Koperasi Merah Putih Diluncurkan Serentak, Sutra Berdaya Saing Ekonomi Desa Tumbuh

Berita Utama1827 Dilihat

Potretterkini.id, BUTON TENGAH-Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menghadiri secara virtual peluncuran nasional kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel) dari Desa Napa, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Senin (21/7/2025).

Acara yang digelar serentak di seluruh Indonesia ini dipusatkan secara daring dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Peluncuran tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat melalui penguatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Program ini merupakan bagian dari Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo, yaitu menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat fondasi pembangunan dari bawah untuk menurunkan angka kemiskinan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa koperasi merupakan bentuk nyata semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama rakyat Indonesia. Ia mengibaratkan koperasi seperti lidi, yang jika disatukan akan menjadi kekuatan besar.

“Satu koperasi mungkin lemah, tapi jika saling terhubung akan menjadi kekuatan ekonomi besar. Ini bukan sekadar program, tapi gerakan rakyat membangun dari desa,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menyampaikan bahwa koperasi akan menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan penting masyarakat, mulai dari bahan pangan pokok, obat generik murah, layanan simpan pinjam, hingga gudang penyimpanan hasil pertanian dan perikanan di desa.

“Setiap desa nanti akan memiliki gudang, pendingin ikan, toko sembako murah, layanan keuangan, bahkan apotek generik. Untuk masyarakat miskin, kita upayakan mendapatkannya secara gratis,” tambahnya.
Dalam acara tersebut, dilakukan pula penyerahan simbolis, di antaranya:

Penyerahan sertifikat hak kekayaan intelektual logo Koperasi Merah Putih kepada Menteri Hukum dan HAM,

Penyerahan surat keputusan badan hukum koperasi kepada para ketua koperasi,

Penyerahan hibah obat-obatan dari Kementerian Pertahanan kepada Kementerian Koperasi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satuan Tugas Koperasi Merah Putih, Zulkifli Hasan, dalam laporannya menyampaikan bahwa hingga Juli 2025, telah terbentuk 80.081 koperasi desa/kelurahan secara hukum, dan 108 di antaranya telah siap beroperasi sebagai koperasi percontohan (mockup) Merah Putih.

“Target kita selama tiga bulan ke depan adalah memastikan seluruh Koperasi Merah Putih sudah aktif di desa dan kelurahan masing-masing. Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, kita ingin melihat tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru berbasis koperasi di seluruh Indonesia,” kata Zulkifli.

Dalam sesi penyapaan virtual kepada daerah, Presiden Prabowo menyapa Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, yang mengikuti peluncuran dari lokasi Koperasi Merah Putih Desa Napa.
Dalam laporannya, Gubernur menyampaikan bahwa Sultra telah berhasil membentuk 2.285 koperasi Merah Putih, yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di provinsi tersebut.

“Sulawesi Tenggara telah memenuhi target 100 persen pembentukan koperasi sesuai instruksi pemerintah pusat. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung penguatan ekonomi desa,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Napa sebagai salah satu dari 108 koperasi percontohan nasional.
Ia menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih Desa Napa telah terbentuk sejak 19 Mei 2025, dengan 50 anggota aktif, dikelola oleh tujuh pengurus dan tiga pengawas, serta telah menjalin kerja sama dengan BRILink.

Layanan yang telah dijalankan meliputi transaksi pembayaran listrik, penjualan LPG dan pupuk, serta penyaluran produk-produk Bulog.

Gubernur menambahkan bahwa koperasi tersebut telah mulai menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat desa dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Kita bagian dari koperasi percontohan yang sudah operasional. Tujuannya jelas: menggerakkan ekonomi rakyat dan memperkuat ketahanan pangan desa. Transaksi ekonomi sudah berjalan, dan ini harus diperluas,” ujarnya.

Menurutnya, koperasi juga diharapkan menjadi solusi atas stigma lama bahwa koperasi tidak berkembang, serta menjadi alat kebangkitan ekonomi desa.

Ia menyebut bahwa potensi perputaran ekonomi koperasi di Sultra bisa mencapai Rp1 miliar per bulan, dan ditargetkan meningkat menjadi Rp5 miliar.

“Buton Tengah punya potensi luar biasa seperti rumput laut, ikan teri, dan lobster. Kita ingin desa menjadi pusat kegiatan ekonomi, bukan sekadar penonton,” tegasnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, Gubernur Sultra juga secara simbolis meresmikan Kantor Koperasi Merah Putih Desa Napa melalui penandatanganan prasasti sebagai tanda dimulainya operasional koperasi di daerah tersebut.

Turut hadir mendampingi Gubernur dalam kegiatan ini antara lain Ketua DPRD Provinsi Sultra, Forkopimda Provinsi, Bupati Buton Tengah, Forkopimda Buteng, Ketua DPRD Buteng, kepala OPD terkait, serta sekitar seribu warga yang mengikuti kegiatan secara langsung.

Sementara itu, perwakilan dari 17 kabupaten/kota se-Sultra mengikuti secara daring. (Red)

Komentar