La Ode Ngkoimani Pimpin KKM Kadia, La Ode Darwin Serukan Persatuan: “Kalau Kita Satu, Kita Kuat”

Berita Utama3070 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI – Semangat memperkuat persatuan dan kepedulian antarwarga Muna di Kota Kendari kembali digaungkan melalui pelantikan dan pengukuhan pengurus Kerukunan Keluarga Muna Kadia (KKMK) periode 2026–2030.

Kegiatan yang digelar di kediaman H La Ora, Sabtu (29/8/2026) pagi, berlangsung penuh kekeluargaan. Sekitar 200 orang hadir, terdiri dari tokoh masyarakat Muna, orang tua Muna, pengurus kerukunan, Camat Kadia bersama para lurah, hingga sejumlah tokoh akademisi, termasuk Prof. Dr. Zamrun.

Hadir pula Ketua Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara, La Ode Darwin, bersama istrinya, Rika Purwaningsih Darwin.

Dalam momentum tersebut, Ketua Umum KKMM  La Ode Darwin secara resmi melantik dan mengukuhkan Dr. Ir. H. La Ode Ngkoimani sebagai Ketua KKMK serta Muhamad Rahmat Hidayatullah, SIP sebagai Sekretaris KKMK. Keduanya bersama 15 bidang organisasi dan jajaran anggota resmi menjalankan amanah kepengurusan periode 2026–2030.

La Ode Darwin menegaskan, keberadaan KKMM maupun KKMK harus menjadi wadah positif untuk mempererat silaturahmi, membangun solidaritas dan memperjuangkan kepentingan sosial masyarakat Muna.

Ia menyayangkan masih adanya pandangan sempit yang mengaitkan organisasi kerukunan dengan kepentingan politik.

“KKMM dan KKMK ini adalah wadah positif. Saya menyayangkan masih ada yang berpikiran sempit dan mengatakan organisasi ini ada kepentingan politik,” kata La Ode Darwin.

Menurutnya, organisasi kerukunan justru harus menjadi ruang bersama bagi masyarakat Muna di Kota Kendari, tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan masing-masing.

“Organisasi ini saya harapkan menjadi wadah yang baik bagi warga Muna di Kota Kendari,” ujarnya.

Tak hanya berbicara mengenai persatuan, La Ode Darwin juga menyampaikan komitmennya untuk memperkuat fasilitas sosial yang dapat dimanfaatkan masyarakat Muna.

Ia berencana menyediakan satu unit ambulans yang nantinya dapat digunakan untuk membantu warga yang membutuhkan. Jika berkembang, fasilitas tersebut diharapkan dapat bertambah menjadi dua hingga tiga unit.

“Kita akan adakan ambulans. Karena banyak keluarga kita yang membutuhkan. Awalnya satu unit, mudah-mudahan berkembang menjadi dua atau tiga unit,” ungkapnya.

Selain ambulans, KKMM juga akan menyiapkan berbagai perlengkapan yang dapat dimanfaatkan warga untuk kegiatan sosial dan hajatan, seperti tenda, kursi hingga sound system.

“Kalau ada acara, cukup datang ke KKMK atau sekretariat kita. Kita siapkan tenda, kursi dan peralatan lainnya,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan awal, La Ode Darwin juga menyumbangkan 100 unit kursi untuk menunjang kegiatan KKMK Kadia.

Ia berharap fasilitas tersebut tidak hanya menjadi simbol bantuan, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Lebih jauh, La Ode Darwin menilai tantangan terbesar organisasi kerukunan saat ini adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut.

“Tugas kita adalah memulihkan kepercayaan orang Muna terhadap lembaga ini. Sehingga ketika ada momentum, kita bisa merapatkan barisan untuk mendukung masyarakat Muna di Kota Kendari maupun di kabupaten lainnya,” tegasnya.

Menurutnya, persatuan merupakan kekuatan utama masyarakat Muna. “Kalau kita satu, kita kuat. Tetapi kalau berbeda-beda, kita tidak kuat,” tandas La Ode Darwin.

Sementara itu, Ketua KKMK Kadia periode 2026–2030, Dr. Ir. H. La Ode Ngkoimani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendorong terbentuknya kepengurusan baru.

“Atas nama ketua yang terpilih, saya mengucapkan terima kasih atas terbentuknya KKMK ini. Saya mengajak seluruh pengurus bersama-sama menjalankan amanah organisasi,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh keluarga besar KKMK untuk mendoakan para tokoh dan orang tua yang telah berjasa dalam membangun organisasi kerukunan masyarakat Muna.

“Semoga amal dan jasa baik mereka mendapatkan tempat di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

La Ode Ngkoimani mengakui, perjalanan KKMK bukanlah sesuatu yang baru. Organisasi tersebut telah memiliki sejarah panjang dalam menghimpun masyarakat Muna di Kecamatan Kadia.

Karena itu, ia meminta seluruh pengurus bersama-sama melakukan pembenahan, termasuk pendataan keanggotaan.

“Usia KKMK ini sudah sangat lama. Saya mohon bantuan seluruh pengurus untuk menjalankan organisasi ini. Soal jumlah anggota, kami masih akan melakukan perbaikan apabila masih ada warga yang belum masuk,” jelasnya.

Meski kepengurusan diberi waktu lima tahun untuk menjalankan program, sejumlah agenda telah mulai disiapkan.

