Komunitas Saudah Dan Unsultra Berbagi Buku Untuk Anak Pesisir 

Pendidikan2265 Dilihat

Potretterkini.id, KONSEL-Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) memperingati Dies Natalis ke-39 bersama Komunitas Saudah menggelar aksi sosial berbagi buku untuk annak pesisir di wilayah Ranooha, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Sabtu (12/7/2025).
Raktor Unsultra sungguh mengapresiasi kegiatan yang muliah ini.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Saudah bertajuk “Berbagi 1.000 Buku untuk Anak Pesisir”. Kegiatan sangat baik sehingga dalam rangka Dies Natalis ke-39, melalui program Unsultra Berdampak bersama Komunitas Saudah melasanakan kegiatan berbagi buku dengan anak wilayah pesisir yang  benar-benar membutuhkan.

Unsultra dengan kemampuan yang ada berupaya menjadi pusat solusi permasalahan sosial, ekonomi dan lingkungan.  Kita ingin anak-anak negri khususnya di wilayah pesisir cerdas dan kelak menjadi generasi penerus emas bangsa. Kegiatan  bersama Komunitas Saudah ini melibatlan dosen dan mahasiswa Prodi PGSD dan PGPAUD.

Ketgam: Dosen pandimping berdongeng dan bernyanyi bersama

Kegiatan berbagi melalui program Unsultra Berdampak ini bisa menginspirasi dan bisa dilakukan oleh Fukultas dan unit lainnya, tidak hanya berbagi buku tetapi berbagi bentuk kegiatan seperti berbagi ilmu, berbagi donor darah dan berabagai bentuk kepedulian lainnya terhadap berbagai permasalahan yang ada.

“Saya ingin Unsultra selalu hadir, ada dihati dan dicintai masyarakat. Kegiatan ini dapat  menginspirasi semangat literasi di wilayah lain di Sulawesi Tenggara dan menjadi tradisi kampus untuk berbagi,,”ungkapnya.

Sementara itu salah satu dosen pendamping, Sri Jumiati Permatasari, S.Pd., M.Pd, kepada media menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar perayaan ulang tahun institusi, tetapi bentuk nyata gerakan membangun generasi yang literat, peduli, dan inklusif.

Aksi sosial berbasis kolaborasi  dengan Komunitas Saudah ini juga melibatkan mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, khususnya Program Studi PGPAUD dan PGSD, sebagai bagian dari program Kampus Berdampak.

Pembina Komunitas Saudah, Inge Novita Maksum, biasa disapa Inge, menguraikan bahwa program ini dilatar belakangi dari suatu fenomena yang kami lihat bahwa anak pesisir jarang sekali mendapat sentuhan dan perhatian dari pemerintah dan masyarakat perkotaan. Mereka lebih fokus pada pembangunan kota dan fasilitasnya.

Sedangkan kebutuhan mendasar anak sekolah disetiap tahun ajaran baru adalah perlengkapan sekolah terutama buku dan alat tulis. Kebutuhan hidup yang makin hari makin mencekik bagi rakyat kecil, berimbas pula pada kebutuhan primer lainnya bagi anak sekolah.

“Kondisi inilah, Komunitas Saudah hadir berusaha untuk memfasilitasi kebutuhan itu dengan mengetuk hati para donatur untuk ikut terlibat dalam program kami ini. Kami menilai, anak-anak pesisir lebih layak untuk mendapatkan support dan bantuan real dan langsung digunakan,” katanya.

Kali ini menyasar 2 titik lokasi, kecamatan Moramo khususnya desa Ranooha-Konsel dan kelurahan Sambuli kecamatan Nambo kota Kendari. Semoga akan lebih banyak titik yang bisa dijangkau oleh teman -taman dari komunitas, sivitas akademi, LSM, Ormas atau pemerintah daerah, harapnya.

Lebih lanjutnya, Inge mengatakan niat Komunitas Saudah  tidak hanya mambantu anak-anak pesisir dalam bentuk  buku dan alat tulis tetapi berencana membuat perpustakaan bagi anak pesisir sebagai stimulus mendasar untuk mencerdaskan dan membentuk pola fikir maju dan berkembang melalui bacaan-bacaan ringan tapi berkualitas.

Ketua Panitia kegiatan, Hj. Hikma Kumalasari dalam laporannya, kegiatan bertajuk berbagi 1000 buku tulis bagi anak wilayah pesisir ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung pendidikan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi di kalangan anak-anak pesisir.

Alhamdulillah, panitia dapat berhasil mengumpulkan dana sebesar kurang lebih total 22 juta  berupa uang tunai dan barang berupa buku dan alat tulis. Dana ini digunakan digunakan untuk pembelian buku tulis, biaya operasional dan lainnya.

Alhamdulillah, Unsultra turut serta bersama dalam kegiatan berbagai buku ini melampaui target karena  target awal 1000  paket buku dan alat tulis, dalam pelaksanaanya dapat terbagi 2500 paket buku tulis dan alat tulis.

Bersama teman-teman dosen dan mahasiswa FKIP Unsultra, kegiatan berbagi buku ini turut diisi dengan acara mendongeng dan menyanyi bersama anak-anak.

Sungguh suatu perasaan haru dan bahagia melihat anak-anak pesisir tersenyum riang gembira, meskipun bantuan diterima tidak seberapa besarnya. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketgam : Anggota Komunitas Saudah memberikan motivasi kepada anak-anak pesisir

Hikma, menyampaikan terima kasih kepada semua donatur, relawan, dan pihak-pihak yang telah mendukung acara ini khususnya Raktor dan Dekan FKIP Unsultra atas dukungan dan kegiatan bersama pada kegiatan bertajuk berbagi 1000 buku untuk anak pesisir.

Warga Desa Ranooha Kecamatan Moramo Kabupaten Konsel menyambut baik kegiatan ini, demikian pula sejumlah guru dan tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi atas kontribusi Unsultra terhadap pendidikan anak-anak di daerah pesisir.

Kegiatan ini turut hadir dan disaksikan oleh Camat Moramo, Hasnawati Jenim S.Sos dan Sekcamnya, Sabaruddin SH serta Kepala Desa Ranooha Kab Konsel, Bahrun. (Redaksi)

Komentar