Potretterkini.id, OPINI- Proses penyaringan calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Periode 2026-2030 tengah berlangsung. Momentum pergantian kepemimpinan tersebut menjadi perhatian berbagai kalangan akademisi, mahasiswa, alumni, hingga masyarakat yang selama ini mengikuti perkembangan kampus terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut.
Di tengah proses penyaringan calon pemimpin baru itu, berbagai catatan perjalanan Universitas Halu Oleo kembali menjadi bahan perbincangan. Salah satu periode yang banyak dikenang adalah masa kepemimpinan Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, MS, sebagai mantan Rektor UHO dua Periode, yang kini mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Karya Persada Muna (UKPM).
Pada era kepemimpinannya, Prof. Usman Rianse membawa semangat perubahan melalui slogan yang dikenal luas, dengan menggelorakan MOTO UHO: Kampus Hijau Bumi Tridharma, Harapan dan Kebanggaan Bangsa, Slogan UHO: UHO BISA JAGAD KITA: Terdapat 8 Nilai Utama UHO yang diterapkan Usman Rianse yakni Kecerdasan Spiritual, Kecerdasan Intelegensia, Kecerdasan Lingkungan, Kecerdasan Sosial, Kecerdasan Ekonomi, Daya Tahan Tinggi, Kehati-hatian Yang Tinggi; dan Taat Azas.
Selain itu, Guru Besar Ilmu Pertanian UHO ini dimasa kepemimpinan mengusung Visi sejak 2008-2016: Menjadikan Perguruan Tinggi Maju, Berbudaya Akademik, Menyiapkan SDM Cerdas Komprehenship dalam Pengembangan Pedesaan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Visi Jangka Panjang 2045. Menjadi Perguruan Tinggi Terdepan Menghasilkan SDM yang Berdaya Saing dalam Pengembangan IPTEKS Benua Maritim Yang Harmonis, Sejahtera dan Berkelanjutan. selain itu, Tokoh Cendekiawan muslim ini menyusun Program unggulan adalah Pendidikan Karakter untuk menopang Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi di UHO agar tercipta atmosfer akademik yang kondusif. Semangat tersebut menjadi simbol optimisme dalam mendorong percepatan pembangunan dan penguatan kualitas institusi.
Di bawah kepemimpinannya, Universitas Halu Oleo mengalami perkembangan yang dinilai signifikan. Pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik kampus, tetapi juga menyentuh peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Berbagai sarana dan prasarana pendidikan terus diperkuat demi mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal. Lingkungan kampus diarahkan menjadi ruang akademik yang mampu memberikan kenyamanan serta menunjang produktivitas mahasiswa dan dosen.
Pembenahan tata kelola fakultas dan program Pascasarjana menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan kampus kala itu. Penguatan sistem administrasi dan tata kelola akademik dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan pendidikan.
Perhatian terhadap kualitas dosen dan tenaga kependidikan juga menjadi salah satu fokus pembangunan. Penguatan kapasitas sumber daya manusia dipandang sebagai fondasi utama dalam membangun perguruan tinggi yang maju dan kompetitif.
Tidak hanya itu, akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu juga menjadi perhatian. Berbagai kebijakan diarahkan agar pendidikan tinggi tetap dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu program yang masih dikenang adalah perhatian terhadap mahasiswa yang mengalami kendala ekonomi dalam menyelesaikan pendidikan melalui program bidikmisi berasrama dengan layanan makan pagi dan malam, laundri pakaian sehingga mahasiswa bidikmisi hanya fokus belajar dan kajian leadership serta religiusitas/spiritualitas, termasuk dukungan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran agar tetap dapat melanjutkan studi.
Program bantuan pendidikan yang dijalankan kala itu menjadi bagian dari upaya membangun pemerataan akses pendidikan tinggi. Kampus tidak hanya diposisikan sebagai pusat akademik, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan sosial.
Di bidang pembinaan kemahasiswaan, pendekatan pembentukan karakter turut diperkuat. Mahasiswa diarahkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Transformasi budaya kampus juga menjadi perhatian penting. Pendekatan orientasi mahasiswa baru diarahkan menuju pola pembinaan yang lebih edukatif dan konstruktif melalui berbagai kegiatan pengembangan karakter.
