Potretterkini.id, SUMATERA SELATAN-Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, AKBP Muhammad Rizvy Qaswieny, S.H., M.H., mengajak seluruh masyarakat Muna di mana pun berada untuk menghadiri kegiatan Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara yang akan digelar di Kota Kendari pada 19 Juli 2026.
Ajakan tersebut disampaikan AKBP Muhammad Rizvy Qaswieny melalui pesan video yang ditujukan kepada seluruh warga Muna, khususnya yang memiliki waktu dan kesempatan untuk hadir dalam agenda silaturahmi akbar tersebut.
Dalam pesannya, ia mengungkapkan bahwa meski berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, dirinya memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Kabupaten Muna. Hal itu karena sang istri, Dr. Siti Rasmasari, SPGK, M.Kes., AIFO-K, merupakan putri asli Muna, sementara keluarga besarnya juga berdomisili di daerah tersebut.
“Walaupun saya berasal dari Palembang, namun saya juga adalah bagian dari masyarakat Muna. Apalagi keluarga besar istri juga berdomisili di Muna,” ujar AKBP Muhammad Rizvy Qaswieny.
Ia berharap momentum Silaturahmi Akbar KKMM Sultra dapat menjadi wadah mempererat tali persaudaraan, memperkuat persatuan, serta membangun semangat kebersamaan masyarakat Muna yang tersebar di berbagai daerah.
Selain itu, AKBP Muhammad Rizvy Qaswieny juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sebagai bagian dari kontribusi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
“Mari kita tingkatkan semangat persatuan dan kesatuan untuk Indonesia bersih dari narkoba dan menuju Indonesia Emas 2045. War on Drugs for Humanity,” tegasnya.
Silaturahmi Akbar KKMM Sultra dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026 di Kota Kendari dan diperkirakan akan dihadiri ribuan warga Muna dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara maupun dari luar daerah. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat persaudaraan, melestarikan nilai-nilai budaya Muna, serta membangun sinergi untuk kemajuan daerah dan bangsa. (Med)







Komentar