Indomas Jadi Penantang Baru, Kadin Muna Pasang Badan Lawan Ketidakadilan Pelayaran

Berita3684 Dilihat

Potretterkini.id.MUNA – Masyarakat penumpang kapal laut di rute Raha-Bau-Bau-Kendari sudah lama digelayuti keresahan. Harga tiket yang melambung saat pemain lama berkurang, hingga jadwal keberangkatan yang tak konsisten, telah menimbulkan ketidak nyamanan pengguna jasa.

Di tengah kondisi itu, pengusaha lokal Muna melahirkan gebrakan baru dengan menghadirkan armada Indomas. Kehadirannya bukan sekadar bisnis, melainkan langkah korektif terhadap praktik persaingan yang kerap timpang.

Direktur Eksekutif Kadin Muna, Al Manaf, ST, menegaskan bahwa dukungan penuh diberikan kepada Indomas sebagai bukti bahwa putra daerah mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton.

“Hadirnya pengusaha lokal membawa angin segar bagi pelayaran di rute Raha-Maligano- Kendari. Kadin Muna ingin memastikan bahwa sektor strategis ini berjalan dengan persaingan sehat, tanpa permainan harga, tanpa konspirasi, dan tanpa keberpihakan aparat yang menindas salah satu pihak,” tegasnya.

Dalam kerangka hukum, praktik monopoli atau persekongkolan harga bertentangan dengan UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Pasal-pasalnya menegaskan bahwa setiap pelaku usaha dilarang menciptakan ketidakadilan melalui penguasaan pasar secara tidak wajar. Dengan demikian, hadirnya Indomas dapat dipandang sebagai wujud implementasi prinsip persaingan sehat yang dijamin undang-undang.

Persaingan bukanlah peperangan, melainkan keseimbangan. Sebagaimana diajarkan dalam banyak nilai lokal dan universal, keadilan lahir bukan dari dominasi, tetapi dari keseimbangan peluang. Kehadiran Indomas adalah manifestasi dari keseimbangan itu, sebuah perlawanan terhadap ketidakpastian, sekaligus harapan bagi masyarakat yang selama ini hanya menjadi objek.

Literatur ekonomi regional menegaskan bahwa masuknya pengusaha lokal ke sektor strategis memberi dua efek utama:

1. Efek Multiplier – keuntungan tidak hanya berhenti di pemilik kapal, tetapi mengalir ke pekerja, penyedia logistik, hingga konsumsi rumah tangga.

2. Efek Kompetitif – harga lebih stabil, pelayanan meningkat, dan masyarakat memperoleh consumer surplus yang selama ini tereduksi oleh praktik monopoli.

Kadin Muna menilai inilah sejarah baru. Untuk pertama kalinya, pengusaha lokal berani membuka ruang di sektor pelayaran laut. Ini bukan upaya menggeser pemain lama, melainkan menambah alternatif agar masyarakat terbebas dari cengkeraman harga semu.

Terakhir, Kadin Muna mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar berlaku adil: regulasi, izin, hingga pelayanan lapangan tidak boleh berat sebelah.

“Kompetisi yang sehat adalah tiang ekonomi. Bila dijalankan dengan prinsip keadilan, maka masyarakat, pengusaha, dan daerah akan sama-sama diuntungkan,” tutup Al Manaf.

Dengan lahirnya Indomas, bukan hanya kapal yang berlayar, tapi juga sebuah harapan baru, bahwa laut bukan lagi ladang monopoli, melainkan ruang kebersamaan untuk ekonomi rakyat.

Kontributor Aswin Rudi

Komentar