LM Bariun: Akhiri Persepsi Publik dan Spekulasi Isu Intervensi Gubernur di Mosorlub KONI Sultra

Berita Utama2144 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI-Munculnya persepsi publik bahwa pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga sarat intervensi karena hubungan kekeluargaan antara calon tunggal Andi Ady Aksar dan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, dibantah tegas oleh berbagai pihak.

Ketua Pengprov Sultra Dr. LM Bariun SHM MH, menyatakan bahwa proses penjaringan telah dilakukan secara terbuka selama satu minggu. Meski ada beberapa pihak yang mengambil formulir, tidak ada yang mengembalikannya selain Andi Ady Aksar.

“Panitia Tim Penjaringan (TPP) sudah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siapa pun yang ingin mencalonkan diri. Selama delapan hari proses diumumkan secara terbuka,” jelas Bariun, kepada media Potretterkini.id, Jumat (25/7/2025).

Kata Bariun, yang juga pengamat olahraga, menilai proses penjaringan telah berjalan sesuai dengan aturan organisasi.

“Panitia sudah bekerja sesuai rambu-rambu organisasi. Jangan lagi ada plesetan atau tuduhan miring yang justru memecah belah. Kalau kita ingin Sultra ini maju dalam dunia olahraga, mari hilangkan prasangka-prasangka buruk,” tegasnya.

Menurutnya, Musyawarah Olahrarag Luar Biasa (Musorlub) yang digelar merupakan bentuk evaluasi terhadap kepengurusan sebelumnya yang dinilai belum maksimal dalam mengelola organisasi dan mengakomodasi kebutuhan cabang olahraga (cabor).

Terkait status hukum Andi Ady Aksar, menurnya, bahwa yang bersangkutan telah memenuhi seluruh persyaratan, termasuk surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) sebagai bukti tidak memiliki permasalahan hukum.

“Kalau beliau punya masalah hukum, tidak mungkin SKCK bisa terbit. Artinya secara pribadi beliau bersih, dan secara administrasi memenuhi semua syarat sebagai calon Ketua KONI,” tegas Bariun.

Ia berharap Musorlub menjadi momentum bagi dunia olahraga Sultra untuk berbenah dan bersatu demi meningkatkan prestasi, apalagi menghadapi agenda besar seperti Porprov, Pra-PON, dan PON ke depan.

“KONI adalah payung semua cabor. Kalau kita tidak solid, bagaimana bisa bicara prestasi? Di Aceh kemarin kita anjlok, hanya cabor dayung dan softball yang masih bisa mengangkat nama daerah,” pungkasnya.

Komitmen untuk Pembenahan dan Prestasi

Lebih lanjut, Bariun berharap masyarakat dan insan olahraga Sultra dapat melihat proses Musyawarah Luar Biasa (Musorlub) KONI sebagai langkah perbaikan, bukan sekadar dinamika politik internal.

“Musorlub bukan untuk kepentingan individu atau keluarga, tapi untuk menyelamatkan dan membenahi arah pembinaan olahraga kita yang selama ini kurang maksimal,” tambah Dr. LM Bariun.

Kritik terhadap kepengurusan sebelumnya juga mencuat dari sejumlah cabor yang merasa tidak terakomodasi dengan baik. Keterbatasan dalam manajemen organisasi dinilai turut mempengaruhi rendahnya capaian prestasi Sultra di ajang nasional.

Membangun Sinergi untuk Sultra Berprestasi

Dengan adanya Pucuk Pimpinan baru KONI Sultra kedepan, diharapkan kepengurusan fokus bekerja untuk membangun sinergi bersama seluruh cabor. Persiapan menuju event besar seperti Pra-PON dan PON menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditunda.

“Kita harus mulai dari sekarang. Tidak bisa menunggu terlalu lama karena waktu menuju PON semakin dekat. Sultra harus bangkit, dan itu hanya bisa terjadi kalau KONI solid serta didukung oleh semua pihak,” ujar Ketua PBSI Sultra.

Ia juga mengingatkan bahwa suksesnya pembinaan olahraga bukan hanya tanggung jawab KONI, tetapi juga butuh kolaborasi dari pemerintah daerah, sponsor, media, serta dukungan penuh dari masyarakat.

Akhiri Spekulasi, Fokus ke Depan

Bariun lebih detail keterangannya, berharap para tokoh olahraga Sultra dan pengguat olahraga agar tidak ada lagi spekulasi atau tuduhan yang kontraproduktif.

“Sudahi polemik soal hubungan pribadi atau keluarga. Yang dibutuhkan sekarang adalah kerja nyata dan komitmen untuk olahraga Sultra yang lebih baik. Ini momentum kita untuk berbenah bersama,” pungkas Bariun. (Med)

Komentar