Inilah “Bhatata” Saat Penyambutan presiden di Muna

Metro Kota747 Dilihat

Potretterkini.id, RAHA– Kehadiran Presiden Joko Widodo baru-baru ini di Kabupaten Muna (13 Mei 2024), yang disambut antusias oleh lapisan masyarakat dari berbagai kalangan di Kabupaten Muna. Perwakilan Masyarakat Muna Abdul Aziz Fuadi mendampingi Plt. Bupati Muna yang menjemput kedatangan Presiden di alun-alun Kota Raha, saat di temui awak media pada Kamis 16 Mei 2024, mengucapkan terima kasih yang mendalam terlontar dari lapisan masyarakat Muna atas kedatangan Presiden Republik Indonesia ke-7 Bapak Ir. H. Joko Widodo.

“Alhamdulillah Bapak Presiden bisa menginjakkan kaki di tanah Muna, Wite Barakati. Saya mewakili elemen masyarakat Muna menyampaikan terima kasih dan rasa hormat yang setinggi-tingginya atas kunjungan Bapak, disertai dengan do’a semoga selama berada di Tanah Muna ini senantiasa dalam lindungan Allah SWT” ucapnya mengulangi bhatata penyambutan saat itu.

Selanjutnya Ia menambahkan “harapan kami, kehadiran Bapak Presiden membawa berkah untuk meningkatkan kesejahteraan sehingga Muna maju dan makmur seperti daerah lain di Nusantara termasuk kelestarian budaya dan adat istiadat Wuna. Mohon kiranya Bapak Presiden berkenan memakai Kampurui ini sebagai simbol kehormatan tertinggi kebesaran adat dan kerajaan Wuna.

Terima kasih Bapak Presiden, Sangia Konusantarano, Pemimpin Nusantara” sembari mempersilahkan Jokowi mengenakan Kampurui yang telah disiapkan.
Menutup pembicaraan dengan kami, Sekretaris Lembaga Adat Wuna ini, merasa bangga karena ini adalah sejarah yang tidak semua orang Muna bisa alami.

“Saya merasa bangga bisa dipercaya mewakili masyarakat Muna, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Plt. Bupati Muna dan Ketua lembaga Adat Wuna serta seluruh masyarakat Muna. Alhamdulillah saat menjalankan amanah tersebut bisa sesuai dengan arahan”.

Ditemui di tempat terpisah Adi Munardi Kuti, Ketua KAMBAWUNA (Komunitas Pemerhati Budaya Warisan Suku Muna) menyampaikan kepuasannya karena komunitas pemerhati budaya mendapatkan ruang yang cukup saat kedatangan RI 1.

“Kami merasa cukup puas apalagi ada ruang untuk Kambawuna, memang ada beberapa kegiatan yang diskip saat penyambutan di helipad alun-alun Kota Raha, sarung muna dan baju Balahadhadha yang rencananya dipakaikan termasuk penyerahan Piagam Gelar” tuturnya.

Disinggung tentang gelar yang direncanakan akan disampaikan setelah penyerahannya, pria yang juga sering disapa dengan sebutan Pak Guru ini mengatakan “Untuk sarung Muna, baju Balahadhadha dan Piagam Gelar, telah diserahkan ke Protokoler Kepresidenan.

Bagi masyarakat Muna yang ingin tahu tentang gelar yang diberikan kepada Pak Jokowi, silahkan berkunjung ke Museum Bharugano Wuna. Di sana dipajang replika piagam itu”.
Kunjungan ke Museum Bharugano Wuna di Komplek Rumah Adat Muna, awak media ini berhasil menemui Saudara Ramadan selaku pengolah museum.

Saat ditanyai keberadaan piagam gelar yang diberikan KAMBAWUNA untuk Presiden Jokowi, Ramadan mengatakan “ a. a. a aada di sebelah sini” sambil menunjukan keberadaan replika/duplikat piagam dimaksud. Tidak hanya itu, pria yang kesehariannya mengenakan kampurui ini juga menunjukan replika piagam lain milik Ketua DPD RI La Nyalla Matalitti.

Kabid Kebudayaan Dinas Dikbud Berharap Pakaian Adat Muna agar dikenakan Presiden pada HUT RI di IKN. Melalui sambungan telepon, Kabid Kebudayaan Dinas Dikbud Kabupaten Muna Hadi Wahyudi yang pada kedatangan Presiden, beliau bersama Istri tercinta Serli Amerlia Sirad mewakili Ketua Lembaga Adat Wuna turut menjemput di helipad Alun-Alun Kota Raha menuturkan

“Kami cukup berterima kasi kepada Pemerintah Daerah KAbupaten Muna, karena pada penjemputan Pak Jokowi kemarin, lembaga adat dipercayai menangani beberapa item acara termasuk pengadaan Kampurui yang dikenakan RI 1 serta pakaian adat yang diserahkan ke protokoler. Kami juga turut menyampaikan harapan agar pakaian adat Muna dikenakan Presiden pada upacara 17 Agustus 2024 di IKN”, tuturnya. (Redaksi/Imin)

Komentar