukung pertumbuhan ekonomi desa tambah kepala desa,” pungkasnya. (Sari)







Komentar