Potretterkini.id, KENDARI-Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Wakatobi bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sulawesi Tenggara resmi menandatangani kontrak kerja sama pada Kamis, 26 Juni 2025.
Penandatanganan ini menandai dimulainya dua program strategis berbasis swakelola, yakni Kajian Social Mapping Pengembangan Ketahanan Pangan di Kabupaten Wakatobi dan Kajian Penyusunan Rencana Induk serta Peta Jalan Riset dan Inovasi Daerah Wakatobi.
Kolaborasi ini merupakan upaya konkret Pemerintah Kabupaten Wakatobi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah, khususnya di bidang ketahanan pangan dan penguatan ekosistem riset serta inovasi. Melalui kerja sama ini, BAPPEDA Wakatobi melibatkan para ahli, pakar, dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya, guna memastikan setiap kajian yang dihasilkan benar-benar relevan dan aplikatif terhadap kebutuhan masyarakat serta arah pembangunan daerah.
Kepala LPPM Unsultra, Dr. Hijriani, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata kontribusi akademik perguruan tinggi terhadap pembangunan di Kabupaten Wakatobi.
“Kerja sama ini menjadi tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MOU) antara Rektor Unsultra, Prof. Dr. Ir. Andi Bahrun, M.Sc. Agric., dengan Pemerintah Kabupaten Wakatobi. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan implementasi dari tridharma perguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dr. Hijriani.
Sementara itu, Kepala BAPPEDA Kabupaten Wakatobi, yang diwakili oleh Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Aderlisan Sakaraeng, S.P. menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi, khususnya Unsultra, dalam mendorong pengembangan daerah.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan akademisi sangat penting untuk menghasilkan solusi inovatif serta memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan. Kami berharap, kerja sama ini dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan Wakatobi,” jelas La Tarima.
Kerja sama ini menjadi fondasi untuk menghasilkan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang dapat mempercepat penyelesaian masalah pembangunan, sekaligus mendorong Wakatobi menjadi daerah yang tangguh dan inovatif. Dukungan dari LPPM Universitas Sulawesi Tenggara akan memperkuat proses perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi, sehingga output kajian dapat diimplementasikan secara optimal di lapangan.
Kajian Social Mapping Pengembangan Ketahanan Pangan akan memetakan kondisi sosial masyarakat, potensi lokal, serta tantangan yang dihadapi dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di Wakatobi. Sementara itu, Kajian Penyusunan Rencana Induk dan Peta Jalan Riset dan Inovasi Daerah bertujuan menyusun arah strategis pengembangan riset dan inovasi yang terintegrasi, sebagai landasan pembangunan berkelanjutan di masa mendatang.
Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pembangunan melalui kemitraan strategis dengan perguruan tinggi, sebagaimana telah terbukti efektif dalam berbagai kerja sama sebelumnya, baik di bidang pariwisata maupun pengembangan sumber daya manusia.
Dengan adanya kontrak kerja sama ini, diharapkan hasil kajian mampu memberikan solusi nyata dan memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun Wakatobi yang lebih maju. (Red)







Komentar