Upaya menciptakan lingkungan kampus yang lebih tertib dan kondusif juga dilakukan melalui berbagai kebijakan internal. Hal tersebut menjadi bagian dari langkah membangun atmosfer akademik yang sehat.
Berbagai tantangan yang muncul selama masa kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari dinamika pembangunan institusi. Namun berbagai proses perubahan terus diupayakan demi mendorong kemajuan Universitas Halu Oleo.
Perkembangan yang terjadi turut memperkuat posisi UHO sebagai salah satu perguruan tinggi yang terus tumbuh di kawasan Indonesia Timur. Kampus didorong agar memiliki daya saing lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.
Kepercayaan terhadap kapasitas kepemimpinan Prof. Usman Rianse juga tercermin ketika dirinya dipercaya menjadi Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI). Amanah tersebut menunjukkan pengakuan terhadap kiprah akademik dan pengalaman kepemimpinannya di dunia pendidikan tinggi.
Prestasi akademik dan jejaring kelembagaan yang terus berkembang turut memperkuat posisi Universitas Halu Oleo dalam berbagai forum pendidikan nasional.
Program pengembangan mahasiswa melalui skema beasiswa juga menjadi bagian penting dari kebijakan pendidikan kala itu. Salah satunya melalui pengembangan program mahasiswa penerima Bidikmisi berbasis asrama.
Program tersebut tidak hanya berorientasi pada bantuan pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter mahasiswa. Fasilitas pendukung seperti layanan kebutuhan dasar mahasiswa diarahkan agar penerima program dapat lebih fokus menjalani proses akademik.
Penguatan nilai kepemimpinan, religiusitas, dan spiritualitas juga menjadi bagian dari pendekatan pendidikan yang dikembangkan. Kampus dipandang tidak hanya sebagai tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter.
Konsep pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi yang terus diperkuat. Mahasiswa dipersiapkan agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan global.
Pengalaman memimpin Universitas Halu Oleo selama periode tersebut kini menjadi modal penting bagi Prof. Usman Rianse dalam memimpin Universitas Karya Persada Muna (UKPM).
Di bawah kepemimpinannya saat ini, UKPM terus diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
Perkembangan jumlah mahasiswa yang terus bertambah menjadi bagian dari upaya memperkuat eksistensi institusi pendidikan tersebut. Tidak hanya itu, Sosok pemimpin yang murah senyum ini, terus mendorong seluruh dosen UKPM untuk melanjutkan Program Doktoral guna peningkatan kapasitas SDM yang handal dan profesional.
Komitmen membangun generasi unggul, kompetitif, dan memiliki daya saing nasional maupun internasional menjadi visi yang terus diperjuangkan.
Penguatan kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, serta pembangunan sumber daya manusia menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa mendatang.
Di tengah berlangsungnya penyaringan calon Rektor Universitas Halu Oleo, berbagai jejak kepemimpinan masa lalu kembali menjadi bahan refleksi mengenai arah pembangunan perguruan tinggi ke depan.
Perjalanan yang pernah dilalui menjadi bagian dari sejarah institusi. Setiap periode kepemimpinan membawa warna, tantangan, serta kontribusi tersendiri bagi perkembangan universitas.
Kini, harapan besar kembali tertuju pada proses kepemimpinan baru yang akan lahir dari Universitas Halu Oleo, dengan semangat menjaga keberlanjutan pembangunan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperkuat daya saing perguruan tinggi di era global.
Atas raihan prestasi tersebut, melalui kegiatan est Europa Destination pada 9- 19 Mei 2026 Guru besar UHO tersebut, ditunjuk sebagai Ketua Delegasi West Europa Destination oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara.
Jejak pengabdian Prof. Usman Rianse menjadi cerminan bahwa kepemimpinan visioner bukan hanya menghasilkan perubahan institusi, tetapi juga melahirkan harapan bagi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing global.
Oleh: Dr. La Ismeid, S.Pd., M.Pd/ Dosen Tetap UKPM dan juga Alumni Doktoral UHO







Komentar