Kelilingi Sekolah Terpencil di Sultra, Kadikbud: Skenario Pembukaan Sekolah Sudah Disiapkan

Berita, Pendidikan619 Dilihat

Potretterkini.id, KENDARI- Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Kadikbud) Sulawesi tenggara (Sultra), Drs Asrun Lio, mengaku pasca pandemic 19 atau New Normal, terkait skenario pembukaan sekolah menuju pembelajaran tatap muka secara lansung oleh Guru dan Siswa sudah disiapkan secara matang. Hanya saja, masih menunggu putusan dari Gugus Tugas pemerintah Daerah untuk mengesekusinya.

“Saya sudah berkeliling di daerah terpencil di Sultra, kemarin saya berkeliling di Kabupaten Buton Selatan (Busel) dan Kota Baubau guna melihat kondisi sekolah baik SMAN dan SMK dengan segala persiapanya memasuki awal pembelajaran tatap muka di Sekolah. Kedua Kabupaten ini sudah siap tetapi berkendala daerah tersebut masih berstatus kategori zona merah. Sehingga Pemerintah daerah belum bisa memberikan izin masuk sekolah, namun pembelajaran melalui daring berjalan maksimal dengan baik,” ungkap Asrun Lio, ditemui diruang kerjanya, Kamis (6/8/2020).

Lanjutnya, memang yang diperbolehkan sekarang masuk sekolah bagi kategori Zona hijau, tetapi kita memastikan bahwa sekolah itu sudah semua terpenuhi protokol kesehatan Covid 19.

Berdasarkan peninjauan dilapangan  semua sekolah sudah siap dengan semua skenario penanganan dan Pencegahan Covid 19, namun hingga saat ini belum ada izin dari pemerintah. Berkaitan kapan keputusan pembukaan sekolah,  Ia mengaku belum tahu pasti. “Saya tidak bisa memberikan statment apapun soal itu. Keputusan ada di Gugus Tugas,”ujarnya.

Sebab, wabah Covid 19 adalah masalah kesehatan secara nasional. Sehingga, dia lebih memilih untuk menunggu keputusan izin pemerintah.

Lebih lanjut Asrun Lio, yang pasti dirinya sudah melakukan koordinasi dengan gugus tugas di kabuapten/kota. Pihakanya juga memastikan sudah terpenuhi protokol kesehatan. Untuk Buton Selatan SMA dan SMK dan Kota Baubau. Namun karena masih zona merah belum bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

Mekanismenya katanya, sekolah menyiapkan sarana cuci tangan, ada izin dari orang tua siswa untuk masuk sekolah, kemudian melakukan pengaturan kapasitas jumlah siswa diruangan sesuai protokol kesehatan.

Masih Asrun Lio, Kunjungan di Sekolah terpencil, bukan hanya dalam momentum terjadinya Wabah Covid 19, namun sejak dilantik Plt Kadikbud Sultra , dirinya telah berkomitment untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sultra, untuk itu ia mulai gencar melakukan kunjungan di sejumlah sekolah-sekolah Terluar, terpencil dan Tertinggal (3T) di beberapa kabupaten yang ada di Sulawesi Tenggara.

“Kunjungan tersebut, dalam rangka mengetahui keadaan kondisi sekolah SMA, SMK maupun Sekolah Luar Biasa (SLB) serta mengadakan sosialisasi beasiswa bagi yang kategori 3T . Sejauh ini berjalan dua tahun kepemimpinannya, lebih dari 70 persen sekolah telah dikunjungi,” katanya.

Kendatipun sambungnya, sudah ada Kantor Cabang Dinas (KCD), namun dirinya ingin melihat langsung kondisi sekolah yang ada di daerah jauh, Selain itu juga mengetahui Proses Belajar Mengajar (PBM) di sekolah dan kehidupan peserta didik,.

Adapun daerah yang dikunjungi seperti di SMAN 3 Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara (Butur). di Kabupaten Bombana ada 17 SMA/SMK yang pernah disambangi dan Kota Bau-bau juga ada 6 SMA/SMK yang di kunjungi. Kemudian, Buton Selatan (Busel) 3 sekolah, Buton Utara (Butur) 2 sekolah yakni SMKN 11 Labuan dan SMAN 1 Labuan dan selanjutnya di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) 6 sekolah diantaranya SMAN 1 Rate-rate dan SMAN 1 Batu Putih.

Selanjutnya, di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) ada 2 sekolah, dan selanjutnya Kabupaten Konawe ada 7 sekolah diantaranya SMAN 1 Routa, SMAN Asinua. Di Buton Tengan (Buteng) ada 3 sekolah, dan selanjutnya Muna Barat (Mubar) 4 sekolah, selanjutnya Kolaka ada 5 sekolah dan terakhir Kota Kendari dan hampir semua sekolah dikunjungi.

Editor: La Ismeid

 

 

 

Komentar