Potretterkini.id, KENDARI-Dinamika politik Kabupaten Buton pada Pilkada 2025-2029 terus menunjukkan geliat signifikan. Sorotan tajam kini tertuju pada kekuatan politik yang tumbuh dari wilayah timur Buton, yakni Kecamatan Kapontori dan Lasalimu, yang dikenal dengan sebutan KAPOLIMO (Kapontori-Lasalimu).
Kemenangan politik dari kawasan ini dinilai bukan hanya sebagai euforia elektoral, melainkan juga manifestasi dari bangkitnya kesadaran politik masyarakat pinggiran.
Hal ini disampaikan oleh Dr. Anidi, M.Si., M.S.I., M.H., salah satu Dewan Pakar KAHMI Sultra, juga Dewan Pakar Gerakan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GNPK) Sultra, sekaligus akademisi Sulawesi Tenggara. Dalam keterangannya kepada media, Dr. Anidi menegaskan bahwa kemenangan politik dari basis KAPOLIMO perlu dibaca secara lebih substansial oleh para aktor politik dan pemangku kepentingan di daerah.
Kemenangan politik Kapontori dan Lasalimu bukan sekadar angka di bilik suara. Ini adalah simbol kebangkitan politik rakyat timur Buton. Jangan abaikan aspirasi mereka. Mengabaikan KAPOLIMO sama saja mengabaikan semangat keadilan pembangunan dan representasi politik yang inklusif,” tegas Dr. Anidi.
Menurutnya, selama ini wilayah KAPOLIMO kerap terpinggirkan dalam peta pembangunan dan pengambilan keputusan strategis daerah. Kemenangan mereka dalam kontestasi Pilkada kali ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah matang secara politik dan tidak lagi ingin menjadi penonton dalam rumahnya sendiri.
Sebagai akademisi dan pegiat gerakan antikorupsi, saya mendorong agar pengambil kebijakan di Kabupaten Buton ke depan harus memastikan pemerataan pembangunan, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta akomodasi politik yang berkeadilan.
KAPOLIMO harus dilibatkan dalam arsitektur kebijakan daerah,” tambahnya.
Dr. Anidi juga menyinggung pentingnya membangun sinergi antara elite politik dan masyakarat (rakyat) sebagai kekuatan-kekuatan baru dari wilayah timur Buton.
“Momentum ini adalah titik balik. Jika dikelola dengan bijak, KAPOLIMO bisa menjadi mitra strategis dalam membangun Buton yang inklusif, demokratis, dan bebas korupsi,” pungkasnya.
Hasil Pilkada Kabupaten Buton 2025 menjadi ajang pembuktian bagaimana politik kewilayahan dan semangat kesetaraan bisa bertransformasi menjadi kekuatan pembangunan. Kemenangan politik dari KAPOLIMO kini menjadi penanda bahwa suara dari timur tidak lagi bisa disangkal. (Redaksi)







Komentar