Di antaranya pengembangan Masjid Kadiatul Munawarah, penguatan kegiatan tahfiz serta pembinaan para penghafal Al-Qur’an.

Bagi La Ode Ngkoimani, pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan. Momentum tersebut merupakan simbol lahirnya semangat baru untuk menggerakkan organisasi agar lebih bermanfaat bagi masyarakat.

“Meskipun kita hanya sebuah paguyuban sederhana, kita merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tidak terpisahkan,” katanya.

Ia menegaskan, misi utama KKMK bukan hanya memperkuat persatuan warga Muna, tetapi juga ikut memperhatikan sektor pendidikan.

Ia berharap terdapat koordinasi yang lebih baik antara organisasi kerukunan dan pemerintah daerah agar tidak ada anak-anak dari keluarga Muna yang harus putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi.

“Jangan sampai ada warga Muna yang putus sekolah karena tidak mampu. Kerukunan harus ikut memikirkan persoalan pendidikan masyarakat,” tegasnya.

La Ode Ngkoimani juga mengingatkan bahwa keberadaan masyarakat Muna di berbagai daerah tidak menghapus ikatan kekeluargaan.

Ia menyebut Bupati Muna dan Bupati Muna Barat sebagai bagian dari pelindung utama masyarakat Muna.

“Dari mana pun kita berasal di Muna, mereka adalah pelindung. Meskipun sudah terjadi asimilasi melalui perkawinan dan sebagainya, kita tetap merupakan masyarakat Muna,” ujarnya.

Ketua Panitia pelantikan, Dra. La Ode Basri, M.Si., menjelaskan bahwa gagasan pembentukan wadah kerukunan masyarakat Muna di Kecamatan Kadia telah muncul sejak sekitar 1980.

Saat itu, sejumlah tokoh masyarakat dan orang tua Muna di Kecamatan Kadia bersepakat membentuk wadah yang dapat menghimpun kebersamaan masyarakat.

Organisasi tersebut sejak awal diarahkan untuk membantu masyarakat dalam berbagai momentum kehidupan, mulai dari hajatan, kematian hingga kegiatan sosial lainnya.

“Dasar pemikiran pembentukan organisasi ini sudah ada sejak tahun 1980. Para orang tua kita saat itu bersepakat membangun wadah untuk menggalang kebersamaan,” kata La Ode Basri.

Setelah berjalan selama puluhan tahun, menurutnya, penyegaran kepengurusan menjadi kebutuhan agar organisasi dapat bergerak lebih maksimal menghadapi perkembangan zaman.

Ia mengatakan perubahan kepengurusan juga merupakan aspirasi masyarakat Muna di Kecamatan Kadia yang menginginkan organisasi lebih lengkap, solid dan memiliki legitimasi formal.

“Melalui kerja sama dan gotong royong seluruh pengurus, kami berharap organisasi ini semakin baik dalam menghimpun persatuan masyarakat Muna,” ujarnya.

Proses pembaruan kepengurusan tersebut sebelumnya telah dibahas melalui aspirasi masyarakat dan perubahan kepengurusan yang disampaikan pada 21 Maret 2026.

Pelantikan kali ini sekaligus menjadi momentum mendomisionerkan kepengurusan lama dan memberikan legitimasi formal kepada kepengurusan baru periode 2026–2030.

Pelantikan KKMK juga diwarnai kehadiran belasan santri Masjid Kadiatul Munawarah. Masjid tersebut menjadi salah satu simbol kebersamaan masyarakat Muna di Kecamatan Kadia.

Masjid Kadiatul Munawarah dibangun melalui kepedulian masyarakat Muna dan dalam perkembangannya mendapat dukungan dari masyarakat Sulawesi Tenggara.

Pembina KKMK Kadia, Drs. La Ora, M.Pd., mengatakan sejak awal organisasi tersebut memiliki tujuan sosial, terutama membantu masyarakat Muna yang membutuhkan.

Menurutnya, pembangunan masjid merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian masyarakat Muna di Kadia.

“Tujuan organisasi ini salah satunya membantu masyarakat Muna yang kurang mampu. Selama ini kami berupaya membangun masjid sebagai tempat ibadah sekaligus wadah bagi generasi bangsa,” ungkap La Ora.

Ia mengenang jasa almarhum Haji La Runa, mantan Kepala Departemen Agama di Muna, yang telah menghibahkan tanah untuk pembangunan Masjid Kadiatul Munawarah.

“Almarhum Haji La Runa memberikan tanah hibah untuk pembangunan masjid ini,” tuturnya.

La Ora berharap masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan generasi muda melalui kegiatan keagamaan dan pendidikan.

Ia juga mengingatkan pengurus baru agar menjaga nama baik organisasi dan terus membangun kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

“Jaga nama baik organisasi, mulai dari pengurus sampai seluruh kegiatan KKMK. Kita harus mendukung pembangunan yang positif di Muna, Muna Barat dan Kota Kendari,” pesannya.

Pelantikan KKMK Kadia periode 2026–2030 akhirnya menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan masyarakat Muna di Kota Kendari.

Dengan kepengurusan baru, dukungan KKMM Sultra serta program sosial dan pendidikan yang mulai disiapkan, KKMK diharapkan tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi, tetapi tumbuh sebagai rumah bersama masyarakat Muna yang hadir, peduli dan bergerak untuk kepentingan masyarakat. (Med)

Komentar